Cari Disini

Kamis, 12 September 2013

Menyaksikan Belanda Mengenang Soekarno dan Indonesia Raya



Artikel ini ditulis dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada seorang Menteri Negara. Saya tergerak menulis hal ini, setelah membaca berita tentang insiden yang menimpa Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo. Diberitakan, Roy Suryo lupa lirik saat menyanyikan lagu “Indonesia Raya” (Kompas, 28/8/2013).

Walaupun banyak orang sering lupa lirik lagu “Indonesia Raya”, namun karena Roy Suryo seorang menteri, tentu kesalahannya itu menimbulkan kehebohan. Semakin penting kedudukan seseorang di dalam masyarakat, maka masyarakat mengharapkan semakin sempurna pula sosok yang bersangkutan. Kekhilafan Roy Suryo memberi pelajaran. Yaitu bagaimana tidak remehnya gelombang yang ditimbulkan jika lagu kebangsaan tidak dihafalkan dengan baik (apalagi oleh seorang pejabat negara).

***

Insiden Roy Suryo itu, membuat saya teringat bagaimana teks lagu “Indonesia Raya” dan Soekarno sebagai simbol bangsa Indonesia, dihormati oleh Belanda, yang saya saksikan pamerannya, diselenggarakan oleh Verzetsmuseum (Museum Verzet) di Belanda.

Di Belanda, teks lagu “Indonesia Raya” yang dipamerkan itu terlihat tertulis di secarik kertas yang warnanya sudah tua, menguning dimakan usia. Namun teks lagu itu kelihatan terhormat, disimpan dengan aman di lemari kaca terkunci, dan diperlihatkan kepada publik di Museum Verzet di Amsterdam. Pameran ini diadakan untuk mengenang perjalanan Hindia Belanda hingga berdiri sebagai negara berdaulat, bernama Republik Indonesia.

Di pameran itu, teks lagu “Indonesia Raya” terpajang apik beralas kain kecoklatan, dengan dihiasi sekuntum kembang di samping teks itu.

Di samping teks lagu “Indonesia Raya”, juga ada deskripsi tentang pencipta lagu, kapan lagu diciptakan dan latar belakang diciptakannya lagu Indonesia Raya itu. Yang menarik, lirik lagu itu masih dalam versi asli, belum diutak-atik hingga menjadi versi yang kita kenal sekarang ini.

Kadang di jadwal tertentu, museum ini menyelenggarakan program khusus, misalnya pameran yang saya saksikan ini. Pameran tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia ini digelar di Belanda, April lalu.

Di kesempatan itu, Belanda memamerkan berbagai jejak historis antara lain jejak perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Yang menggetarkan perasaan adalah saat saya melihat senjata bambu runcing, di ujungnya tersimpul bendera merah putih. Ada juga poster dan foto para pejuang Indonesia, film dokumenter tentang perjuangan Indonesia, dan seterusnya.

Pada setiap foto, poster, dan benda lainnya, ada deskripsi tentang latar belakang kejadian historis yang dijelaskan lengkap. Misalnya foto pejuang, dijelaskan kejadiannya, tahun terjadinya peristiwa, latar belakangnya terjadinya, dan seterusnya. Sehingga wawasan pengunjung diperkaya dengan berbagai informasi itu.

Sistem audio visual di museum ini dimaksimalkan sedemikian rupa, sehingga pengunjung seakan memasuki suasana perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kadang-kadang terdengar sayup-sayup terdengar suara tembak-menembak ataupun suara mortir, juga suara rakyat yang panik di tengah peperangan. Sementara itu di sudut lain, ada film pendek yang memperlihatkan Soekarno dan Hatta.

Di bawah ini foto para pejuang Indonesia yang dipamerkan di Museum Verzet. Di sela-sela foto pejuang, melalui sound effect, kadang terdengar di segala sudut pekik “MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA…!!!

Yang menarik, ada penjelasan bahwa kesengsaraan rakyat Indonesia akibat sistem kolonialisme, membuat bangkitnya kesadaran rakyat untuk menuntut kemerdekaan. Saya salut, karena penjelasan dideskripsikan secara “ilmiah”, dingin, berjarak, tak berusaha menutup-nutupi kesalahan Belanda. Padahal pameran ini diadakan oleh pihak Belanda, pihak yang pernah menjajah Indonesia.

Bahkan seakan sportif mengakui kesalahan mereka, Belanda dengan berbesar hati menampilkan plakat berisi ejekan orang Indonesia terhadap orang Belanda yang pernah ditempelkan di tembok-tembok di Indonesia saat zaman perjuangan. Isinya ditulis dalam bahasa Belanda, sebagai berikut: “Orang-orang Belanda tidak tahu malu. Ayo, pergi saja sana ke negeri kodok-mu!”

Yang menarik, di sudut lain tak henti-hentinya suara Soekarno yang sedang berpidato diperdengarkan. Terus terang, saya merasa merinding dan terharu saat mendengar Soekarno berpidato mengobarkan perjuangan rakyat, diperdengarkan di museum di Belanda ini. Suara Soekarno lantang bergema, berapi-api.

Juga terdengar jelas suara Soekarno pada saat membacakan naskah proklamasi. “Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia…… “ Sesudah pembacaan teks proklamasi itu, lalu diperdengarkan lagu “Indonesia Raya”.

Mungkin terdengar lebay, tapi mendengar suara Soekarno dan lagu Indonesia Raya, membuat mata saya berkaca-kaca. Buset! Saya yang jarang menangis, bahkan nonton film sedih pun tidak menangis, malah menjadi cengeng di antara foto pejuang yang gagah berbambu runcing!

Mungkin karena suasana ini terasa lain efeknya buat saya, dan begitu menyentuh perasaan, karena saya merasakannya pada saat berada jauh dari Tanah Air.

Cara Belanda mempresentasikan perjuangan kemerdekaan Indonesia di museum ini, membuat Indonesia terkesan jaya di negeri asing ini.

Soekarno adalah bapak bangsa, dan penghormatan kepada Sukarno bisa terasa di museum ini. Tampak naskah proklamasi tulisan tangan Soekarno juga dipamerkan di dalam lemari kaca tertutup. Juga terpajang foto klasik, yaitu moment saat proklamasi kemerdekaan Indonesia dikumandangkan.

Mendengar suara Soekarno diperdengarkan berulang-ulang, dan pekik “merdeka” yang berulang-ulang di museum itu… menimbulkan rasa haru terhadap perjuangan para pejuang dan founding fathers negara Republik Indonesia.

***

Kembali ke isu aktual tentang kesalahan Roy Suryo saat menyanyikan Indonesia Raya, yang menuai kontroversi. Semoga hal ini tak perlu terulang, terutama tidak terjadi pada generasi selanjutnya.

Jangan sampai terjadi seperti yang pernah ditayangkan oleh salah satu stasiun TV di Indonesia, di program yang dibawakan oleh presenter Vincent Rompies.

Di tayangan itu, Vincent bertanya kepada seorang pelajar SMA, “Siapa pencipta lagu “Indonesia Raya?”

Pelajar itu menjawab, “Soekarno!”. Vincent yang kesal dengan jawaban ini, lalu menanggapi, “Ooo, jadi Soekarno itu presiden juga, pencipta lagu juga… Terus Wage Rudolf Supratman itu ngapain?”

Pelajar itu menjawab enteng, “Bantu-bantu, Pak… kayaknya!

Selasa, 10 September 2013

chord j-rock - perjalanan



intro:  A B 3x C#m B
         A B 3x C#m B

       A                             E
Perjalanan panjang menyenangkan yang kita lalui
        A                        C#m  B
Jadikan kenangan tersimpan bersama sama
          A                   G#m
Segala canda tawa dan ceria terangkai disini
       A                
Jadi bagian cerita, perjalanan ini

         A                        E
Ingatkah kau kawan akan janji dan impian kita
         A                      C#m   B
Hingga kini mimpi kita tak akan terhenti
         A                    G#m
Kita selalu bersama takkan pernah terpisah
          F#m               B
Selalu bersuka cita nikmati dunia

reff:
A           B          E              G#m
Bersinarlah terus bagaikan bintang-bintang
     A          B             E    G#m
Menyinari malam kelam yang datang
A             B          E         G#m
Terbanglah tinggi arungi luas angkasa
     F#m       G#m          C#m
Melintasi bumi langit dan semesta
        F#m          G#m    
ntuk menggapai mimpi kita semua

int: C#m E C#m F#m 4x

solo: A B C#m E 2x
       F#m G#m 3x A

         A                    G#m
Kita selalu bersama takkan pernah terpisah
          F#m               B
Selalu bersuka cita nikmati dunia

reff:
A           B          E              G#m
Bersinarlah terus bagaikan bintang-bintang
     A          B             E    G#m
Menyinari malam kelam yang datang
A             B          E         G#m
Terbanglah tinggi arungi luas angkasa
     F#m       G#m          C#m
Melintasi bumi langit dan semesta
        F#m          G#m      A B A B
ntuk menggapai mimpi kita semua
    A B C#m B
semua

outro: A B A
          A B C#m B A

Lihat Tangga Lagu Terbaru (Chart) Bulan ini

Senin, 09 September 2013

kunci gitar aku memilih setia - fatin sidqia lubis



G                                              C
Ada banyak cara Tuhan menghadirkan cinta

Am                               D
Mungkin engkau adalah salah satunya

Em                                  Am
Namun engkau datang di saat yang tidak tepat

C                  D          G
Cintaku telah dimiliki


Reff
                      C        D         Em
Inilah akhirnya harus ku akhiri

                  Am         D          G
Sebelum cintamu semakin dalam

             C           D         Em
Maafkan diriku memilih setia
om
                   Am    Bm       C        D        G
Walaupun kutahu cintamu lebih besar darinya

G                                        C
Maafkanlah diriku tak bisa bersamamu

Am                                     D
Walau ku sadar tulusnya rasa cintamu

Em                                    Am
Takkan mungkin untuk membagi cinta tulusku

C            D            G
Dan aku memilih setia

back to Reff

C                               G
Seribu kali logika untuk menolak

C                  D                               G
Tapi ku tak bisa bohongi hati kecilku

C                                G        Em
Bila saja diriku ini masih sendiri

C         Bm                       C            D
Pasti ku kan memilih … kan memilih m

Kamis, 05 September 2013

5 fakta tentang mezut :mesiu: oezil

1. Dia Merupakan Pemain Paling Kreatif di Sepakbola Eropa
Berdasarkan dari situs resmi Ozil, pemain 24 tahun itu telah memainkan 353 pertandingan resmi baik untuk klub, maupun Timnas Jerman. Sisi menariknya adalah, Ozil telah membuat 12.647 passing (85 persen sukses), mencetak 59 gol dan yang paling penting dia menciptakan 122 assist.

2. Teknik Bola yang Indah
Para pencita sepakbola Eropa bisa membuktikan fakta bahwa Mesut Ozil merupakan pemain yang menarik untuk ditonton di lapangan. Terlepas dari bayang-bayang Cristiano Ronaldo, Ozil sering memamerkan kualitasnya secara konsisten dengan penguasaan bola yang baik. Visi ‘mata elang’ dan gol-gol yang dicetak berguna dari waktu ke waktu.

Ozil juga menjadi ancaman bagi penjaga gawang lawan, karena memiliki tendangan jarak jauh yang akurat. Bahkan, secara luas banyak pengamat sepakbola bahwa dia sekarang ini sering dibanding-bandingkan dengan Lionel Messi, Zinedine Zidane, dan Luis Figo.

3. Memiliki Darah Turki
Anda mungkin enggak perlu berbicara atau belajar bahasa Jerman untuk mengetahui kalau Mesut Ozil bukan nama asli bangsa itu. Dia adalah generasi ketiga Turki-Jerman yang merupakan keturunan kurdi. Ozil lahir di kota pertambangan Ruhr, Gelsenkirchen di mana dia menghabiskan masa kecilnya di Schalke 04.

Ayah Ozil bernama Mustafa Ozil, pindah ke Jerman pada saat berusia dua tahun dan nenek moyangnya berasal dari sebuah kota di Utara Turki yang disebut Derek. Uniknya kota ini bercuaca dingin selama musim panas, dan memilki cuaca hangat di saat memasuki musim dingin.

4.Sempat Dijuluki “der Neue Diego”
Diego Ribas da Cunha adalah gelandang serang Brasil yang sempat menghujani jendela transfer dengan dikaitkan beberapa klub besar Eropa, sebelum akhirnya kini menetap di VFL Wolfsburg.

Mendarat di Eropa, Diego memilih FC Porto, sebagai suksesor Deco yang hengkang ke Barcelona. Kemudian Diego bergabung bersama Werder Bremen dan membantu klubnya meraih DFB Pokal pada musim 2009. Setelah bermain apik, dia kemudian pergi ke Juventus, namun sayang dia meredup bersama Nyonya Tua.

Sementara Mesut Ozil tiba di Bremen dan akrab dipanggil “der Neue Diego” (Diego Berikutnya). Seperti Diego, Ozil diprioritaskan bermain di belakang stiker. Ozil pun mengukir namanya dengan mencetak gol untuk kemenangan Bremen menjuarai DFB Pokal dan membantu membawa Bremen tampil di Final Piala UEFA.

5. Roda Penggerak di Timnas Jerman
Meski berdarah Turki, namun Ozil lebih memilih untuk memperkuat Timnas Jerman Senior dan melakukan debutnya pada Februari 2009. Di Piala Dunia 2010 penampilannya sangat menonjol di fase grup, hingga membawa Tim Panser mencapai peringkat ketiga, usai mengalahkan Uruguay.

Penampilan apik Ozil berlanjut ke kualifikasi Euro 2012, dia menciptakan tujuh assist untuk rekan setimnya, yang membuatnya dinobatkan sebagai pemain paling kreatif selama kualifikasi. Dengan segala pencapaiannya di Timnas Jerman, Ozil layak dijadikan roda penggerak yang akan mengancam tim lawan di Piala Dunia 2014.

chord guitar your guardian angel (red jumpsuit apparatus)

Intro
F     C     D     B     C#

Verse
F      C        D
When I see your smile
B                 F      C     D     B
Tears run down my face I can't replace
F                              C
And now that I'm stronger I've figured out
         D                    B
How this world turns cold and breaks through my soul
      F         C         D               B
And I know I'll find deep inside me I can be the one

F            C
I will never let you fall
D                      B
I'll stand up with you forever
F                     C
I'll be there for you through it all
D                  B                 F
Even if saving you sends me to heaven

    C        D        B
It's ok. It's ok. It's ok.
F
Seasons are changing
    C
And waves are crashing
    D                 B
And stars are falling all for us
F                    C
Days grow longer and nights grow shorter
  D                 B
I can show you I'll be the one


F            C
I will never let you fall
D                      B
I'll stand up with you forever
F                     C
I'll be there for you through it all
D                  B
Even if saving you sends me to heaven

    F          C          D
Cuz you're my, you're my, my true love, my whole heart
B                       C#
Please don't throw that away
    F        C
Cuz I'm here for you
D
Please don't walk away,
B                     C#
Please tell me you'll stay, stay

F        C       D       B        C#

F             C
Use me as you will
         D                 B
Pull my strings just for a thrill
F                   C
And I know I'll be ok
          D                 B
Though my skies are turning gray


F            C
I will never let you fall
D                      B
I'll stand up with you forever
F                     C
I'll be there for you through it all
D                  B
Even if saving you sends me to heaven
(Keep repeating as long as you want)

Rabu, 04 September 2013

Kord Gitar Bullet For My Valentine - Tears Don't Fall [Acoustic]

Intro: F - G - F - G - Am - G - F
      F - G - F - G - Am - G - Am
Verse:
Am                     F         G
With blood shot eyes I watch you sleeping
Am                         F          G
The warmth I feel beside me is slowly fading
         Am           F          G
Would she hear me if I called her name?
         Am             F       G
Would she hold me if she knew my shame?

Prechorus:
Am
There's always something different going wrong
F                        G
The path I walk's in the wrong direction
Am
There's always someone fucking hanging on
F                   G
Can anybody help me make things better?

Chorus:
F                G
Your tears don't fall
                        F
They crash around me
              G         Am   -    G       F
Her conscience calls the guilty to come home
F                G
Your tears don't fall
                        F
They crash around me
              G         Am   -    G       Am
Her conscience calls the guilty to come home

Verse:
Am                F         G
The moments died, I hear no screaming
Am                        F           G
The visions left inside me are slowly fading
         Am           F          G
Would she hear me if I called her name?
         Am             F       G
Would she hold me if she knew my shame?

Prechorus:
Am
There's always something different going wrong
F                        G
The path I walk's in the wrong direction
Am
There's always someone fucking hanging on
F                   G
Can anybody help me make things better?

Chorus:
F                G
Your tears don't fall
                        F
They crash around me
              G         Am   -    G       F
Her conscience calls the guilty to come home
F                G
Your tears don't fall
                        F
They crash around me
              G         Am   -    G       Am
Her conscience calls the guilty to come home

Solo:
Am - Am - F - G    x4

         Am           F          G
Would she hear me if I called her name?
         Am             F       G
Would she hold me if she knew my shame?

Prechorus:
Am
There's always something different going wrong
F                        G
The path I walk's in the wrong direction
Am
There's always someone fucking hanging on
F                   G
Can anybody help me make things better?

Chorus:
F                G
Your tears don't fall
                        F
They crash around me
              G         Am   -    G       F
Her conscience calls the guilty to come home
F                G
Your tears don't fall
                        F
They crash around me
              G         Am   -    G    (pause)
Her conscience calls the guilty


F                G
Your tears don't fall
                        F
They crash around me
              G         Am   -    G       F
Her conscience calls the guilty to come home


F - G - F - G - Am - G - F
Your tears don't fall

End on
F