Cari Disini

Senin, 15 Juli 2013

Hubungan Internasional



Hubungan internasional


Disusun guna memenuhi tugas
Mata kuliah  Hubungan Antar Bangsa
Oleh
Saaepful Awaluddin
3101411155


JURUSAN SEJARAH
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2012

BAB I
KONSEP DASAR DAN RUANG LINGKUP
A.    KONSEP HUBUNGAN INTERNASIONAL
Interaksi suatu bangsa dengan bangsa lain dapat berlangsung baik secara bersahabat maupun kekerasan. Suatu hubungan baik diperlukan misalnya, dalam mengatur batas-batas daerah yang didiami oleh suatu bagsa, dalam masalah tukar – menukar utusan, dalam usaha memenuhi kebutuhan hidup masing – masing dan dalam banyak hal lainnya. Sebaliknya jika tidak terdapat kesepakatan untuk memenuhi kebutuhannya dapat terjadi konflik atau peperangan antar bangsa.
B.     RUANG LINGKUP HUBUNGAN INTERNASIONAL
Hubungan antar bangsa atau hubungan internasional dapat terwuujud dalam berbagai bentuk yaitu :
1.      Hubungan individual
2.      Hubungan antar kelompok
3.      Hubungan antar negara
C.     ASAS dan LATAR BELAKANG SEJARAH INTERNASIONAL
1.      Asas Hubungan Internasional
2.      Latar Belakang Sejarah
Dalam sejarah perkembangan hubungan internasional terdapat empat periode yang dapat dipakai sebagai patokan :
1.      Zaman kuno yang berlangsung sampai dengan berakhirnya imperium romawi
2.      Abad pertengahan yaitu zaman eropa nasrani pada abad pertengahan sampai dengan abad keenam belas
3.      Periode antar negara modern yaitu antara abad keenam belas sampai dengan akhir abad kesembilan belas
4.      Periode abad kedua puluh yaitu periode evolusi menuju ke arah tingkat supra negara (super-state-stage)



BAB II
NEGARA,BANGSA DAN NEGARA BANGSA
Negara secara geografis merupakan wilayah dengan sistem kekuasaan yang  terpust, dengan memiliki hukum, peraturan dan membuat keputusan sendiri. Banngsa adalah sekelompok pendududk yang mengkuti Pandangan sendiri yang menghubungakannya satu dengan yanglain. Neara-Bangsa adalah sebagai suatu teritorial negara denggan penduduk yang menyatakan sebagai suatu bangsa.
A.    Evolusi negara-bangsa sampai tahun 1870
Sistem negara-negara westpalia adalah sistem eropa yang digunakan dibenua ini. Sebelum timbulnya system negara tersebut,eropa dikenal dikuasai oleh sistem kerajaan (empire), dimana inggris,prancis, belanda, portugis dan spanyol melebarkan sayapnya ke luar kontinen eropa mulai abad 17 dengan kekuasaan dan kekuatan militer empire ke tanah jajahan di seberang lautan.
B.     Evolusi negara bangsa modern
C.     Negara bangsa dan perimbangan kekuatan (balance of power)
Kekuasaan dan kekuatan akan mempunyai peranan penting dalam melaksanakan kebijakan negara. Kekuatan-kekuatan inilah yang justru meliputi sebagian besar peristiwa sejarah politik. Peranan yang sangat pokok kemudian adalah adanya pemahaman terhadap perlunya keseimbangan kekuatan diantara negara-negara.
BAB III
ILMU DAN SISTEM HUBUNGAN INTERNASIONAL
A.    Ilmu hubungan internasional
A.1. lahirnya ilmu hubungan internasional
Pecahnya perang dunia kedua dan lahirnya Perserikatan Bangsa- Bangsa serta badan khusus lainnya mendorong lahir dan berkembangnya ilmu ini dan menuntut lahirnya Negara dunia. Hubungan internasional sebagai ilmu maupun sebagai disiplin mengalami perubahan tersendiri dan memiliki tujuan tersendiri pula, hubngan ini bertujuan bukan hanya mencakup bangsa tetapi juga antar Negara, pemerintah dan antar penduduk.

A.2. ilmu- ilmu dasar hubungan internasional
Ilmu hubungan internasional merupakan synthesa dari berbagai ilmu yang terkait masing – masing mempunyai tujuan tersendiri. Sekurang- kurangnya delapan disiplin yang mendasari ilmu hubungan internasional. Ilmu-ilmu tersebut adalah ilmu hukum internasional, sejarah politik, ilmu perang, politik internasional, perdagangan internasional, pemerintahan kolonial serta hubungan luar negeri.
A.3. ilmu-ilmu yang menunjang
Geografi dunia, gerakan pendidikan perdamaian, psikologi dan sosiologi hubungan internasional, humaniora, ilmu –ilmu sosial lainya dan biologi serta studi-studi regional merupakan ilmu-ilmu peninjang dari disiplin hubungan internasional.
A.4. pendidikan internasional
pendidikan internasional merupakan suatu ilmu yang mengembangkan sikap,pengetahuan, saling pengertian serta ketrampilan untuk dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia dan menerima masyarakat dunia ke dalam pola hidup manusia yang beradab.
B.     SISTEM KEGITAN HUBUNGAN INTERNSAIONAL
B.1. Hubungan kegiatan diplomatik
Diplomasi merupakan keseluruhan proses dari hubungan politik antar bangsa, orang yang melaksanakan tugas diplomatik di luar negeri disebut diplomat. Tugas seseorang diplomat dalam menjalankan misinya atau sistem diplomasi hingga ke zaman ini mengalami pekembangan yang disesuaikan dengan kondisi zamannya. Seorang diplomat menjalankan fungsi sebagai wakil kepala negara atau raja. Ia menjalankan kebijakan demi kepentingan negara sesuai landasan filsafah yang dianut.
B.2. Hukum internasional
Hukum internasional adalah satu bentuk hukum yang berlakuantar negara-negara yang berdaulat dan antar kesatuan-kesatuan atau badan-badan internasional liannya.
B.3. Ekonomi internasional
Ekonomi merupakan salah satu unsur kekuatan bangsa. Ekonomi merupakan senjata atau perisai bangsa. Masalah ekonomi adalah masalah sekuriti bangsa; dimana suatu bangsa dapat berkembang dan menikmati kehidupan sesuai landasannya.bila suatu masalah ekonomi mempengaruhi dunia internasional, maka pemecahannya harus dilakukan secara bersama dan menyeluruh.
C.     Perkembangan ilmu hubungan internasional
Ilmu hubungan internasional dapat dimasukan dalam kelompok ilmu yang sangat muda, secara harafiah hubungan internasional ini dapat di artikan sebagai hubungan antar bangsa, padahal yang dimaksudkan bukanlah hanya hubungan dalam bentuk ini. Bentuk dari system hubungan globsl seperti sekaang berlaku telah banyak di tentukan oleh perkembangan hokum internasional
BAB IV
SASARAN DAN SISTEM INTERNASIONAL
Dalam upaya mencapai hubungan internasional yang harmonis tujuan utamanya adalah tercapainya perdamaian dunia maka dari itu terdapat beberapa aliran pemikiran mengenai masalah perdamaian dunia
1.      Aliran idealis
2.      Aliran realism
3.      Aliran neo-realisme
Polemologi(studi perdamaian) ialah merupakan dispin ilmu yang sangat muda, perkembangannya dimulai pada sekitar peralihan dari decade 1950an ke decade 1960-an. Displin ilmu ini lebih dekat dengan aliran idealis, karena menjadikan perdamaian dunia sebagai sasaran kategoris serta dalam pendekatannya bersifat multidispliner karena memanfaatkan pengetahuan sejarah, psikologi, hokum internasional, antropologi, filsafat dan ekonomi.
Perjanjian westfalia secara tidak langsung mengokohkan keempat unsure dari Negara seperti yang masih di akui sampai sekarang :
1.      Wilayah dengan batas yang jelas dan diakui secara internasional
2.      Warga yang mempunyai ikatan eksistensial dengan wilayah tersebut
3.      Pemerintah yang bertugas mencapai tujuan politik dari warganya
4.      Status sebagai subjek hokum internasional.



BAB V
MASYARAKAT INTERNASIONAL
            Tradisi masyarakat internasional merupakan salah satu pendekatan klasik hubungan internasional, akan tetapi pendekatan ini berupaya menghindari pilihan sulit antara (1) egoisme dan konflik Negara dan (2) keinginan baik manusia dan kerjasama yang dimunculkan oleh perdebatan antara realiasme dan liberalisme. Menurut tokoh terkemuka pendekatan ini (1) politik internasional merupakan “bidang pengalaman manusia dengan karakteristik, maalah, dan bahasanya yang khas”. Inti pendekatan ini bahwa hubungan internasional harus dipahami sebagai suatu “masyarakat” Negara-negara berdaulat atau dalam hal lain juga dikatakan bahwa pendekatan masyarakat internasional memandang politik dunia sebagai manusia seluruhnya, tetapi politik dunia juga digambarkan pada semua kelemahan dan keterbatasan yang ditunjukan manusia.
            Beberapa kritisme besar dapat dibuat terhadap pendekatan masyarakat internasioanal pada hubungan internasional. Pertama, terdapat kritik kaum realisbahwa bukti dari norma internasional sebagai penentu kebijakan dan perilaku Negara adalah lemah atau tidak kuat. Kedua, terdapat kritik kaum liberal bahwa tradisi masyarakat internasional mengabaikan politik domestic yaitu demokrasi dan tidak dapat menjelaskan perubahan progresif dalam politik internasional. Ketiga, terdapat kritik EPI bahwa tradisi masyarakat internasional gagal memberikan penjelasan tentang hubungan ekonomi internasional.
            Kritik yang lebih tajam terhadap pendekatan masyarakat internasional adalah inkoheresi teoritis yang terjadi lantaran mencoba menggabunggkan realism, rasionalisme, dan revolusionelisme dalam kerangka interpretasi tunggal dan lantaran menekankan buan hanya ketertiban internasional tetapi juga keadilan internasional.
BAB VI
EKONOMI POLITIK INTERNASIONAL
Dalam kehidupan antar bangsa atau hubungan internasional ternyata factor ekonomi cukup dominan mewarnai dinamika perubahan yang terjadi. Dalam beberapa hal penting kehidupan kita adalah tentang ekonomi politik, ada hubngan yang kompleks antara ekonomi dan politikyang harus dikuasai hubungan internasional. Hubungan tersebut merupakan subyek EPI , agar terus berjalan maka perlu menunjukan cara-cara teoritis yang berbeda tentang mendekati hubungan antara politik dan ekonomi.
A.    Globalisasi ekonomi dan peranan Negara yang beradab
Fenomena globalisasi telah mendapatkan perhatian yang sangat besar dari EPI. Globalisasi adalah meluas dan meningkatnyahubungan ekonomi, osial dan budaya yang melewati batas-batas internasional. Beberapa akan disampaikan beberapa pandangan dari kaum liberal dan kaum realis
Pandangan kaum liberal tentang globalisasi ekonomi dan akibat lainnya ialah :
1.      Globalisasi ekonomi berarti pergeseran kualitatif menuju sistem ekonomi global
2.      Globalisasi ekonomi akan membawa kesejahteraan yang meningkat bagi individu, keluarga, dan perusahaan
3.      Negara bangsa kehilangan kekuatan dan pengaruh seperti ditekan dari atas dan dari bawah.
Pandangan kaum realis tentang globalisasi ekonomi dan akibat lainnya ialah :
1.      Globalisasi ekonomi ialah “kurang lebih sama”, yaitu interpendesi ekonomi intesif, tidak ada yang baru dalam hal tersebut.
2.      Perusahaan-perusahaan tidak kehilangan identitas nasionalnya sebab mereka adalah pemain global. Mereka tetap terikat Negara asalnya
3.      Negara bangsa tidak terancam oleh globalisasi. Kapasitas dala pengaturan dan pengawasan telah meningkat daripada menurun.
Perdebatan tentang globalisasi  ekonomi tidaklah mudah diselesaikan sebab masing-masing posisi teoritis yang diuraikan diatas dapat menunjukan beberapa bukti empiris yang mendukung pandangannya. Perdebatan tentang globalisasi ini jelasnya akan sangat dipengaruhi akan keadaan peristiwa dan pembangunan masa depan.

BAB VII
KEKUATAN NASIONAL DAN POLA
HUBUNGAN INTERNASIONAL
A.      Unsur-unsur kekuatan nasional
Kekuatan nasional tidaklah selalu harus dipahami sebagai suatu pengertian yang negatif , terutama karena dia relevan dengan bagi eksistensi dari  suatu bangsa atau negara. Dalam kenyataan kekuatan nasional memiliki peluang sama besar untuk digunakan secara positif maupun negatif, tergantung kepada kebutuhan negara yang menganggapnya sebagai mendesak.
Sistem internasional sebagai manifestasi dari politik internasional, pada akhirnya merupakan tatanan interaksi dari berbagai politik luar negeri, karena politik luar negeri bertujuan menegakkan kepentingan nasional di panggung internasional maka suksesnya di tentukan oleh masing-masing negara untuk menyelenggarakan politik luar negerinya. Dalam hubungan internasional terdapat faktor yang menjadi modal dasar bagi suatu negara bangsa untuk memainkan peranan dalam hubungan internasional antara lain ialah :
1.      Rakyat dan sumber daya manusia
Rakyat merupakan unsur utama dari apa yang disebut sebagai kekuatan nasional, dukungan rakyat dapat menentukan sukses atau gagalnya pemerintah dalam menyelenggarakan politik luar negeri
2.      Pemerintah
Pemerintah pada dasarnya ilah organisasi, tanpa pemerintah unsur rakyat dan wilayah serta kekayaan yang dikandungnya tidak dapat menjadi negara
3.      Wilayah dan sumber daya alam
Wilayah adalah unsur negara yang paling stabil,selama wilayah itu dapat dipertahankan oleh pemerintah dan rakyatnya yamg memiliki dan menguasainya
B.       Pola sikap hubungan internasional
Hubungan internasional terselenggara sebagai interaksi antarnegara, negara- negara itu dapat mengandalkan diri pada kekuatan nasional masing-masingberusaha untuk menyelenggarakan politik luar negeri yang mengabdi pada kepentingan nasional. Dalam sejarah perkembangan hubungan internasional ternyata memiliki beberapa pola :
1.      Politik tidak memihak
2.      Politik isolasi
3.      netralitas dan netralisme
4.      kooperasi
5.      kerjasama universal
6.      kerjasama regional
7.      kerjasama fungsional
8.      kerjasama ideologis
9.      konfrontas
BAB VIII
DIPLOMASI
Diplomasi merupakan sarana pelaksaan hubungan internasional yang memberikan dasar bagi tindakan lebih lanjut suatu negara bangsa, diplomasi ini telah mengalami perkembangan sejak masa kerajaan-kerajaan di berbagai wilayah dunia dengan karakteristiknya masing-masing.
A.      Perkembangan di India Kuno
Kita telah mempunyai bukti tertulis mengenai kegiatan diplomatik telah  berlangsung lama di india dan telah lambat laun berkembang lebih jauh sejalan dengan berkembangnya waktu. pada abad ketiga SM kaisar Asoka bernama Maurya mencoba menanam gagasan baru ke dalam dunia diplomasi ia mengajarkan doktrin “non-violence” tidak hanya pada kehidupan pribadi dan negara tetapi bahkan juga kedalam hubungan internasional. Selanjutnya pada abad keempat SM sejumlsh penulis yang dikenal sebagai penulis arthasastra awal menulis beberapa aspek diplomasi
Namun diplomasi yang di india ini tampaknya tidak berpengaruh yang banyak pada dunia sekarang ini, tetapi pengaruh jangka panjangnya atas kejayaan diplomasi secara bertahap tak bisa diabaikan.
B.       Perkembangan di Yunani
Menurut mitologi Yunani dewa bangsa Olypia,Hermes terlibat dalam kegiatan-kegiatan diplomatik yang di tugaskan oleh Zeus yang tidak lain ialah raja para dewa.
Pada abad kelima SM pengiriman dan penerimaan kedutaan menjadi sangat sring terjadi di antara negara-negara kota Yunani. Namun sarana-sarana yang digunakan dalam diplomatiknya masih memiliki kekurangan diantaranya (1) penyakit bangsa Yunani yang disebut dengan Herodian yaitu kecintaan akan perselisihan serta kecemburuan akan satu sama lain. (2) diplomat dari Yunani dikenal sebagai diplomat yang buruk, karena mereka beranggapan bahwa nilai negatif berasal dari akal bulus dan tipu muslihat. (3) tidak berhasil memapankan distribusi tanggung jawab antara badan legislatif dengan badan eksekutif.

C.       Perkembangan di Romawi kuno
Meskipun konstribusi bangsa romawi pada perkembangannya sarana-sarana diplomatik tidak menonjol tetapi mereka membuat konstribusi yang substansial dalam pertumbuhan dan perkembangan hukum internasional, mereka memberi ungkapan seperti Iius civile (hukum bagi warga negara romawi) , ius gentium (hukum bagi warga asing) , ius naturale (hukum yang umum bagi seluruh warga negara umat manusia) .
D.      Perkembangan sesudah Reinaissance
Beberapa ahli telah membagi perkembangan diplomasi di zaman sesudah Reinaissance ke dalam tiga periode :
1.        Periode italia
Munculnya kembali sitem negara kota selama Reinaissance di italia bersamaan dengan seni diplomasi yang sedang berkembang pesat
2.        Periode perancis
Metode perancis bertahan sebagai suatu model diplomasi dalam waktu lama. Selama periode ini bangsa Perancis memberikan penekanan pada intruksi tertulis yang diberikan kepada para duta besar
E.       Transisi diplomasi lama ke baru
Para ahli sering menggunakan istilah Diplomasi lama atau tradisional atau diplomasi terbuka. Ada beberapa faktor yang membantu kemunculan diplomasi baru menggantikan diplomasi lama :
1.      Kebangkitan Rusia sosialis
2.      Munculnya Amerika Serikat di pilitk dunia
3.      Kebangkitan Asia
4.      Kebangkitan pendapat umun
5.      Perkembangan sistem komunikasi
Aspek-aspek lain yang berpengaruh terhadap diplomasi baru yaitu adanya diplomasi konperensi, serta kemunculan organisasi-organisasi dunia dan organisasi regional lainnya.
BAB IX
ORGANISASI ANTAR BANGSA
Organisasi internasional merupakan lembaga dunia yang secara sadar dibentuk untuk mencapai sasaran tertentu, fungsi dari organisasi ini ialah mencarikan jalan keluar untuk memudahkan kerjasama dan merupakan instrumen penting dalam sistem hubungan internasional. Organisasi internasional muncul di Eropa pada abad XIX yang didahului oleh pembentukan concert of Europe pada tahun 1814. Penggolomhan Organisasi internasional dapat dibuat dengan bertitik tolak pada tiga kriteria yang mencakup
1.      Keanggotaan
2.      Kawasan geografi
3.      Fungsi
A.      Perserikatan Bangsa Bangsa
Seperti halnya perang dunia pertama yang mendorong lahirnya LBB maka pada perang dunia yang kedua melahirkan PBB,namun sebelumnya terdapat peristiwa-peristiwa sebelum kemunculan tersebut, diantaranya :
1.      Athlantic charter 1januari 1942
2.      Moscow declaration 30 oktober 1943
3.      Dumberton Oaks Proposal
4.      Komperensi Yalta
5.      Komperensi San Francisco
B.       Struktur organisasi PBB
Tujuan dasar PBB tercantum dalam mukadimah yang secara tegas mencantumkan.
1.      Menyelamatkan generasi mendatang dari ancaman perang
2.      Memperkuat kepercayaan akan HAM, kesamaan hak pria-wanita
3.      Menciptakan kondisi yang stabil bersumber dari hukum internasional
4.      Meningingkatkan kemajuan sosial dan standar hidup yang lebih baik
C.       Tujuan PBB
1.      Mempertahankan situasi yang damai dan aman
2.      Mengembangkan rasa persaudaraan antar bangsa
3.      Menciptakan kerjasama internasional
4.      Mengejar dan mencapai tujuan bersama
D.      Badan kelengkapan PBB
1.      Majelis Umum
2.      Dewan Keamanan
3.      Dewan ekonomi Sosial
4.      Dewan perwalian
5.      Mahkamah internasional
6.      Sekertariat PBB
7.      Badan-badan tambahan
E.       PBB dan Indonesia
Beberapa kasus yang terdapat di Indonesia di antaranya diselesaikan oleh PBB yaitu :
1.      Sengketa indonesia Belanda
2.      Dalam masalah Irian Barat
3.      Dalam masalah Timor Timur

BAB X
PERAN INDONESIA DI DUNIA INTERNASIONAL

A.    Bidang Politik dan keamanan
Usaha nyata pemerintah Indonesia dalam penyelesaiaan permasalahan politik global sebagai berikut :
1.      Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan keamanan PBB
2.      Pengiriman Kontingen Garuda (kontingen I-XXII/A)
3.      Peran Indonesia dalam menyelesaikan konflik internasional ;
a.       Konflik Timur Tengah
b.      Krisis di Myanmar
c.       Peran Indonesia dalam Penanggulangan Terorisme
B.     Bidang ekonomi
hubungan ekonomi antarnegara memegang peran penting muncul adanya Perdagangan bebas
a.       perdagangan bebas tingkat global
b.      perdagangan bebas tingakat regional
serta berdirinya APEC (asian Pacific Economic Cooperation) yang berdiri pada bulan november 1989. Peran indonesia salah satunya ialah  Negara Indonesia adalah salah satu negara pendiri WTO  dan APEC
C.     Bidang kebudayaan
Bangunan-bangunan bersejarah yang ada di indonesia pada era global tidak hanya menjadi kebanggaan bangsa indonesia tetapi juga dunia, akibatnya masyarakat turut membantu usaha-usaha pelestarian. Kesenian daerah dapat mejadi identitas bangsa pada era global, maka dari itu tentang hak cipta asal usul kesenian harus tetap dijaga agar tidak diklaim oleh negara lain terutama Malaysia.
D.    Bidang lingkungan hidup
Bentuk peran aktif Indonesia dalam bidang lingkungan hidup yaitu dengan menjadi tuan rumah konferensi perubahan iklim yang dilaksanakan PBB.
Dampak Keaktifan dalam pergaulan antar bangsa
a.       Dampak positih
1.      Masyarakat makin maju
2.      Kebudayaan indonesia makin maju
3.      Meningkatnya kepercayaan dunia internasional
4.      Etos kerja masyarakat indonesia meningkat dll.
b.      Dampak negatif
1.      Berlangsunganya neokolonialisme
2.      Lapangan kerja semakin sempit
3.      Berkembangnya pola hidup konsumtif (wismulyani,2008)
4.      Terkikisnya nilai-nilai kebersamaan,dll.

QUOTES Cristiano Ronaldo (Quotes of footballer in life)

Edisi Cristiano Ronaldo



-         "Cintamu membuatku semakin kuat, tapi kebencian yang kau tunjukan justru
        membuatku makin tak terhentikan"

-          "Form is temporary but class is permanent"

-          "Berjanji muluk itu mudah
  semua orang bisa
  tapi hanya sedikit yg mampu menepatinya"

-          "Mencetak gol lewat tendangan pinalti itu mudah
        tapi untuk bisa terus menerus berhasil sangatlah susah

Media Pembelajaran (Pengertian, jenis, manfaat dan prinsip)

Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari kata medium yang secara harfiah artinya perantara atau pengantar. Banyak pakar tentang media pembelajaran yang memberikan batasan tentang pengertian media. Menurut EACT yang dikutip oleh Rohani (1997 : 2) “media adalah segala bentuk yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi”. Sedangkan pengertian media menurut Djamarah (1995 : 136) adalah “media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai Tujuan pembelajaran”.
Selanjutnya ditegaskan oleh Purnamawati dan Eldarni (2001 : 4) yaitu :
“media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga terjadi proses belajar”.
a. Jenis – jenis Media pembelajaran
Banyak sekali jenis media yang sudah dikenal dan digunakan dalam penyampaian informasi dan pesan – pesan pembelajaran. Setiap jenis atau bagian dapat pula dikelompokkan sesuai dengan karakteristik dan sifat – sifat media tersebut. Sampai saat ini belum ada kesepakatan yang baku dalam mengelompokkan media. Jadi banyak tenaga ahli mengelompokkan atau membuat klasifikasi media akan tergantung dari sudut mana mereka memandang dan menilai media tersebut.
Penggolongan media pembelajaran menurut Gerlach dan Ely yang dikutip oleh Rohani (1997 : 16) yaitu :
1. Gambar diam, baik dalam bentuk teks, bulletin, papan display, slide, film strip, atau overhead proyektor.
2. Gambar gerak, baik hitam putih, berwarna, baik yang bersuara maupun yang tidak bersuara.
3. Rekaman bersuara baik dalam kaset maupun piringan hitam.
4. Televisi
5. Benda – benda hidup, simulasi maupun model.
6. Instruksional berprograma ataupun CAI (Computer Assisten Instruction).
Penggolongan media yang lain, jika dilihat dari berbagai sudut pandang adalah sebagai berikut :
1. Dilihat dari jenisnya media dapat digolongkan menjadi media Audio, media Visual dan media Audio Visual.
2. Dilihat dari daya liputnya media dapat digolongkan menjadi media dengan daya liput luas dan serentak, media dengan daya liput yang terbatas dengan ruang dan tempat dan media pengajaran individual.
3. Dilihat dari bahan pembuatannya media dapat digolongkan menjadi media sederhana (murah dan mudah memperolehnya) dan media komplek.
4. Dilihat dari bentuknya media dapat digolongkan menjadi media grafis (dua dimensi), media tiga dimensi, dan media elektronik.

b. Manfaat media pembelajaran
Media pembelajaran sebagai alat bantu dalam proses belajar dan pembelajaran adalah suatu kenyataan yang tidak bisa kita pungkiri keberadaannya. Karena memang gurulah yang menghendaki untuk memudahkan tugasnya dalam menyampaikan pesan – pesan atau materi pembelajaran kepada siswanya. Guru sadar bahwa tanpa bantuan media, maka materi pembelajaran sukar untuk dicerna dan dipahami oleh siswa, terutama materi pembelajaran yang rumit dan komplek.
Setiap materi pembelajaran mempunyai tingkat kesukaran yang bervariasi. Pada satu sisi ada bahan pembelajaran yang tidak memerlukan media pembelajaran, tetapi dilain sisi ada bahan pembelajaran yang memerlukan media pembelajaran. Materi pembelajaran yang mempunyai tingkat kesukaran tinggi tentu sukar dipahami oleh siswa, apalagi oleh siswa yang kurang menyukai materi pembelajaran yang disampaikan.
Secara umum manfaat media pembelajaran menurut Harjanto (1997 : 245) adalah :
1) Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu verbalistis ( tahu kata – katanya, tetapi tidak tahu maksudnya)
2) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera.
3) Dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif siswa.
4) Dapat menimbulkan persepsi yang sama terhadap suatu masalah.
Selanjutnya menurut Purnamawati dan Eldarni (2001 : 4) yaitu :
1) Membuat konkrit konsep yang abstrak, misalnya untuk menjelaskan peredaran darah.
2) Membawa obyek yang berbahaya atau sukar didapat di dalam lingkungan belajar.
3) Manampilkan obyek yang terlalu besar, misalnya pasar, candi.
4) Menampilkan obyek yang tidak dapat diamati dengan mata telanjang.
5) Memperlihatkan gerakan yang terlalu cepat.
6) Memungkinkan siswa dapat berinteraksi langsung dengan lingkungannya.
7) Membangkitkan motivasi belajar
8) Memberi kesan perhatian individu untuk seluruh anggota kelompok belajar.
9) Menyajikan informasi belajar secara konsisten dan dapat diulang maupun disimpan menurut kebutuhan.
10) Menyajikan informasi belajar secara serempak (mengatasi waktu dan ruang)
11) Mengontrol arah maupun kecepatan belajar siswa.

c. Prinsip – prinsip memilih media pembelajaran
Setiap media pembelajaran memiliki keunggulan masing – masing, maka dari itulah guru diharapkan dapat memilih media yang sesuai dengan kebutuhan atau tujuan pembelajaran. Dengan harapan bahwa penggunaan media akan mempercepat dan mempermudah pencapaian tujuan pembelajaran.
Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media pembelajaran, yaitu :
1) Harus adanya kejelasan tentang maksud dan tujuan pemilihan media pembelajaran. Apakah pemilihan media itu untuk pembelajaran, untuk informasi yang bersifat umum, ataukah sekedar hiburan saja mengisi waktu kosong. Lebih khusus lagi, apakah untuk pembelajaran kelompok atau individu, apakah sasarannya siswa TK, SD, SLTP, SMU, atau siswa pada Sekolah Dasar Luar Biasa, masyarakat pedesaan ataukah masyarakat perkotaan. Dapat pula tujuan tersebut akan menyangkut perbedaan warna, gerak atau suara. Misalnya proses kimia (farmasi), atau pembelajaran pembedahan (kedokteran).
2) Karakteristik Media Pembelajaran. Setiap media pembelajaran mempunyai karakteristik tertentu, baik dilihat dari keunggulannya, cara pembuatan maupun cara penggunaannya. Memahami karakteristik media pembelajaran merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki guru dalam kaitannya pemilihan media pembelajaran. Disamping itu memberikan kemungkinan pada guru untuk menggunakan berbagai media pembelajaran secara bervariasi
3) Alternatif Pilihan, yaitu adanya sejumlah media yang dapat dibandingkan atau dikompetisikan. Dengan demikian guru bisa menentukan pilihan media pembelajaran mana yang akan dipilih, jika terdapat beberapa media yang dapat dibandingkan.
Selain yang telah penulis sampaikan di atas, prinsip pemilihan media pembelajaran menurut Harjanto (1997 : 238) yaitu:
Tujuan, Keterpaduan (validitas),Keadaan peserta didik, Ketersediaan,Mutu teknis, Biaya
Selanjutnya yang perlu kita ingat bersama bahwa tidak ada satu mediapun yang sifatnya bisa menjelaskan semua permasalahan atau materi pembelajaran secara tuntas.

Cara Menjadikan bahasa Indonesia sebagai Bahasa Internasional

Cara menjadikan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Internsional sebagai berikut :
1. Melakukan banyak pertukaran pelajar, terutama bagi Negara yang menggunakan Bahasa Inggris, dan Bahasa lainnya.
Mengapa hal tersebut dilakukan? Karena sangat penting untuk melakukan pertukaran pelajar, disamping para siswa pertukaran pelajar dapat belajar Bahasa Indonesia, mereka dapat mempelajari  budaya,s ejarah, suku yang ada Indonesia, sedangkan bagi siswa dari Indonesia mereka dapat belajar mengenai perkembangan ilmu pengetahuan yang ada disana, dan mengajarkan Bahasa Indonesia pada orang asing yang ada disana.
2. Membuat Kampanye menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Seperti yang kita ketahui banyak sekali Bahasa Indonesia yang tidak baku, dan hal tersebut akan menyulitkan orang asing yang sedang belajar Bahasa Indonesia ketika berkomunikasi dengan Orang Indonesia yang menggunakan Bahasa Indonesia yang tidak baku. Jadi, Bila dilakukan kampanye ini, akan sangat membantu orang asing yang sedang belajar Bahasa Indonesia dan tidak hanya itu, Indonesia akan dipandang sebagai Negara yang memiliki Bahasa dan tutur kata yang  baik.
3. Melakukan kerjasama  dengan Negara yang menggunakan Bahasa Indonesia / Melayu.
Mengapa hal ini dilakukan? Karena akan sangat efektif bila tempat yang menjadi tujuan belajar Bahasa Indonesia / Melayu tidak hanya terpaku pada satu Negara, tetapi mengapa melakukan kerjasama dengan Negara yang menggunakan Bahasa Melayu? Walaupun penyebutan kata pada Bahasa Melayu berbeda dari Bahasa Indonesia, Kedua Bahasa tersebut masih serumpun dalam pengertian, bila seseorang sudah lancer Bahasa Melayu, akan lebih mudah belajar Bahasa Indonesia.
4. Menjadikan Indonesia  sebagai tujuan wisata dan sarana belajar Bahasa Indonesia.
Mengapa Indonesia dijadikan tujuan utama wisata? Seperti yang kita ketahui, Bali adalah salah satu tempat wisata yang sangat terkenal baik didalam ataupun diluar Negeri, tetapi masih banyak wilayah Indonesia yang sangat bagus untuk dijadikan tujuan wisata dan belum diketahui oleh wisatawan asing. Sebagai sarana belajar Bahasa Indonesia, yang dimaksud disini adalah dalam sebuah tur wisata ke tempat yang memiliki nilai edukatif akan ditemani oleh pemandu wisata, disinilah yang menjadi sarana belajar Bahasa Indonesia, ketika menjelaskan sesuatu menggunakan dua bahasa, yaitu Bahasa wisatawan tersebut dan di terjemahkan kedalam Bahasa Indonesia, sehingga wisatawan tersebut menjadi mengerti dan mungkin akan tertarik belajar Bahasa Indonesia
5. Mengadakan acara / Event yang bertemakan Indonesia di Negara yang sedang mempelajari Bahasa Indonesia.
Acara yang bertemakan Indonesia di Negara yang sedang mempelajari Bahasa Indonesia mungkin adalah salah satu cara untuk memperkenalkan Indonesia secara internasional, karena Indonesia memiliki banyak sekali budaya yang datang dari berbagai provinsi. Inilah yang merupakan nilai lebih yang dimiliki Indonesia, karena akan sangat menarik para wisatawan yang ada di Negara tersebut, terutama wisatawan yang sedang mempelajari bahasa Indonesia.


Minggu, 14 Juli 2013

Sejarah Persepakbolaan Indonesia

Dulu, tim nasional PSSI sering kebanjiran tamu hebat. Mulai dari Dinamo Moskow dengan Vladimir Bubukin-nya, Santos dengan Pele-nya, tim nasional Uruguay, PSV Eindhoven atau Feyenoord. Dua klub Inggris Stoke City dan Queen’s Park Rangers, Brno (Ceko), Kristiansand (Norwegia), Ebsbjerg (Denmark) juga pernah datang.

Ketika di bulan Juni 1983, Arsenal melawat ke Indonesia. Reputasi klub elite London kala itu belum senyaring sekarang. Di Inggris saat itu adalah eranya Liverpool, Nottingham Forest atau Aston Villa, yang salah satu bintangnya kini menjadi pelatih nasional Indonesia.

Siapa lagi kalau bukan Peter Withe. Gol tunggalnya ke gawang Bayern Muenchen mengantarkan klub asal Birmingham meraih trofi Piala Champion 1981/82.

The Gunners, datang dengan diperkuat kiper legendaris Pat Jennings, dua pemain nasional Inggris Kenny Sansom, dan Graham Rix serta si legenda hidup David O’Leary, datang ke negeri khatulistiwa dengan tujuan utama berlibur ke Bali.

Mereka menang 3-0 atas PSMS Plus di Medan, 5-0 atas PSSI Selection di Senayan, namun yang terjadi kemudian, tepatnya pada 17 Juni 1983 saat lawan juara Galatama, Niac Mitra di Surabaya, sungguh membelalakkan mata. Arsenal kalah 0-2! Ini jauh lebih hebat dari Marzuki Nyak Mad cs. saat menahan PSV dengan Eric Gerets dan Ruud Gullit-nya 3-3 di Senayan.

Menurut Kompas waktu itu, banyak yang mencibir kekalahan Arsenal sengaja dibuat. Salah satunya lantaran mainnya jam 2 siang! Atau diusirnya Alan Sunderland oleh wasit Ruslan Hatta. Publik Stadion 10 Nopember menyebut dua pemain Singapura, kiper David Lee dan Fandi Ahmad, sebagai pahlawan kota pahlawan.

Fandi, yang usai membela Niac Mitra ditransfer ke Groningen, membuat gol di menit 37, sebelum ditutup Joko Malis di menit 85. Jangan kan Persija yang kalah dari Persebaya di partai pamungkas Liga Indonesia belum lama ini, Inggris saja selalu menderita di Surabaya. November 1945, komandan perang Brigjen Mallaby tewas terbunuh oleh para pejuang dalam “Battle of Soerabaia”. Lalu Juni 1983 giliran Arsenal yang dibekap Niac Mitra.

Kalau begitu ada baiknya, PSSI menetapkan saja Stadion 10 Nopember sebagai “Wembley-nya” tim nasional untuk partai internasional.

Data dan fakta :
Niac Mitra VS Arsenal (2:0)
tanggal : 16 Juni 1983
Stadion 10 November, Surabaya
pencetak gol: Fandi Ahmad 37, Joko Malis 85

Susunan Pemain:
Niac Mitra : David Lee, Budi Aswin, Wayan Diana, Tommy Latuperissa, Yudi Suryata, Rudy Kelces, Rae Bawa/Yusul Male, Joko Malis, Hamid Asnan/Syamsul Arifin, Fandi Ahmad, Dullah Rahim/Yance Lilipaly

Arsenal : Pat Jennings, Colin Hill/Stewart Robson, David O’Leary, Chris Whyte/Lee Chapman, Kenny Samson, Brian Talbot, Alan Sunderland, Paul Davis, Brian McDermott, Raphael Meade/Terry Lee, Graham Rix

Berikut foto-fotonya






Galau Bola

Aku sih emg gk ngerti lha tuh sama bola. Tapi, kalo ngertiin kamu mah..hhh..jangan ditanya, aku jagonya

 Beb kamu hebat ya nggak pernah bolong puasanya sama kayak arsenal nggak pernah bolong puasa gelar juara nya 

 Aku gak peduli sama hasil indonesia vs arsenal
aku cuma peduli sama kamu sayank


Jangan samakan aku dengan fans chelsea donk yang
aku tuh butuh jadi nomer 1 di hati kamu buat bahagia tapi kalo fansnya chelsea tuh buat bahagia cuma harus jadi nomer 3 juga udah seneng banget


Scholes pensiun, caragher juga pensiun, beckhan dan fergie juga pensiun
tapi tenang cinta ku ga akan pernah pensiun dari hatimu


 Tolong dong yang
kamu jangan ikut2an ferguson pensiun dong
karna hatiku belum siap buat dilatih oleh orang lain. ‪#‎please‬

Penyebab Kejayaan dan Kemunduran Kerajaan Hindu - Buddha

Penyebab Kejayaan dan Kemunduran Kerajaan Hindu - Buddha
1. Kerajaan Kutai
a. Penyebab Kejayaan
1)      Asmawarman naik tahta. Pada masa pemerintahannya wilayah kekuasaan Kutai diperluas lagi.
2)      Naik tahtanya Raja Mulawarman, yang dapat membuat rakyat hidup tenteram dan sejahtera.
b. Penyebab Kemunduran
Belum ditemukan sumber sejarah yang menceritakan runtuhnya kerajaan Kutai.
2. Kerajaan Tarumanegara
a. Penyebab Kejayaan
Raja Purnawarman telah memerintah untuk menggali satu saluran air. Penggalian saluran air ini sangat besar artinya, karena merupakan pembuatan saluran irigasi untuk memperlancar pengairan sawah-sawah pertanian rakyat. Hasil pertanian tersebut memajukan perekonomian.
b. Penyebab Kemunduran
Serangan dari Kerajaan Sriwijaya yang menyebabkan runtuhnya Kerajaan Pajajaran.
3. Kerajaan Sriwijaya
a. Penyebab Kejayaan
1)      Letaknya yang strategis di Selat Malaka yang merupakan jalur pelayaran dan perdagangan internasional. Hal ini mendorong Kerajaan Sriwiijaya untuk berkembang pesat sebagai negara maritim.
2)      Kemajuan kegiatan perdagangan antara India dan Cina yang melintasa Selat Malaka sehingga membawa keuntungan yang terbesar bagi Sriwijaya.
3)      Keruntuhan Kerajaan Funan di Vietnam Selatan akibat serangan Kerajaan Kamboja memberikan kesempatan bagi perkembangan Sriwijaya sebagai negara maritim (sarwajala), yang selama abad ke-6 dipegang oleh Kerajaan Funan.
b. Penyebab Kemunduran
1)      Serangan Raja Dharmawangsa pada tahun 990 M. Ketika itu yang berkuasa di Sriwijaya adalah Sri Sudamani Warmadewa. Walaupun serangan ini tidak berhasil, tetapi telah melemahkan Sriwijaya.
2)      Serangan dari Kerajaan Colamandala yang diperintah oleh Raja Rajendracoladewa pada tahun 1023 dan 1030. Serangan ini ditujukan ke Semenanjung Malaka dan berhasil menawan raja Sriwijaya. Serangan ketiga dilakukan pada tahun 1068 M dilakukan oleh Wirarajendra, cucu Rajendracoladewa.
3)      Pengiriman ekspedisi Pamalayu atas perintah Raja Kertanegara, 1275-1292, yang diterima dengan baik oleh Raja Melayu (Jambi),, Mauliwarmadewa, semakin melemahkan kedudukan Sriwijaya.
4)      Kedudukan Kerajaan Sriwijaya makin terdesak karena munculnya kerajaan-kerajaan besar yang juga memiliki kepentingan dalam dunia perdagangan, seperti Kerajaan Siam di sebelah utara. Kerajaan Siam memperluas kekuasaanya ke arah selatan dengan menguasai daerah-daerah di Semenanjung Malaka.
5)      Jatuhnya Tanah Genting Kra ke dalam kekuasaan Kerajaan Siam yang mengakibatkan kegiatan pelayaran perdagangan di Kerajaan Sriwijaya semakin berkurang.
6)      Dari daerah timur, Kerajaan Sriwijaya terdesak oleh perkembangan Kerajaan Singasari yang pada waktu itu diperintah oleh Raja Kertanegara.
7)      Para pedagang yang melakukan aktivitas perdagangan di Kerajaan Sriwijaya semakin berkurang, karena daerah-daerah strategis yang pernah dikuasai oleh Kerajaan Sriwijaya telah jatuh ke kekuasaan raja-raja sekitarnya.
8)      Serangan Kerajaan Majapahit dipimpin Adityawarman atas perintah Mahapatih Gajah Mada pada tahun 1477 yang mengakibatkan Sriwijaya menjadi taklukan Majapahit.
9)      Muncul dan berkembangnya kerajaan Islam Samudera Pasai yang mengambil alih posisi Sriwijaya.
4. Kerajaan Mataram
a. Penyebab Kejayaan
1)      Naik tahtanya Sanjaya yang sangat ahli dalam peperangan
2)      Pembangunan sebuah waduk Hujung Galuh di Waringin Sapta (Waringin Pitu) guna mengatur aliran Sungai Berangas, sehingga banyak kapal dagang dari Benggala, Sri Lanka, Chola, Champa, Burma, dan lain-lain datang ke pelabuhan itu.
3)      Pindahnya kekuasaan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur yang didasari oleh:
a)      Adanya sungai-sungai besar, antara lain Sungai Brantas dan Bengawan Solo yang sangat memudahkan bagi lalu lintas perdagangan.
b)      Adanya dataran rendah yang luas sehingga memungkinkan penanaman padi secara besar-besaran.
c)      Lokasi Jawa Timur yang berdekatan dengan jalan perdagangan utama waktu itu, yaitu jalur perdagangan rempah-rempah dari Maluku ke Malaka.
b. Penyebab Kemunduran
1)      Wafatnya Raja Sanna sehingga kerajaan Mataram menjadi pecah dan kebingungan.
2)      Pernikahan Raja Pramodhawardhani dengan Rakai Pikatan yang beragama Hindu yang kontroversial sehingga menimbulkan berbagai pemberontakan.
3)      Serangan dari Raja Wurawari yang bekerja sama dengan Sriwijaya saat Raja Airlangga berada di Jawa meminang putri Dharmawangsa.
5. Kerajaan Kediri
a. Penyebab Kejayaan
1)      Naik tahtanya Jayabaya sebagai raja yang mempersatukan Kerajaan Kediri dengan Kerajaan Jenggala.
2)      Seni sastra yang berkembang pesat, yang disebabkan oleh:
a)      Adanya pujangga-pujangga yang pandai
b)      Adanya perlindungan terhadap para pujangga
c)      Penghormatan kepada raja melalui hasil sastra
d)     Adanya kebebasan berpikir dalam mengembangkan kesusastraan
b. Penyebab Kemunduran
1)      Raja Kertajaya mengurangi hak-hak kaum Brahmana. Sehingga Kaum Brahmana banyak yang lari dan minta bantuan ke Tumapel untuk melawan Kerajaan Kediri.
2)      Pada tahun 1222 terjadi Perang Ganter antara Ken Arok dengan Kertajaya (Raja Kediri saat itu). Ken Arok dengan bantuan para brahmana berhasil mengalahkan Kertajaya di Ganter (Punjon, Malang). Dengan demikian berakhirlah riwayat Kerajaan Kediri.
6. Kerajaan Singasari
a. Penyebab Kejayaan
1)      Melaksanakan Politik dalam negeri untuk menstabilkan pemerintahan, antara lain:
a)      Memecat Mapatih Raganatha
b)      Mengangkat Banyak Wide
c)      Mengangkat Jayakatwang menjadi raja kecil di Kediri untuk menghidari perselisihan Kertanegara dengan keturunan Raja Kediri
d)     Mengambil Ardharaja, putra Jayakatwang, sebagai menantu.
e)      Mengambil Raden Wijaya, cucu Mahisa Cempaka, sebagai menantu.
f)       Memperkuat angkatan perang, baik prajurit darat maupun laut, lengkap dengan segala persenjataannya.
g)      Menumpas pemberontakan Bhayaraja tahun 1270 dan Mahesa Rangkah tahun 1280.
h)      Mengangkat seorang kepala agama Buddha dan seorang brahmana untuk mendampingi raja.
2)      Melaksanakan Politik luar negeri antara lain
a)      Stabilisasi daerah-daerah di Nusantara, dalam arti mempersatukan seluruh Nusantara yang dipimpin Kerajaan Singasari.
b)      Mengurangi pengaruh dari dua kerajaan besar yang merupakan lawan-lawan politik Singasari, yaitu Kerajaan Sriwijaya dan Cina Mongol.
b. Penyebab Kemunduran
1)      Memandang Cina Mongol sebagai saingan dengan menolak utusan Cina Mongol dan mempermalukannya. Sehingga Cina-Mongol menyerang Singasari.
2)      Ketika tentara Mongol hendak menyerang, pasukan Singasari disiagakan dan dikirim ke berbagai daerah di Laut Jawa dan Laut Cina Selatan sehingga pertahanan di ibu kota lemah.
3)      Penyerangan pasukan Kediri yang kemudian berhasil menduduki istana dan membunuh Kertanegara.
7. Kerajaan Bali
a. Penyebab Kejayaan
1)      Naik tahtanya Dharmodayana. Pada masa pemerintahnnya, system pemerintahan Kerajaan Bali semakin jelas.
2)      Perkawinan antara Dharma Udayana dengan Mahendradata yang merupakan putri dari raja Makutawangsawardhana dari Jawa Timur, sehingga kedudukan Kerajaan Bali semakin kuat.
b. Penyebab Kemunduran
1)      Patih Kebo Iwa yang berhasil dibujuk untuk pergi ke Majapahit, sesampainya di Majapahit Kebo Iwa dibunuh.
2)      Patih Gajah Mada yang berpura-pura menyerah dan minta diadakan perundingan di Bali, lalu ia menangkap raja Bali yaitu Gajah Waktra sehingga kerajaan Bali berada di bawah kekuasaan Majapahit.
8. Kerajaan Majapahit
a. Penyebab Kejayaan
1)      Letak Majapahit secara geografis sangat baik, yaitu di tengah-tengah jalur perdagangan internasional antara Maluku dan Malaka, sehingga lebih mudah berperan, khususnya dalam bidang politik dan ekonomi.
2)      Pusat kerajaan di tepi sungai besar, yaitu di tempat terpecahnya Sungai Brantas menjadi Kali Porong dan Kali Mas, serta mudah dilayari sehingga hubungan dengan daerah luar sangat mudah.
3)      Tanahnya subur dan banyak mengahasilkan buah-buahan, serta hasil peratanian yang sebagian untuk komoditas ekspor.
4)      Munculnya tokoh negarawan yang cakap, contohnya Raden Wijaya.
5)      Tidak adanya saingan kerajaan di Nusantara ketika Kerajaan Majapahit mulai berkembang.
6)      Tidak ada kerajaan besar di luar Indonesia yang dapat menjadi perintang bagi Majapahit. Kerajaan Colamandala di India dan Kerajaan Mongol di Cina terpecah belah setelah pemimpin besarnya meninggal.
b. Penyebab Kemunduran
1)      Pemberontakan Ranggalawe sekitar awal abad 13.
2)      Diangkatnya Kalagemet sebagai raja. Kalagemet bukanlah raja yang cakap. Sebagian waktunya hanya digunakan untuk bersenang-senang dengan selir-selirnya di Istana Kapopongan.
3)      Pengaruh dari Mahapati pada Kalagemet. Mahapati adalah seorang pejabat tinggi yang ambisius. Akibatnya muncul beberapa pemberontakan.
4)      Peristiwa Sunda yang terjadi 1351 M. Peristiwa itu berawal dari usaha Raja Hayam Wuruk untuk meminang putrid dari Pajajaran. Lalu, timbul perselisihan paham antara Gajah Mada dan pimpinan laskar Pajajaran yang mengakibatkan pertempuran.
5)      Peristiwa Bubat yang menggagalkan politik Gajah Mada, karena dengan adanya peristiwa Bubat, kerajaan Pajajaran tidak menjadi wilayah Majapahit. Bahkan kerajaan Pajajaran terus berkembang secara terpisah dari Majapahit.
6)      Tidak adanya pengganti Gajah Mada. Tidak ada kaderisasi.
7)      Gajah Mada sebagi Patih Amangkubumi memegang segala jabatan yang penting, ia tidak memberi kesempatan generasi penerus untuk tampil, sehingga setelah meninggalnya Gajah Mada tidak ada penggantinya yang cakap dan berpengalaman.
8)      Perang saudara yang dikenal sebagi Perang Paregreg antara Wikramawardhana dengan Wirabhumi. Perang saudara ini melemahkan kekuasaan Majapahit sehingga banyak wilayah kekuasaannya yang melepaskan diri.