Cari Disini

Minggu, 18 Februari 2018

RESENSI BUKU : Candi Prambanan

IDENTITAS BUKU
a.)     Judul                            : Candi Prambanan
b)      Nama Pengarang         : Daniel Agus Maryanto
c)      Penerbit                       : PT Citra Aji Parama
d)      Tahun terbit                 : 2007
e)       Cetakan                      : Pertama
f)       Halaman                      : iii + 45

SINOPSISI
CANDI PRAMBANAN
            Resensi buku Candi Prambanan karya Daniel Agus Maryanto ini menceritakan tentang legenda Candi Prambanan. Tidak hanya tentang legenda Candi Prambanan, lokasi Candi Prambanan, tetapi juga bagian-bagian Candi Prambanan dan arca dewa.
            Buku ini menceritakan tentang legenda Candi Prambanan, yang mana Bandung Bondowoso telah membunuh Prabu Baka. Bandung Bondowoso berniat mengambil Rara Jonggrang putri Prabu Baka sebagai istrinya. Karena Rara Jonggrang sakit hati karena terbunuhnya ayahnya. Rara Jonggrang mengajukan syarat untuk membuat seribu candi dalam satu malam.
            Namun, Bandung Bondowoso mendatangkan ribuan jin untuk membangun Candi Prambanan. Rara Jonggrang tak kehabisan akal, Rara Jonggrang dan semua gadis yang berada di Prambanan menyalakan obor, menumbuk padi, dan ayam jago yang berkokok. Raden Bondowoso pun marah melihat usaha Rara Jonggrang dan mengutuk Rara Jonggrang sebagai penggenap patung keseribu dan gadis-gadis prambanan dikutuk menjadi perawan tua.
             Lokasi Candi Prambanan di Desa Karangasem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dan dikelola oleh PT. Taman Wisata Candi Borobudur dan Prambanan.
            Candi Prambanan dibagi 3 bagian yaitu Halaman III (jaba), Halaman II (tengahan), dan Halaman I (pusat/jeroan). Candi halaman pusat adalah Candi Siwa, Candi Wisnu, Candi Brahma, Candi Wahana, Candi Nandi, Candi Angsa, Candi Garuda, Candi Apit, Candi Kelir, dan Candi Patok.
            Arca dewa utama antara lain Dewa Siwa, Dewa Brahma, dan Dewa Wisnu.  Arca dewa pengiring antara lain Agastya, Ganesha, Mahakala, dan Nandiswara. Arca dewa lokapala dipahat di dinding sejumlah 24 buah.
            Buku ini juga menjelaskan dalam bentuk kalimat yang tidak terlalu rumit sehingga mudah dipahami oleh pembacanya. Walaupun disajikan dalam kalimat simpel dan sederhana, buku ini menyajikan gambar-gambar yang berwarna sehingga tidak membosankan. Namun, sampul buku ini kurang menarik pembacanya karena gambar Candi Prambanan terlihat kusam dan kurang megah.

Kelebihan
Ceritanya bagus
Kekurangan
Bahasanya masih susah dipahami karena masih pakai bahasa tempo dulu
Amanat
Kita tidak boleh ingkar janji

Lihat dan baca juga Resensi bertemakan Sejarah disini

Resensi Buku : Kupilih Jalan Gerilya

Identitas Buku
Judul                 : Kupilih Jalan Gerilya
Penulis           : E. Rokajat Asura
Penerbit            : Imania
Tempat Terbit   : Depok
Tebal                 : 270 halaman
Tahun Terbit     : 2015
Sinopsis
Didalam buku ini menceritakan tentang perjalanan Jenderal Soedirman yang pada saat itu mengalami sakit TBC saat akan bergerilya, namun sebelum Soedirman akan bergerilya  bung karno tidak mengizinkan Soedirman bergerilya. Namun dengan semangat juang yang tinggi Soedirman tetap melanjutkan tekad nya itu. Ketika Soedirman bergegas untuk bergerilya , Alfiah istri Soedirman sedang mengandung 5 bulan, berat rasanya meninggalkan, namun demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 
Soedirman melangkah keluar menuju hutan yang gelap dan dinginnya gunung pada malam hari. Kesehatan yang tidak memungkinkan untuk soedirman berjalan kaki. Penghianat diduga berada didekat mereka ,namun dengan strategi soedirman dan berkat tuhan pengejaran belanda selalu gagal. Soedirman juga pernah dikepung belanda, namun dengan akal cerdiknya soedirman dan anak buahnya menyamar menjadi orang yang sedang diadakan sebuah pengajian.
Dengan liku liku perjalanan yang tidak mudah, soedirman harus ditandu. soedirman dan anak buahnya terus melanjutkan perjalanan dan berhasil merebut kembali daerah yang telah dikuasai belanda. Setelah soedirman mendapat sebuah surat dari komandan divisi II Gatot Soebroto yang juga sahabatnya, soedirmanpun kembali ke Yogyakarta. Namun sayang soedirman harus menghembuskan nafas terakhirnya di pangkuan sang istri dan anak anaknya.

Kekurangan dan Kelebihan
Kelebihan
*Kisahnya bagus, sangat mengharukan, bisa dijadikan inspirasi.
Kekurangan
*Bahasa yang digunakan sulit dipahami

Lihat dan baca juga Resensi bertemakan Sejarah disini