Cari Disini

Jumat, 23 Februari 2018

Media Pembelajaran (Pengertian, Jenis, Prinsip dan manfaat)

Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari kata medium yang secara harfiah artinya perantara atau pengantar. Banyak pakar tentang media pembelajaran yang memberikan batasan tentang pengertian media. Menurut EACT yang dikutip oleh Rohani (1997 : 2) “media adalah segala bentuk yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi”. Sedangkan pengertian media menurut Djamarah (1995 : 136) adalah “media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai Tujuan pembelajaran”.
Selanjutnya ditegaskan oleh Purnamawati dan Eldarni (2001 : 4) yaitu :
“media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga terjadi proses belajar”.
a. Jenis – jenis Media pembelajaran
Banyak sekali jenis media yang sudah dikenal dan digunakan dalam penyampaian informasi dan pesan – pesan pembelajaran. Setiap jenis atau bagian dapat pula dikelompokkan sesuai dengan karakteristik dan sifat – sifat media tersebut. Sampai saat ini belum ada kesepakatan yang baku dalam mengelompokkan media. Jadi banyak tenaga ahli mengelompokkan atau membuat klasifikasi media akan tergantung dari sudut mana mereka memandang dan menilai media tersebut.
Penggolongan media pembelajaran menurut Gerlach dan Ely yang dikutip oleh Rohani (1997 : 16) yaitu :
1. Gambar diam, baik dalam bentuk teks, bulletin, papan display, slide, film strip, atau overhead proyektor.
2. Gambar gerak, baik hitam putih, berwarna, baik yang bersuara maupun yang tidak bersuara.
3. Rekaman bersuara baik dalam kaset maupun piringan hitam.
4. Televisi
5. Benda – benda hidup, simulasi maupun model.
6. Instruksional berprograma ataupun CAI (Computer Assisten Instruction).
Penggolongan media yang lain, jika dilihat dari berbagai sudut pandang adalah sebagai berikut :
1. Dilihat dari jenisnya media dapat digolongkan menjadi media Audio, media Visual dan media Audio Visual.
2. Dilihat dari daya liputnya media dapat digolongkan menjadi media dengan daya liput luas dan serentak, media dengan daya liput yang terbatas dengan ruang dan tempat dan media pengajaran individual.
3. Dilihat dari bahan pembuatannya media dapat digolongkan menjadi media sederhana (murah dan mudah memperolehnya) dan media komplek.
4. Dilihat dari bentuknya media dapat digolongkan menjadi media grafis (dua dimensi), media tiga dimensi, dan media elektronik.

b. Manfaat media pembelajaran
Media pembelajaran sebagai alat bantu dalam proses belajar dan pembelajaran adalah suatu kenyataan yang tidak bisa kita pungkiri keberadaannya. Karena memang gurulah yang menghendaki untuk memudahkan tugasnya dalam menyampaikan pesan – pesan atau materi pembelajaran kepada siswanya. Guru sadar bahwa tanpa bantuan media, maka materi pembelajaran sukar untuk dicerna dan dipahami oleh siswa, terutama materi pembelajaran yang rumit dan komplek.
Setiap materi pembelajaran mempunyai tingkat kesukaran yang bervariasi. Pada satu sisi ada bahan pembelajaran yang tidak memerlukan media pembelajaran, tetapi dilain sisi ada bahan pembelajaran yang memerlukan media pembelajaran. Materi pembelajaran yang mempunyai tingkat kesukaran tinggi tentu sukar dipahami oleh siswa, apalagi oleh siswa yang kurang menyukai materi pembelajaran yang disampaikan.
Secara umum manfaat media pembelajaran menurut Harjanto (1997 : 245) adalah :
1) Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu verbalistis ( tahu kata – katanya, tetapi tidak tahu maksudnya)
2) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera.
3) Dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif siswa.
4) Dapat menimbulkan persepsi yang sama terhadap suatu masalah.
Selanjutnya menurut Purnamawati dan Eldarni (2001 : 4) yaitu :
1) Membuat konkrit konsep yang abstrak, misalnya untuk menjelaskan peredaran darah.
2) Membawa obyek yang berbahaya atau sukar didapat di dalam lingkungan belajar.
3) Manampilkan obyek yang terlalu besar, misalnya pasar, candi.
4) Menampilkan obyek yang tidak dapat diamati dengan mata telanjang.
5) Memperlihatkan gerakan yang terlalu cepat.
6) Memungkinkan siswa dapat berinteraksi langsung dengan lingkungannya.
7) Membangkitkan motivasi belajar
8) Memberi kesan perhatian individu untuk seluruh anggota kelompok belajar.
9) Menyajikan informasi belajar secara konsisten dan dapat diulang maupun disimpan menurut kebutuhan.
10) Menyajikan informasi belajar secara serempak (mengatasi waktu dan ruang)
11) Mengontrol arah maupun kecepatan belajar siswa.

c. Prinsip – prinsip memilih media pembelajaran
Setiap media pembelajaran memiliki keunggulan masing – masing, maka dari itulah guru diharapkan dapat memilih media yang sesuai dengan kebutuhan atau tujuan pembelajaran. Dengan harapan bahwa penggunaan media akan mempercepat dan mempermudah pencapaian tujuan pembelajaran.
Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media pembelajaran, yaitu :
1) Harus adanya kejelasan tentang maksud dan tujuan pemilihan media pembelajaran. Apakah pemilihan media itu untuk pembelajaran, untuk informasi yang bersifat umum, ataukah sekedar hiburan saja mengisi waktu kosong. Lebih khusus lagi, apakah untuk pembelajaran kelompok atau individu, apakah sasarannya siswa TK, SD, SLTP, SMU, atau siswa pada Sekolah Dasar Luar Biasa, masyarakat pedesaan ataukah masyarakat perkotaan. Dapat pula tujuan tersebut akan menyangkut perbedaan warna, gerak atau suara. Misalnya proses kimia (farmasi), atau pembelajaran pembedahan (kedokteran).
2) Karakteristik Media Pembelajaran. Setiap media pembelajaran mempunyai karakteristik tertentu, baik dilihat dari keunggulannya, cara pembuatan maupun cara penggunaannya. Memahami karakteristik media pembelajaran merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki guru dalam kaitannya pemilihan media pembelajaran. Disamping itu memberikan kemungkinan pada guru untuk menggunakan berbagai media pembelajaran secara bervariasi
3) Alternatif Pilihan, yaitu adanya sejumlah media yang dapat dibandingkan atau dikompetisikan. Dengan demikian guru bisa menentukan pilihan media pembelajaran mana yang akan dipilih, jika terdapat beberapa media yang dapat dibandingkan.
Selain yang telah penulis sampaikan di atas, prinsip pemilihan media pembelajaran menurut Harjanto (1997 : 238) yaitu:
Tujuan, Keterpaduan (validitas),Keadaan peserta didik, Ketersediaan,Mutu teknis, Biaya

Selanjutnya yang perlu kita ingat bersama bahwa tidak ada satu mediapun yang sifatnya bisa menjelaskan semua permasalahan atau materi pembelajaran secara tuntas.

Makalah Berpikir Positif

BAB 1
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
            Selama kita hidup, baik secara sadar ataupun tidak, pkiran menjadi segala sesuatu dan kita menjadi pikiran kita. Penampilan luar kita merupakan refleksi dunia dalam diri kita. Kita menjadi apa yang kita pikirkan karena pikiran kita memberikan energy yang mewujudkan sesuatu yang kita ingin kita ciptakan. Dalam kehidupan kita mngenal positif thinking (berpikir positif),  dalam berpikir positif  (positif thinking) menggambarkan suatu sikap atau perilaku yang selalu posotif dalam menyikapi kehidupan ini.
            Berpikir positif membuat perbedaan besar dalam hidup kita. Karena sikap yang baik dimulai dari berpikir positif. Berpikir positif memiliki peran penting dalam pembentukan setiap individu. Kekuatan berpikir positif merupakan unsur terpenting dalam menentukan jenis kehidupan kita. Selanjutnya akan dibahas dalam makalah ini mengenai kajian tentang berpikir positif (positif thinking).
B.Rumusan Masalah
1.      apakah yang dimaksud dengan berpikir positif ( positif thnking) ?
2.      apa manfaat dari berpikir positif (positif thinking)?
3.      apa saja langkah – langkah agar selalu berpikir positif ?
4.      bagaimana cara menerapkan konsep berpikir positif dalam kehidupan?
C.Tujuan penulisan
1.      Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan berpikir positif (positif thinking)
2.      Untuk mengetahui manfaat dari berpikir posotif (positif thinking)
3.      Agar kita dapat menerapkan cara berpikir positif dalam kehidupan ini
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Berpikir Positif
Berpikir positif merupakan suatu kesatuan yang terdiri dari tiga komponen, yaitu muatan pikiran, penggunaan pikiran, dan pengawasan pikiran (Ubaedy, 2007: 12-19).
1. Muatan Pikiran
Berpikir positif merupakan usaha mengisi pikiran dengan berbagai hal yang positif  atau muatan yang positif. Adapun yang dimaksud dengan muatan positif untuk pikiran adalah berbagai bentuk pemikiran yang menurut Ubaedy (2007: 13), memiliki kriteria: a. benar (tak melanggar nilai-nilai kebenaran), b. baik ( bagi diri sendiri, orang lain, dan lingkungan), dan c. bermanfaat (menghasilkan sesuatu yang berguna).
2. Penggunaan Pikiran
Memasukkan muatan positif pada ruang pikiran merupakan tindakan positif namun tindakan tersebut berada pada tingkatan yang masih rendah jika muatan positif tersebut tidak diwujudkan dalam tindakan nyata. Oleh karena itu isi muatan yang positif tersebut perlu diaktualisasikan ke dalam tindakan agar ada dampak yang ditimbulkan.
3. Pengawasan Pikiran
Dimensi ke tiga dari berpikir positif adalah pengawasan pikiran. Aktivitas ini mencakup usaha untuk mengetahui muatan apa saja yang dimasukkan ke ruang pikiran dan bagaimana pikiran bekerja. Jika diketahui terdapat hal-hal yang negatif ikut masuk ke ruang pikiran maka perlu dilakukan tindakan berupa mengeluarkan hal-hal yang negatif  tersebut dengan menggantinya dengan yang positif. Demikian pula jika ternyata teridentifikasi bahwa  pikiran bekerja tidak semestinya maka dilakukan usaha untuk memperbaiki kelemahan atau kesalahan tersebut.
Positif Thinking yang dalam bahasa pribuminya sama dengan berpikir positif adalah sebuah sikap atau prilaku, serta cara pandang seseorang yang selalu positif dalam mensikapi kehidupan ini.
            Positif Thinking hanyalah modal dasar seseorang dalam kehidupan, karena dengan semakin kompleknya masalah yang kita hadapi apabila hanya berpikir positif saja tidaklah cukup. Selanjutnya setelah berpikir positif kita harus positif Change atau berubah menjadi semakin baik.Dengan bersikap positif (Positif thinking) bukan berarti telah menjamin tercapainya suatu keberhasilan. Namun, bila sikap kita positif, setidak-tidaknya kita sudah berada di jalan menuju keberhasilan. Berhasil atau tidaknya kita nantinya ditentukan oleh apa yang kita lakukan di sepanjang jalan yang kita lalui tersebut.
Kehidupan dan kebahagiaan seseorang tidaklah bisa diukur dengan ukuran gelar kesarjanaan, kedudukan maupun latar belakang keluarga. Yang dilihat adalah bagaimana cara berpikir orang itu. Memang kesuksesan kita lebih banyak dipengaruhi oleh cara kita berpikir.
Dengan bersikap positif bukan berarti telah menjamin tercapainya suatu keberhasilan. Namun, bila sikap kita positif, setidak-tidaknya kita sudah berada di jalan menuju keberhasilan. Berhasil atau tidaknya kita nantinya ditentukan oleh apa yang kita lakukan di sepanjang jalan yang kita lalui tersebut.
Tidak semua orang menerima atau mempercayai pola berpikir positif. Beberapa orang menganggap berpikir positif hanyalah omong kosong, dan sebagian menertawakan orang-orang yang mempercayai dan menerima pola berpikir positif. Diantara orang-orang yang menerima pola berpikir positif, tidak banyak yang mengetahui cara untuk menggunakan cara berpikir ini untuk memperoleh hasil yang efektif. Namun, dapat dilihat pula bahwa semakin banyak orang yang menjadi tertarik pada topik ini, seperti yang dapat dilihat dari banyaknya jumlah buku, kuliah, dan kursus mengenai berpikir positif. Topik ini memperoleh popularitas dengan cepat.
            Dalam berpikir positif (positif thinking)  melibatkan proses memasukan pikiran-pikiran, kata-kata, dan gambaran-gambaran yang konstruktif(membangun) bagi perkembangan pikiran anda. Pikiran positif menghadirkan kebahagiaan, sukacita, kesehatan, serta kesuksesan dalam setiap situasi dan tindakan anda. Berpikir Positif diawali dengan sebuah keyakinan pada diri sendiri. Keyakinan bahwa dirinya mampu. Keyakinan yang mengatakan bahwa diri beliau “bisa”. Jika Anda melihat diri Anda “bisa”, maka Anda akan “bisa”. Jika Anda melihat diri Anda akan menghasilkan, maka Anda akan menghasilkan. Jika Anda tidak bisa melakukan hal seperti ini, maka Anda masih dikuasai oleh pikiran negatif.
Berpikir positif bukan merupakan tujuan melainkan suatu jalan untuk mencapai tujuan. Menjadikan berpikir positif sebagai tujuan memang membawa manfaat tetapi manfaat tersebut belumlah seberapa jika dibandingkan dengan manfaat yang didapat jika berpikir positif dijadikan sebagai suatu jalan.
B.     Manfaat dari berpikir positif (positif thinking)
1. Mengatasi stres : Berpikir positif membantu mengatasi situasi stres, mengabaikan pikiran negatif, mengganti pikiran pesimis menjadi optimis, mengurangi kecemasan dan mengurangi stres. Ketika Anda mengembangkan sikap positif Anda bisa mengontrol hidup Anda dengan baik.
2. Menjadi lebih sehat : Pikiran dapat secara langsung mempengaruhi tubuh dan bagaimana cara bekerjanya. Ketika seseorang mengganti pikiran negatif dengan ketenangan, kepercayaan dan kedamaian, bukannya dengan kebencian, kecemasan, dan kekhawatiran, maka akan merasakan kesejahteraan. Dan ini berarti tidak mengalami gangguan saat tidur, tidak merasakan ketegangan otot, kecemasan, dan kelelahan. Orang-orang yang berpikir negatif lebih muda terkena depresi.
3. Percaya diri : Dengan berpikir positif, maka akan lebih percaya diri dan tidak untuk menciba menjadi orang lain. Jika seseorang tidak percaya diri maka tidak akan pernah mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
4. Bisa mengambil keputusan yang benar : Berpikir positif dapat mencegah memilih keputusan yang salah atau melakukan hal yang bodoh yang kemudian akan disesali. Berpikir positif membuat seseorang memilih keputusan dengan cepat.
5. Meningkatkan fokus : Menggunakan pikiran positif membantu kita lebih fokus saat menghadapi masalah. Jika kita berpikir negatif akan membuang-buang waktu, dan energi kita.
6. Bisa mengatur waktu lebih baik : Dengan meningkatnya fokus serta kemampuan membuat keputusan yang lebih baik, kita akan lebih terorganisir. Ini akan membantu kita mendapatkan lebih banyak waktu untuk diri sendiri dan orang yang kita cintai.
7. Lebih sukses dalam hidup : Sikap positif tak hanya bisa meningkatkan fokus dan lebih bisa mengatur waktu dengan baik tetapi mengarahkan pada kebahagian dan keberhasilan saat mengubah hidup.
8. Memiliki banyak teman : Ketika berpikir positif, kita akan menarik perhatian orang-orang dan ketika orang-orang tersebut dekat dengan kita mereka akan merasa nyaman.
9. Menjadi pemberani : Ketakutan berasal dari pikiran negatif. Menjadi pemikir positif menghilangkan rasa takut. Keberanian berasal dari kenyataan bahwa kita tetap positif kita akan tahu bahwa apapun yang terjadi dalam hidup, kita akan dapat menghadapinya.
10. Hidup lebih bahagia:  Percaya diri merupakan suatu fakta bahwa kita bahagia menjadi diri sendiri dan tidak mencoba untuk menjadi orang lain. Jika kita memiliki semangat berpikir positif, kita selalu mengantisipasi hidup bahagia, damai, tawa, kesehatan yang baik dan kesuksesan finansial.

C.    Langkah – langkah agar selalu berpikir positif
1.      Jadilah optimis dan mengharapkan hasil yang baik dalam segala situasi.
2.      Cari alasan untuk tersenyum lebih sering.
3.      Visualisasikan hanya apa yang Anda inginkan terwujud
4.      Libatkan diri Anda dalam kegiatan rekreasi menyenangkan.
5.      Baca dan kutipan yang inspirasional.
6.      Ikuti gaya hidup sehat. Olahraga setidaknya tiga kali seminggu.
7.      Bergaulah dengan orang yang selau berpikir positif.
Belajar berpikir positif dapat kita lakukan dimana-mana, di setiap
langkah kehidupan yang harus kita lalui. Semakin kita mau belajar untuk berpikir positif dan tetap berusaha berpikir positif, maka itu sama artinya kita telah mengembangkan kualitas diri kita tanpa harus kita membuat kesalahan yang tidak perlu kita lakukan.

D.    cara agar seseorang dapat menerapkan konsep berpikir positif dalam kehidupan sehari-hari
Pada dasarnya, ada sejumlah point yang harus dipelajari :
1 . Belajarlah untuk berpikir kritis, dimana kita harus mempertimbangkan
adanya hal-hal yang membentuk suatu masalah dari berbagai sisi.
Contohnya : dengan tidak mudah menerima adanya informasi atau berita
yang tidak atau belum pasti kebenarannya. Pola berpikir kritis juga kita terapkan terhadap pendapat, tanggapan, atau pandangan orang lain, dimana sikap kritis tersebut bermanfaat untuk memberikan perbandingan apakah alur pemikiran kita sudah benar atau belum.
2. Sebelum bertindak atau mengambil keputusan, berpikirlah terlebih
dahulu. Jangan bertindak atau mengambil keputusan terlebih dahulu, baru
memikirkan kenapa kita bertindak atau membuat keputusan demikian.
3. Bersikaplah terbuka terhadap segenap pendapat atau masukan dari orang
lain. Dalam hal ini, kita harus selalu bersedia dikoreksi orang lain
4. Sebelum mengambil keputusan penting, bersikaplah hati-hati dan buatlah
perhitungan-perhitungan yang sesuai dengan logika atau cara berpikir
dengan nalar yang benar, untuk menghindari keluarnya sebuah keputusan
yang diambil secara gegabah.
5. Perluas wawasan dan asah terus kemampuan analisis kita terhadap
permasalahan yang ada sehingga kita tidak cepat menghadirkan prasangka
atau penilaian buruk pada orang lain atau pada situasi yang memerlukan
penilaian tepat dan benar.
6. Biasakan melakukan kegiatan check dan recheck untuk setiap informasi
yang kita ragukan kebenarannya.
7. Selalu menanamkan pikiran optimis dalam benak pikiran kita.
8. Berusahalah untuk tidak mempersulit orang lain, namun ajari orang lain
untuk dapat berpikir dengan cara-cara yang benar dalam mengambil
keputusan.
9. Selalu bersikap tenang pada saat ingin mengambil keputusan.
10. Sebelum mengambil keputusan, pertimbangkan segala sesuatunya dengan
seksama
11. Jangan kita selalu menganggap benar terhadap segala sesuatu yang kita
sukai, dan cepat menolak untuk setiap pendapat, saran, atau tanggapan
yang diberikan orang lain.
12.  Bersikaplah jujur pada diri sendiri, dengan belajar dari kesalahan,
mengakui adanya kekurangan serta kelebihan dalam diri kita, dan tidak
mudah terpancing oleh hal-hal praktis namun sesungguhnya kepraktisan
itu bukanlah konsep berpikir yang benar. Apabila semuanya itu bisa kita lakukan atau terapkan, maka kita telah melatih diri kita untuk selalu berpikir positif untuk setiap peristiwa yang harus kita hadapi dalam hidup ini, meskipun mood kita sedang tidak baik.
E.       Berpikir Positif Merupakan Jalan
Berpikir positif bukan merupakan tujuan melainkan suatu jalan untuk mencapai tujuan. Menjadikan berpikir positif sebagai tujuan memang membawa manfaat tetapi manfaat tersebut belumlah seberapa jika dibandingkan dengan manfaat yang didapat jika berpikir positif dijadikan sebagai suatu jalan.
Orang yang menjadikan berpikir positif sebagai jalan untuk mencapai tujuan menurut Ubaedy (2008: 27) memiliki karakteristik : 1. Bahagia dengan dirinya / bisa menciptakan kebahagiaan di dalam dirinya. 2. Punya kesimpulan positif terhadap dirinya. 3. Punya kepercayaan yang bagus terhadap kemampuannya. 4. Bisa menjalin hubungan positif dengan orang lain. 5. Bisa menjalin hubungan yang harmonis dengan kenyataan, baik yang OK maupun yang tidak OK. 6. Langkahnya dinamis. 7. Prestasi hidupnya. Terus bertambah membaik.
Jika berpikir positif merupakan jalan untuk mencapai tujuan, apakah tujuan dari aktivitas tersebut?  Atas dasar manfaat yang diperoleh dari kebiasaan berpikir positif dan mencermati apa yang dideskripsikan oleh Ubaedy berkenaan dengan karakteristik orang yang menjadikan berpikir positif sebagai jalan untuk mencapai tujuan, dapat disimpulkan bahwa tujuan akhir berpikir  positif adalah kehidupan yang  positif. Itulah sebabnya maka Timotheus mengartikan berpikir  positif sebagai salah satu cara, wahana, kendaraan yang akan membawa manusia mencapai target atau tujuan akhir, yaitu kehidupan yang positif atau positive living.



BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Berfikir positif merupakan hal yang penting bagi manusia dalam menjalani kehidupan. Untuk menghadapi suatu permasalahan dalam hidup,bisa melihat diri dalam berbagai aspek khususnya dalam memecahkan permasalahan, namun berfikir positif juga perlu bahkan harus di dukung dengan usaha untuk berubah menjadi lebih baik.
Untuk  berfikir positif memerlukan langkah-langkah yang harus dilakukan dimana hal ini menjadi faktor pendukung  demi terciptanya seorang yang menjiwai  hal tersebut. Namun inilah hal yang perlu kita perhatikan sebagai berikut. Jadilah optimis,usahakan lebih sering tersenyum,libatkan diri anda dengan suasana yang menyenangkan
Berfikir positif bukan suatu tujuan melainkan suatu jalan untuk mencpai manfaat yang diantaranya,mengatasi stress,menjadi lebih sehat,percaya diri,bisa mengambil keputusan,bisa meningkatkan konsentrasi,bisa mengatur dengan baik,lebih sukses dalam hidup,memiliki banyak teman,menjadi pembrani dan hidup lebih baik.
SARAN
Untuk menghadapi atau  menyelesaikan suatu permasalahan sebaiknya dengan cara berfikir positif karena hal itu   merupakan cara yang dapat mempermudah baik cara pandang atupun pemecahan masalah. Dimana hal ini banyak  memberikan manfaat dari berbagai aspek diantaranya adalah dapat merasa percaya diri, menjadi pemberani, bisa meningkatkan konsentrasi dan tentunya biasa lebih baik dan sukses.
DAFTAR PUSTAKA
All About Living with Life. 2009. “11 Benefits of Positive Thinking”. Tersedia pada: http://www.allaboutlivingwithlife.blogspot. com/ 2009/07/11-benefit-of-positive thingking.html
Heartsill, W. 2008. The Miracle of Positivr Thinking (Mukjizat Berpikir Positif). Yogyakarta: Quills.
Timotheus, Yunus. Seandainya Semua Orang Berpikir Positif. (Buku Saku, tanpa keterangan tentang penerbit)
Ubaedy, An. 2008. Kedahsyatan Berpikir Positif. Depok: PT Visi Gagas Komunika.


Selasa, 20 Februari 2018

RESENSI BUKU JENDERAL ANUMERTA BASUKI RACHMAT

RESENSI BUKU JENDERAL  TNI ANUMERTA BASUKI RACHMATIdentitas Buku
Judul                   :Jenderal Anumerta Basuki Rachmat
Penulis                :RM.Soebantardjo
Diterbikan oleh    :Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional
Edisi                    :1996
Tebal                   :114 hlm
Harga                  :Rp.17.000,00

SINOPSIS 
MASA KECIL BASUKIRACHMAT:Pada tahun 1943, Selama pendudukan Jepang di Indonesia, Basuki bergabung dengan Pembela Tanah Angkatan Darat (PETA), sebuah kekuatan tambahan berlari oleh Jepang untuk melatih tentara tambahan dalam kasus invasi Amerika Serikat Jawa. Dalam MAP, Basuki, bangkit untuk menjadi Komandan Kompi.
Dengan Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 oleh para pemimpin Nasionalis Soekarno dan Mohammad Hatta, Basuki, seperti banyak pemuda lain ke dalam milisi Mulai Band dalam persiapan untuk pembentukan dari Angkatan Darat Indonesia. Pada tanggal 5 Oktober 1945, Tentara Keamanan Rakyat (TKR) terbentuk, dengan Basuki mendaftar dengan TKR pada bulan yang sama di kota Ngawi di provinsi asalnya Jawa Timur. Di sana ia ditempatkan dengan KODAM VII / Brawijaya (kemudian dikenal sebagai Wilayah Militer V / Brawijaya), komando militer dibebankan dengan keamanan Jawa Timur.
PEMBERONTAKAN PKI 1965:Pada tahun 1965, ada banyak ketegangan politik di Indonesia, khususnya antara Angkatan Darat dan Partai Komunis Indonesia (PKI). PKI, yang perlahan tetapi pasti mendapatkan pijakan dalam politik Indonesia, sekarang sudah siap untuk menjadi partai politik yang paling kuat karena hubungan mereka dengan Presiden Soekarno. Pada bulan September tahun 1965, Basuki tumbuh waspada terhadap kegiatan komunis di Jawa Timur dan pergi ke Jakarta untuk melaporkan pengamatannya kepada Panglima Angkatan Darat, Ahmad Yani. Mereka bertemu pada malam 30 September ketika bertemu dengan Yani Basuki dan melaporkan kejadian di di provinsinya. Yani Basuki memuji tentang laporan tersebut dan ingin dia untuk menemaninya ke pertemuan dengan Presiden keesokan harinya untuk menyampaikan kisahnya kegiatan Komunis.
Keesokan paginya pada tanggal 1 Oktober, Basuki dihubungi oleh Markas Besar Angkatan Darat dan diberitahu tentang penculikan para jenderal, termasuk Yani. Mendengar hal ini, Basuki bersama dengan seorang pembantunya masuk mobil dan mengambil drive di sekitar kota untuk memeriksa apa yang sedang terjadi. Saat ia sedang mengemudi, Basuki melihat pasukannya dari Jawa Timur, Batalyon 530 menjaga Istana Kepresidenan dan bahkan lebih terkejut bahwa mereka tidak memakai identitas apapun. Setelah menyarankan agar mendekati mereka dengan ajudannya, Basuki melaju kembali ke akomodasi di mana ia diberitahu bahwa ia dibutuhkan di Kostrad markas.Basuki pergi ke markas Kostrad untuk menemukan bahwa Panglima Kostrad, Mayor Jenderal Soeharto telah memutuskan untuk menanggung kepemimpinan Angkatan Darat dan mengambil kendali situasi. Dari Soeharto, Basuki menemukan bahwa sebuah gerakan yang menyebut diri mereka Gerakan September 30 telah menggunakan pasukan untuk menempati titik-titik strategis di Jakarta.
 Soeharto kemudian mengatakan Basuki bahwa dia perlu dia untuk menegosiasikan pasukan ke menyerah sebelum 6 atau dia akan menggunakan kekuatan. Ini, Basuki disampaikan kepada Batalyon 530 yang memperlakukannya dengan sangat hormat. Basuki berhasil dan oleh 16:00,
Batalyon 530 menyerahkan diri ke Kostrad.Pada siang hari, Gerakan G30S membuat pengumuman Dewan Revolusi. Di antara nama-nama yang tercantum adalah bahwa Basuki. Ini bukan insiden terisolasi karena banyak jenderal anti-Komunis seperti Umar Wirahadikusumah dan Amirmachmud juga terdaftar di dewan ini. Basuki dengan cepat menyangkal janji.
Juga selama hari dan tanpa sepengetahuan Basuki adalah pertemuan yang diselenggarakan di Halim antara Soekarno, Panglima Angkatan Udara Omar Dhani, Panglima Angkatan Laut RE Martadinata, dan Kapolri Sucipto Judodiharjo untuk menunjuk baru Panglima Angkatan Darat. Meskipun itu Mayor Jenderal Pranoto Reksosamudra yang akan ditunjuk Panglima Angkatan Darat, nama Basuki sempat dipertimbangkan. Itu cepat diberhentikan oleh Sukarno, yang berkelakar bahwa Basuki akan selalu jatuh sakit saat kesempatan itu membutuhkannya.
SUPERSEMAR 1996:Pada 11 Maret 1966, Basuki menghadiri rapat kabinet di Istana Presiden, yang pertama sejak Sukarno reshuffle kabinet pada akhir Februari. Pertemuan belum berlangsung lama sebelum Sukarno, setelah menerima catatan dari komandan pengawalnya, tiba-tiba meninggalkan ruangan. Ketika pertemuan itu selesai, Basuki dan Menteri Perindustrian, Mohammad Jusuf, pergi ke luar Istana Presiden untuk bergabung Amir Machmud, Komandan KODAM V / Jaya. Basuki kemudian diberitahu apa yang telah terjadi dan diberitahu bahwa Soekarno telah pergi ke Bogor dengan helikopter karena tidak aman di Jakarta.Jusuf menyarankan agar mereka bertiga pergi ke Bogor untuk memberikan dukungan moral bagi Sukarno.
 Dua jenderal setuju dan bersama-sama ke Bogor setelah meminta izin Soeharto. Menurut Amir Machmud, Suharto meminta tiga Jenderal untuk memberitahu Sukarno kesiapan untuk memulihkan keamanan harus Presiden memesannya.Di Bogor, tiga bertemu dengan Soekarno yang tidak senang dengan keamanan dan dengan desakan Amir Machmud bahwa semuanya aman. Soekarno kemudian mulai mendiskusikan pilihan dengan tiga Jenderal sebelum akhirnya Sukarno kemudian mulai mendiskusikan pilihan dengan Basuki, Jusuf, dan Amirmachmud sebelum akhirnya meminta mereka bagaimana dia bisa mengurus situasi. Basuki dan Jusuf diam, tetapi Amir Machmud menyarankan bahwa Sukarno memberi Suharto beberapa kekuatan dan memerintah Indonesia dengan dia sehingga semuanya dapat diamankan. Pertemuan kemudian dibubarkan, Sukarno mulai mempersiapkan Keputusan Presiden.
Itu senja ketika Keputusan yang akan menjadi Supersemar akhirnya siap dan menunggu tanda tangan Sukarno. Sukarno memiliki beberapa keraguan menit terakhir tetapi Jusuf, bersama dengan dua jenderal dan lingkaran dalam Sukarno dalam Kabinet yang juga telah membuat perjalanan ke Bogor mendorongnya untuk menandatangani. Soekarno akhirnya menandatangani surat itu. Sebagai keluar paling senior dari tiga Jenderal, Basuki dipercayakan dengan huruf dan diperintahkan untuk menyampaikannya kepada Soeharto. Malam itu, tiga Jenderal segera pergi ke Markas Kostrad dan Basuki menyerahkan surat kepada Soeharto.

KELEBIHAN:
1).Kertas yang digunakan bagus
2).Bahasa yang digunakan baik
3).Penukisan kalimat yang jelas
4).Didukung dengan ilustrasi gambar

KEKURANGAN:
1).sampul buku kurang menarik
2).kurangnya warna pendukung pda tiap gambar.

Lihat dan baca juga Resensi bertemakan Sejarah disini

Senin, 19 Februari 2018

RESENSI BUKU Timor Timur Bersatu Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia

Judul buku   : Timor Timur Bersatu Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia
Penulis         : DRS. SUTRISNO
Tebal buku   : 68 halaman
Penerbit        : PT Media Wiyata 
Tahun terbit  : 1992

Sinopsis : 
Timor Timur letaknya antara Propinsi Nusa Tenggara Timur dan Benua Australia. Luasnya 14.989 km2. Tanahnya bergunung – gunung. Terdiri atas lapisan kapur, karang, dan tanah liat. Iklim Timor Timur dipengaruhi oleh iklim Benua Australia. Tanaman ekspor yang utama adalah kopi. Jenis hewan yang terdapat di Timor timur adalah rusa, kakak tua, lorico, dara liar, monyet liar, dan segala jenis ular. 
Pendududk Timor Timur terdiri atas beberapa suku di antaranya ialah: suku Attoni, Helo, Roti, Kemanto, Kupang. Jumlah penduduk Timor Timur kira – kira 650.000 orang. Sebagian terbesar terdiri atas penduduk asli ( pribumi ). Sedangkan orang-orang cina kira-kira berjumlah 100.000 orang. Pada masa penjajahan Portugis bahasa resmi yang digunakan ialah bahasa Portugis. Setelah bergabung degan Indonesia , bahasa nasional yang digunakan adalah bahasa Indonesia. Agama yang berkembang di Timor Timur adalah Agama Roma Katolik, Islam, dan Kristen. Disamping itu, ada juga rakyat yang menganut kepercayaan asli, yaitu percaya adanya dewa – dewa dan roh nenek moyang. 
Beberapa abad lamanya bangsa Protugis dan Spanyol pernah dijajah oleh bangsa Arab yang beragama Islam. Penjajahan ini baru berakhir menjelang penghabisan abad ke 15.  Bangsa Portugis yang pertaa – tama datang di Timor adalah pastor Anthonio Taveira. Portugis menggunakan siasat menyiarkan agama, kemudian melakukan perdagangan. Tetapi, akhirnya menguasai dan memperluas kekuasaannya. Kedatangan bangsa Portugis ke Indonesia dan pulau Timor mula – mulanya untuk kepentingan agama, kemudian beralih kegiatan perdagangan dan mencari kekayaan. 
Kemudian pada tanggal 16 Agustus 1976, Presiden Suharto mengumumkan kepada seluruh rakyat Indonesia, rakyat Timor Timur, dan dunia bahwa Timor Timur telah bersatu dengan NKRI.

Kelebihan: Menambah ilmu pengetahuan tentang Timor Timur yang dahulunya bergabung dengan Indonesia.
Kekurangan: Tidak di ceritakan lagi bagaimana Timor Timur keluar dari NKRI

Lihat dan baca juga Resensi bertemakan Sejarah disini