Cari Disini

Kamis, 22 Maret 2018

Makalah Pengaruh Perpustakaan Sekolah terhadap Mutu Pendidikan



 Makalah
Pengaruh Perpustakaan Sekolah terhadap Mutu Pendidikan







Asti Rahmawati
Bimbingan dan Konseling
1301410012






UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
TAHUN AJARAN 2010/2011

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui seberapa besar pengaruh perpustakaan sekolah terhadap mutu pendidikan yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.

Makalah ini memuat tentang “Pengaruh Perpustakaan Sekolah terhadap Mutu Pendidikan di Sekolah” dan sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan.

Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada guru/dosen pembimbing yang telah banyak membantu penyusun agar dapat menyelesaikan makalah ini.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
B. IDENTIFIKASI MASALAH
C. PEMBATASAN MASALAH.
D. PERUMUSAN MASALAH.

BAB II PEMBAHASAN
A. TUJUAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH.
B. FUNGSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH.
C. SUMBANGAN PERPUSTAKAAN TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN DI SEKOLAH.

BAB III PENUTUP
A. SIMPULAN
B. SARAN

Daftar Pustaka.



BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH
Ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang dan mengalami kemajuan, sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan cara berpikir manusia. Bangsa Indonesia sebagai salah satu negara berkembang tidak akan bisa maju selama belum memperbaiki kualitas sumber daya manusia bangsa kita. Kualitas hidup bangsa dapat meningkat jika ditunjang dengan sistem pendidikan yang mapan. Dengan sistem pendidikan yang mapan, memungkinkan kita berpikir kritis, kreatif, dan produktif.

Dalam UUD 1945 disebutkan bahwa negara kita ingin mewujudkan masyarakat yang cerdas. Untuk mencapai bangsa yang cerdas, harus terbentuk masyarakat belajar. Masyarakat belajar dapat terbentuk jika memiliki kemampuan dan keterampilan mendengar dan minat baca yang besar. Apabila membaca sudah merupakan kebiasaan dan membudaya dalam masyarakat, maka jelas buku tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari dan merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.

Dalam dunia pendidikan, buku terbukti berdaya guna dan bertepat guna sebagai salah satu sarana pendidikan dan sarana komunikasi. Dalam kaitan inilah perpustakaan dan pelayanan perpustakaan harus dikembangkan sebagai salah satu instalasi untuk mewujudkan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. Perpustakaan merupakan bagian yang vital dan besar pengaruhnya terhadap mutu pendidikan.

Judul makalah ini sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan.

B. IDENTIFIKASI MASALAH (LATAR BELAKANG)
Sesuai dengan judul makalah ini “Pengaruh Perpustakaan Sekolah terhadap Mutu Pendidikan di Sekolah”, terkait dengan pelaksanaan program pendidikan di sekolah dan fungsi serta sumbangan perpustakaan terhadap pelaksanaan program tersebut.
Berkaitan dengan judul tersebut, maka masalahnya dapat diidentifikasi sebagai berikut :
1. Bagaimana peran perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah
2. Bagaimana cara agar perpustakaan sekolah benar-benar dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah ?

C. PEMBATASAN MASALAH.
Untuk memperjelas ruang lingkup pembahasan, maka masalah yang dibahas dibatasi pada masalah :
a. Peran perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah;
b. Cara-cara agar perpustakaan sekolah benar-benar dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.

D. Perumusan Masalah.
Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah tersebut, masalah-masalah yang dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana deskripsi peran perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah ?
2. Bagaimana deskripsi cara agar perpustakaan sekolah benar-benar dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah ?


BAB II
PEMBAHASAN

Perpustakaan merupakan bagian intergral dari lembaga pendidikan sebagai tempat kumpulan bahan pustaka, baik berupa buku maupun bukan buku.
Sesuai dengan judul makalah ini, pembahasan meliputi tujuan perpustakaan, fungsi perpustakaan dan sumbangan perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan.

A. TUJUAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH.
Tujuan utama penyelenggaraan perpustakaan sekolah adalah meningkatkan mutu pendidikan bersama-sama dengan unsur-unsur sekolah lainnya. Sedangkan tujuan lainnya adalah menunjang, mendukung, dan melengkapi semua kegiatan baik kurikuler, ko-kurikuler dan ekstra kurikuler, di samping dimaksudkan pula dapat membantu menumbuhkan minat dan mengembangkan bakat murid serta memantapkan strategi belajar mengajar.
Namun secara operasional tujuan perpustakaan sekolah bila dikaitkan dengan pelaksanaan program di sekolah, diantaranya adalah :
1. Memupuk rasa cinta, kesadaran, dan kebiasaan membaca.
2. Membimbing dan mengarahkan teknik memahami isi bacaan.
3. Memperluas pengetahuan para siswa.
4. Membantu mengembangkan kecakapan berbahasa dan daya pikir para siswa dengan menyediakan bahan bacaan yang bermutu.
5. Membimbing para siswa agar dapat menggunakan dan memelihara bahan pustaka dengan baik.
6. Memberikan dasar-dasar ke arah studi mandiri.
7. Memberikan kesempatan kepada para siswa untuk belajar bagaimana cara menggunakan perpustakaan dengan baik, efektif dan efisien, terutama dalam menggunakan bahan-bahan referensi.
8. Menyediakan bahan-bahan pustaka yang menunjang pelaksaanan program kurikulum di sekolah baik yang bersifat kurikuler, kokurikuler, maupun ekstra kurikuler.

B. FUNGSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH.
Berdasarkan tujuan perpustakaan sekolah, maka dapat dirumuskan beberapa fungsi perpustakaan, sebagai berikut :
1. Fungsi Edukatif.
Yang dimaksud dengan fungsi edukatif adalah perpustkaan menyediakan bahan pustaka yang sesuai dengan kurikulum yang mampu membangkitkan minat baca para siswa, mengembangkan daya ekspresi, mengembangkan kecakapan berbahasa, mengembangkan gaya pikir yang rasional dan kritis serta mampu membimbing dan membina para siswa dalam hal cara menggunakan dan memelihara bahan pustaka dengan baik.

2. Fungsi Informatif.
Yang dimaksud dengan fungsi informatif adalah perpustakaan menyediakan bahan pustaka yang memuat informasi tentang berbagai cabang ilmu pengetahuan yang bermutu dan uptodate yang disusun secara teratur dan sistematis, sehingga dapat memudahkan para petugas dan pemakai dalam mencari informasi yang diperlukannya.

3. Fungsi Administratif
Yang dimaksudkan dengan fungsi administratif ialah perpustakaan harus mengerjakan pencatatan, penyelesaian dan pemrosesan bahan-bahan pustaka serta menyelenggarakan sirkulasi yang praktis, efektif, dan efisien.
4. Fungsi Rekreatif.
Yang dimaksudkan dengan fungsi rekreatif ialah perpustakaan disamping menyediakan buku-buku pengetahuan juga perlu menyediakan buku-buku yang bersifat rekreatif (hiburan) dan bermutu, sehingga dapat digunakan para pembaca untuk mengisi waktu senggang, baik oleh siswa maupun oleh guru.
5. Fungsi Penelitian
Yang dimaksudkan dengan fungsi penelitian ialah perpustakaan menyediakan bacaan yang dapat dijadikan sebagai sumber / obyek penelitian sederhana dalam berbagai bidang studi.

C. SUMBANGAN PERPUSTAKAAN TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN DI SEKOLAH.
Bila diperhatikan secara jenih, maka perpustakan sekolah sesungguhnya memberikan sumbangan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah. Sumbangan / peranan perpustakaan antara lain :
1. Perpustakaan merupakan sumber ilmu pengetahuan dan pusat kegiatan belajar.
2. Perpustakaan merupakan sumber ide-ide baru yang dapat mendorong kemauan para siswa untuk dapat berpikir secara rasional dan kritis serta memberikan petunjuk untuk mencipta.
3. Perpustakaan akan memberikan jawaban yang cukup memuaskan bagi para siswa, sebagai tuntutan rasa keingintahuan terhadap sesuatu, benar-benar telah terbangun.
4. Kumpulan bahan pustaka (koleksi) di perpustakaan memberika kesempatan membaca bagi para siswa yang mempunyai waktu dan kemampuan yang beraneka ragam.
5. Perpustakaan memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mempelajari cara mempergunakan perpustakaan yang efisien dan efektif.
6. Perpustakaan akan membantu para siswa dalam meningkatkan dalam kemampuan membaca dan memperluas perbendaharaan bahasa.
7. Perpustakaan dapat menimbulkan cinta membaca, sehingga dapat mengarahkan selera dan apresiasi siswa dalam pemilihan bacaan.
8. Perpustakaan memberikab kepuasan akan pengetahuan di luar kelas.
9. Perpustakaan merupakan pusat rekreasi yang dapat memberikan hiburan yang sehat.
10. Perpustakaan memberikan kesempatan kepada para siswa dan guru untuk mengadakan penelitian.
11. Perpustakaan merupakan batu loncatan bagi para siswa untuk melanjutkan kebiasaan hidup membaca di sekolah yang lebih tinggi.
12. Kegairahan / minat baca siswa yang telah dikembangkan melalui perpustakaan sangat berpengaruh positif terhadap prestasi belajarnya.
13. Bila minat membaca sudah tumbuh dan berkembang pada diri siswa, maka perpustakaan juga dapat mengurangi jajan anak, yang ini biasanya dapat berpengaruh negatif terhadap kesehatan anak.
14. Bahkan perpustakaan juga bagi anak-anak dapat menjauhkan diri dari tindakan kenakalan, yang bisa menimbulkan suasana kurang sehat dalam hubungan berteman diantara mereka.

BAB III
PENUTUP

A. SIMPULAN
Berdasarkan uraian bahasan “Peranan Perpustakaan Sekolah terhadap Mutu Pendidikan di Sekolah” dapat disimpulkan bahwa :
1. Peranan perpustakaan sangat menunjang prestasi pendidikan di sekolah.
2. Perpustakaan sangat penting dan harus ada pada setiap sekolah di semua jenjang pendidikan.
3. Pengelolaan perpustakaan harus dilaksanakan sesuai dengan tujuan dan fungsinya

B. SARAN
Bertolak dari peranan perpustakaan yang begitu banyak sumbangsihnya dalam pelaksanaan program pendidikan di sekolah, penyusun memberikan saran sebagai berikut:
1. Sebaiknya perpustakaan dikelola sesuai dengan tujuan dan fungsinya.
2. Peran pengelola perpustakaan / pustakawan yang profesional hendaknya mendapatkan bekal yang cukup sehingga menjadi pustakawan yang handal dan profesional.
DAFTAR PUSTAKA

sumber= http://rizkythea.blogspot.com

tugas kuliah : Makalah tentang Manfaat Internet bagi Pelajar di dalam Pendidikan


Makalah tentang
Manfaat Internet bagi Pelajar di dalam Pendidikan
 






Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Teknik Penulisan Karya Ilmiah :

Dosen Pengampu :
Dra. Sinta Saraswati, M,Pd .Kons

SALMAN
1301410005
Rombel 3

JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2011

KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur saya panjatkatkan kehadirat Allah S.W.T berkat rahmatnya saya di beri kesehatan dan kemudahan dalam menyelesaikan makalah ini. Tanpa rahmat Allah mungkin saya tidak dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui seberapa besar pengaruh internet di kalangan pelajar yang disajikan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah S.W.T akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.

Makalah ini memuat tentang “Manfaat Internet bagi Pelajar di dalam Pendidikan ” dan sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH
Internet memberikan manfaat yang begitu besar tetapi di lain pihak internet menjadi suatu media informasi yang tidak mudah untuk di batasi. berbagai macam informasi dalam berbagai bentuk dan tujuan bercampur menjadi satu di mana untuk mengaksesnya hanya perlu satu sentuhan jari saja.
Berbagai informasi dengan mudah didistribusikan kepada pemakai internet. Terlepas dari dampak yang mungkin akan timbul, internet tetap merupakan suatu teknologi baru di bidang komputer dan komunikasi yang mampu memberikan berbagai kemudahan bagi para pemaikainya. Dalam beberapa tahun ke depan dapat di pastikan bahwa internet akan menjadi tulang punggung perkembangan komputer.
Judul makalah ini sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap Pelajar Indonesia.

B. RUMUSAN MASALAH
Sesuai dengan judul makalah ini “Manfaat Internet bagi pelajar di dalam Pendidikan”, terkait dengan program dan fasilitas di setiap sekolah terhadap teknologi informatika.
Berkaitan dengan judul, maka masalahnya dapat diidentifikasi sebagai berikut :
1. Bagaimana peran guru dalam proses pembelajaran menyikapi perilaku siswa saat menggunakan internet di sekolah ?
2. Bagaimana cara agar siswa tidak terjerumus hal-hal yang negatif dengan membuka situs-situs pornografi yang menyebabkan siswa tersebut akan berbuat kriminal  ?
Berdasarkan judul dan tema makalah, dapat di ambil suatu permasalahan yang di hadapi yakni seberapa pentingnya guru dalam memberi bimbingan agar siswanya tidak terjerumus hal-hal yang bersifat negatif.

C. TUJUAN PENULISAN
Penelitian ini dilakukan untuk dapat memenuhi tujuan-tujuan yang bermanfaat bagi semua orang. Tujuan secara rinci dari penulisan makalah ini adalah :
1.      Mengetahui kegunaan internet.
2.      Pengaruh internet bagi pelajar Indonesia.
3.      Mengetahui informasi lebih luas di seluruh dunia.


BAB II
PEMBAHASAN

A. Manfaat Internet bagi Pelajar

             Internet membuat dunia seolah tanpa abatas. Tanpa beranjak dari kursi warnet saja seseorang dapt berkeliling dunia, bertemu dan mengobrol dengan orang banyak, berkunjung ke banyak tempat, membaca banyak buku, dan memperoleh banyak nformasi terbaru. Keunggulan inilah yang di berikan oleh para pelajar.
             Lalu seberapa besarkah manfaat internet bagi para pelajar ? Tidaklah para pelajar lebih banyak menggunakan internet untuk bermain-main atau bahkan membuka situs-situs bermuatan pornografi?
             Sebagai sebuah bentuk teknologi internet bebas nilai. Ibarat koin yang memiliki dua sisi, sama seperti semua hal lain di dunia in. Satu sisi memberi manfaat positif, satu sisi lagi memberikan dampak negatif.
B. Manfaat Internet dalam Pendidikan

            Internet merupakan sebuah layanan yang memudahkan kita menambah wawasan, berkomunikasi, dan juga memudahkan kita untuk mencari suatu bahan yang mungkin sulit dicari secara nyata. melalui akses dunia maya internet ini, kita dapat menambah wawasan, berkomunikasi jarak jauh dan juga mencari informasi yang sangat kita butuhkan. Dalam dunia pendidikan internet dapat membantu siswa untuk mengakses berbagai informasi dan ilmu pengetahuan serta sharing riset antarsiswa terutama dengan mereka yang berjauhan tempat tinggalnya.


C. Dampak Positif Internet

Manfaat internet bagi pelajar antara lain :
1. Membuat pelajar terbiasa dengan teknologi komputter dan informasi
Pelajar bukan hanya menjadi “gaptek” alias gagap teknologi jika tak menguasai internet, namun juga akan kalah langkah dalam menuju masa depan yang penuh persaingan. Selain itu saat ini tak sedikit perguruan tinggi yang melakukan beberapa perkuliahan secara online.
2. Bahan pelajaran dan pengayaan
Materi pelajaran yang disampaikan guru sering tidak tuntas karena keterbatasan waktu. Pelajar dapat memperkaya dan memperdalam materi itu sendiri dengan memanfaatkan internet. Belajar tidak dilakukan hanya untuk mengejar angka namun juga untuk mempersiapkan meraih sukses di masa depan.
3.Memperluas wawasan
Bnayaknya informasi tidak hanya yang lokal namun juga global, yang dpat diperoleh melalui internet membuat wawasan para pelajar menjadi lebih terbuka.
4. Sarana komunikasi
Adanya layanan e-mail dan jejaringan sosial memudahkan pelajar berkomunikasi dengan pelajar lain yang berbeda sekolah, kota, bahkan negara.

 D. Dampak Negatif dari Internet
Kita memang tidak bisa menutup mata mengenai dampak negatif dari internet di kalangan pelajar seperti :
1. Pornografi
Tak cuma membuka situs-situs yang bermuatan porografi, namun ada juga yang menjadi pelaku pornografi itu sendiri. Tk sulit untuk mengunggah foto-foto, rekaman, atau video melalui internet.
2. Kecanduan game online
Keasyikan bermain game online ini sering membuat pelajar lupa waktu, melalaikan pelajaran, tak memperdulikan kesehatan (lupa makan, lupa istirahat bejam-jam menatap layar komputer), hingga bersikap boros (mulai dengan menghabiskan uang jajan pribadi, hingga uang spp atau uang membeli buku demi bermain game online).
3. Kecanduan jejaringan sosial
Jejaringan sosial seperti facebook, twitter sering membuat pelajar lupa belajar.
            Namun berdasarkan buku rahmatan lil’alamin nafsu Lawwamah  cenderung berbuat serakah, malas, selalu mengejar kenikmatan seperti halnya menggunakan internet dengan tidak semestinya, itu termasuk perbuatan-perbuatan yang tidak di sukai Allah S.W.T dan yang melakukannya akan berdosa.  

BAB III
PENUTUP

A. SIMPULAN
Berdasarkan  pembahasan “Manfaat Internet bagi Pelajar di dalam Pendidikan” dapat disimpulkan bahwa :
Peranan sekolah sangat menunjang peserta didik untuk menguasai teknologi informatikat dan berprestasi, Terutama guru sangat berperan penting untuk membimbing peserta didik agar dapat berpikir positif dan tidak terjerumus dalam kecanduan internet yang dapat menyebabkan siswa lupa belajar dengan begitu para siswa menjadi suka mencari informasi yang baik dari internet meskipun ada beberapa yang masih ebuka situs bermuatan negative. Jadi tidak semua siswa menggunakan internet dengan hal yang negative tetapi internet bagi kebanyakan siswa sangat mendukung proses pembelajaran di sekolah.


B. SARAN
Bertolak dari peranan guru yang begitu banyak sumbangsihnya dalam pelaksanaan program teknologi dan informatiaka internet di sekolah, penyusun memberikan saran sebagai berikut:
  1. Sebaiknya setiap guru perlu mengawasi siswanya di setiap berada di dalam laboratorium komputer.
  2. Guru harus membimbing muridnya agar tidak membuka situs-situs pornografi.
  3. Di laboratorium komputer di lengkapi CCTV.
DAFTAR PUSTAKA

Elmubarok, Zaim., Rahmatan Lil’alamin

Makalah tentang Motivasi Belajar Mahasiswa Semester Awal


Makalah tentang
Motivasi Belajar Mahasiswa Semester Awal
 



LAMBANNG UNNES LAMA




Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Teknik Penulisan Karya Ilmiah :

Dosen Pengampu :
Dra. Sinta Saraswati, M,Pd .Kons

Ananda
1301417009
Rombel 3

JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2011

KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur saya panjatkatkan kehadirat Allah S.W.T berkat rahmatnya saya di beri kesehatan dan kemudahan dalam menyelesaikan makalah ini. Tanpa rahmat Allah mungkin saya tidak dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui seberapa besar motivasi belajar mahasiswa semester awal yang disajikan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah S.W.T akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.

Makalah ini memuat tentang “Motivasi Belajar Mahasiswa Semester Awal ” dan sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.

Penulis


BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
            Menjadi mahasiswa sangat diidamkan oleh sebagian anak muda. Terbukti, pendaftar perguruan tinggi (PT), baik negeri maupun swasta, dari tahun ke tahun selalu meningkat. Mahasiswa ditempatkan pada strata tinggi di masyarakat. Mereka diberi predikat agen perubahan, sosok idealis, cerdas, pandai, sukses, dan dikenal sebagai penggerak reformasi. Barangkali itulah yang membuat kaum muda menjadi mahasiswa.

            Namun ada hal lain yang perlu diperhatikan calon mahasiswa. Itulah pergaulan dan gaya hidup. Gaya hidup mahasiswa berbeda dari siswa. Siswa masih sepenuhnya dibimbing guru di sekolah. Adapun mahasiswa dianggap sebagai orang dewasa yang dibebaskan.

            Jangan lupa, mahasiswa wajib menjaga nilai-nilai luhur di masyarakat. Jangan malah merusak tatanan moral. Coba perhatikan pergaulan metropolitan ala mahasiswa saat ini. Tata krama dan sopan santun dilupakan. Dengan alasan agar diterima dalam komunitas, mahasiswa terbawa arus pergaulan bebas. Sikap labil dan mencari jati diri membuat mereka mudah terprovokasi. Karena itu, sebagai orang dewasa, kita harus mampu membedakan yang baik dan buruk serta tetap menjadi diri sendiri.

            Aktivitas mahasiswa yang hanya kos, kampus, dan kantin menambah besar peluang untuk dunia gemerlap (dugem) — pergaulan yang tak bermanfaat. Mahasiswa tipe itu memiliki banyak waktu luang untuk hura-hura yang tak jelas.a
Sebaiknya salurkan kreativitas untuk kegiatan yang jelas dan bermanfaat. Bergabunglah dengan unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang sesuai dengan minat dan bakat sehingga jadi solusi untuk menyalurkan waktu, tenaga, dan pikiran ke hal positif dan jelas.

Judul makalah ini sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap masa depan mahasiswa Indonesia.



B. RUMUSAN MASALAH
Sesuai dengan judul makalah ini “Motivasi Belajar Mahasiswa Semester Awal”, terkait dengan maslah-maslah mahasiswa untuk menyesuaikan diri pada semester awal.
Berkaitan dengan judul, maka masalahnya dapat diidentifikasi sebagai berikut :
1. Bagaimana peran mahasiswa dalam proses pembelajaran menyikapi cara belajar yang di tuntut untuk kreatif dan kritis?
2. Bagaimana cara agar mahasiswa tidak terjerumus hal-hal yang negatif di lingkungan kos dan kampus  ?
Berdasarkan judul dan tema makalah, dapat di ambil suatu permasalahan yang di hadapi yakni seberapa pentingnya kemandirian dalam memberi menyesuaikan diri dengan suasana yang baru dan di tuntut mandiri agar tidak terbawa pergaulan bebas.

C. TUJUAN PENULISAN
Penelitian ini dilakukan untuk dapat memenuhi tujuan-tujuan yang bermanfaat bagi semua orang. Tujuan secara rinci dari penulisan makalah ini adalah :
1.      Mengetahui sebatas mana mahasiswa dapat mandiri di luar kota.
2.      Pengaruh mahasiswa di dalam lingkungan masyarakat sekitar.
3.      Mahasiswa dapat berfikir kritis sebagai prantara masyarakat (again of changes group).

 BAB II
PEMBAHASAN

A. Perilaku Belajar Mahasiswa di Indonesia
            Belajar merupakan hak setiap orang, akan tetapi kegiatan belajar di suatu perguruan tinggi merupakan suatu hak istimewa karena hanya orang yang memenuhi syarat saja yang berhak belajar di lembaga pendidikan tinggi tersebut.

            Dengan pengakuan tersebut, harapan adalah bahwa seorang yang telah mengalami proses belajar secara formal akan mempunyai wawasan, pengetahuan, keterampilan, kepribadian dan perilaku tertentu sesuai dengan apa yang ingin dituju oleh lembaga pendidikan. Perilaku belajar bagi mahasiswa Indonesia menganggap kuliah merupakan sumber pengatahuan utama, bahkan satu-satunya, sehingga catatan kuliah merupakan jimat yang ampuh dan dosen merupakan dewa pengetahuan.

            Lingkungan belajar seperti ini menempatkan dosen menjadi seperti tukang sulap yang kelihatan pintar tetapi hanya karena mengetahui muslihat-muslihat (tricks) yang sengaja disembunyikannya dan kemudian menjual pengetahuan tersebut melalui perkuliahan.

            Kebanyakan mahasiswa di Indonesia memperoleh pengetahuan sedikit demi sedikit seperti membeli kue dari sebuah warung. Kekeliruan persepsi ini bukan semata-mata kesalahan mahasiswa, persepsi tersebut dapat timbul justru dari sikap dosen yang secara tidak sadar telah menciptakan kondisi demikian.
Akibatnya, mahasiswa kebanyakan mempunyai perilaku untuk hanya datang, duduk,dengar dan catat [D3C]. Catatan kuliah dianggap sumber pengetahuan dan bahkan kalau perlu mahasiswa tidak usah datang ke kuliah tetapi cukup dengan mengkopi.

            Karena pendekatan pengendalian proses belajar-mengajar di kelas yang kurang mendukung, banyak mahasiswa yang merasa nyaman menjadi "mesin dengar kopi". Kalau tujuan individual akan dicapai secara efektif, kuliah harus dilakasnakan secara konsekuen.



B. Faktor Bertemu Dosen dengan Mahasiswa

            Mahasiswa dan dosen mempunyai kedudukan yang sama dalam akses terhadap pengetahuan. Dengan konsep ini, pengetahuan merupakan barang bebas, walaupun diperlukan biaya untuk memperolehnya. Dosen berbeda dengan mahasiswa karena wawasan dan pengalaman-pengalaman berharga yang dimiliki pada pengetahuannya.

            Wawasan dan pengalaman dosen diperoleh karena mereka telah mengalami proses belajar serta pergaulannya dengan para praktisi atau karena riset serta penelitian yang dilaksanakan. Dengan demikian, kuliah harus diartikan sebagai forum untuk mengkonfirmasikan pemahaman mahasiswa terhadap pengetahuan yang bebas tersebut.

            Fakta yang tidak dapat dihindari adalah bahwa waktu kuliah (tatap muka) adalah sangat pendek dan terbatas. Di pihak lain, cukupan materi kedalaman pemahaman tidak dapat diberikan secara seketika dalam waktu pendek tersebut.

            Masalahnya adalah, apakah yang harus dikerjakan dalam waktu yang sangat pendek dan terbatas tersebut ? Kalau kuliah diisi dengan kegiatan yang sebenarnya mahasiswa dapat melakukannya sendiri di luar jam temu kelas.

            Maka kelas tersebut sama sekali tidak mempunyai nilai tambah. Tidak terjadi proses belajar yang sesungguhnya, yang terjadi adalah pengalihan catatan dosen ke catatan kuliah mahasiswa melalui proses "mesin dengar kopi", sebuah proses yang bahkan jauh lebih primitif dibandingkan dengan fotokopi.

            Keefektifan temu kelas dalam menunjang proses belajar sangat bergantung pada pemahaman konsepsi dosen dan mahasiswa terhadap arti temu kelas. Kesenjangan pengertian dapat menimbulkan frustasi di kedua belah pihak.

C. Faktor Sarana dan Prasarana Mahasiswa

            Faktor lain terbatasnya sarana dan prasarana (buku, artikel, komputer) yang tersedia untuk bisa akses dalam pemberdayaan dan pengembangan diri. Situasi ini membuat kita berada pada disadvantaged position.

            Sudah saatnya sekarang kita bersama-sama mengartikan proses belajar merupakan kegiatan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap materi pengetahuan sebagai hasil kegiatan belajar mendiri. Agar image dosen tukang sulap, mahasiswa yang telah terlanjur menjadi "mesin dengar kopi" dapat ditingkatkan menjadi proses belajar mandiri, komunikatif, dinamis dan inovatif.
D. Penyeab Kemalasan Mahasiswa
  1. Tempat bermain game online
  2. Komputer tidak hanya di gunakan untuk mengerjakan tugas tetapi juga jejaring sosial seperti facebook, twitter hingga lupa waktu.
  3. Godaan kondisi lingkungan di kota besar yang ramai.

BAB III
PENUTUP

A. SIMPULAN
Berdasarkan  pembahasan “Motivasi Belajar Mahasiswa Semester Awal” dapat disimpulkan bahwa :
Peranan orang tua di rumah dan kondisi lingkungan di sekitar kos sangat mempengaruhi proses belajar anak dan di kampus konsultasi dengan dosen yang perlu di lakukan. Namun kesadaran mahasiswa itu sendiri untuk dapat menyesuaikan diri dan mencari tempat yang sesuai dengan cara belajar anak tersebut. Walaupun masih banyak mahasiswa semester awal yang belum bisa menyesuaikan diri dengan tempat kos dan cara pembelajaran di kampus yang berbeda jauh dengan kondisi saat di rumah dan di SMA dulu. Jadi tidak semua mahasiswa dapat menyesuaikan diri dengan tempat barunya, tetapi ada juga mahasiswa yang mampu menyesuaikan dirinya dengan baik.


B. SARAN
Bertolak dari peranan orang tua, dosen, dan lingkungan sekitar kos yang begitu banyak sumbangsihnya dalam pelaksanaan perkuliahan di kampus karena dirinya sudah menjadi mahasiswa, penyusun memberikan saran sebagai berikut:
  1. Sebaiknya orang tua perlu mengawasi anaknya walaupun dengan Hp, dan e-mail agar dapat belajar dengan baik.
  2. Dosen harus membimbing mahasiswanya agar tidak jenuh dalam perkuliahan.
  3. Mahasiswa itu sendiri perlu menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang baru.
DAFTAR PUSTAKA
Sura Merdeka Pergaulan-Metropolitan-ala-Mahasiswa.htm
SUARA WARGA - Perilaku Belajar Mahasiswa di Indonesia.htm