Cari Disini

Rabu, 14 Februari 2018

Profil Prof Dr Sapardi Djoko Damono

Prof Dr Sapardi Djoko Damono
Prof Dr Sapardi Djoko Damono 
Prof Dr Sapardi Djoko Damono dikenal sebagai salah seorang sastrawan yang memberi sumbangan besar kepada kebudayaan masyarakat modern di Indonesia. Salah satu sumbangan terbesar Guru Besar Fakultas Sastra UI ini adalah melanjutkan tradisi puisi lirik dan berupaya menghidupkan kembali sajak empat seuntai atau kwatrin yang sudah muncul di jaman para pujangga baru seperti Amir Hamzah dan Chairil Anwar.

Pria kelahiran Solo, Jawa Tengah pada 20 Maret 1940 ini, mengaku tak pernah berencana menjadi penyair, karena dia berkenalan dengan puisi secara tidak disengaja. Sejak masih belia putra Sadyoko dan Sapariyah itu, sering membenamkan diri dalam tulisan-tulisannya. Bahkan, ia pernah menulis sebanyak delapan belas sajak hanya dalam satu malam. Kegemarannya pada sastra, sudah mulai tampak sejak ia masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Kemudian, ketika duduk di SMA, ia memilih jurusan sastra dan kemudian melanjutkan pendidikan di UGM, fakultas sastra.

Anak sulung dari dua bersaudara abdi dalem Keraton Surakarta itu mungkin mewarisi kesenimanan dari kakek dan neneknya. Kakeknya dari pihak ayah pintar membuat wayang—hanya sebagai kegemaran—dan pernah memberikan sekotak wayang kepada sang cucu. Nenek dari pihak ibunya gemar menembang (menyanyikan puisi Jawa) dari syair yang dibuat sendiri. “Tapi saya tidak bisa menyanyi, suara saya jelek,” ujar bekas pemegang gitar melodi band FS UGM Yogyakarta itu. Sadar akan kelemahannya, Sapardi kemudian mengembangkan diri sebagai penyair.

Selain menjadi penyair, ia juga melaksanakan cita-cita lamanya: menjadi dosen. “Jadi dosen ‘kan enak. Kalau pegawai kantor, harus duduk dari pagi sampai petang,” ujar lulusan Jurusan Sastra Barat FS&K UGM ini. Dan begitu meraih gelar sarjana sastra, 1964, ia mengajar di IKIP Malang cabang Madiun, selama empat tahun, dilanjutkan di Universitas Diponegoro, Semarang, juga selama empat tahun. Sejak 1974, Sapardi mengajar di FS UI.

Sapardi menulis puisi sejak di kelas II SMA. Karyanya dimuat pertama kali oleh sebuah surat kabar di Semarang. Tidak lama kemudian, karya sastranya berupa puisi-puisi banyak diterbitkan di berbagai majalah sastra, majalah budaya dan diterbitkan dalam buku-buku sastra. Beberapa karyanya yang sudah berada di tengah masyarakat, antara lain Duka Mu Abadi (1969), Mata Pisau dan Aquarium (1974).

Sebuah karya besar yang pernah ia buat adalah kumpulan sajak yang berjudul Perahu Kertas dan memperoleh penghargaan dari Dewan Kesenian Jakarta dan kumpulan sajak Sihir Hujan – yang ditulisnya ketika ia sedang sakit – memperoleh Anugerah Puisi Poetra Malaysia. Kabarnya, hadiah sastra berupa uang sejumlah Rp 6,3 juta saat memperoleh Anugerah Puisi Poetra Malaysia langsung dibelanjakannya memborong buku. Selain itu ia pernah memperoleh penghargaan SEA Write pada 1986 di Bangkok, Thailand.

Para pengamat menilai sajak-sajak Sapardi dekat dengan Tuhan dan kematian. “Pada Sapardi, maut atau kematian dipandang sebagai bagian dari kehidupan; bersama kehidupan itu pulalah maut tumbuh,” tulis Jakob Sumardjo dalam harian Pikiran Rakyat, 19 Juli 1984.
Bekas anggota Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) ini juga menulis esei dan kritik. Sapardi, yang pernah menjadi redaktur Basis dan kini bekerja di redaksi Horison, berpendapat, di dalam karya sastra ada dua segi: tematik dan stilistik (gaya penulisan). Secara gaya, katanya, sudah ada pembaruan di Indonesia. Tetapi di dalam tema, belum banyak.

Penyair yang pernah kuliah di Universitas Hawaii, Honolulu, AS, ini juga menulis buku ilmiah, satu di antaranya Sosiologi Sastra, Sebuah Pengantar Ringkas. (1978).

Selain melahirkan puisi-puisi, Sapardi juga aktif menulis esai, kritik sastra, artikel serta menerjemahkan berbagai karya sastra asing. Dengan terjemahannya itu, Sapardi mempunyai kontribusi penting terhadap pengembangan sastra di Tanah Air. Selain dia menjembatani karya asing kepada pembaca sastra, ia patut dihargai sebagai orang yang melahirkan bentuk sastra baru.
Dengan kepekaan dan wawasan seorang sastrawan, Sapardi ikut mewarnai karya-karya terjemahannya seperti Puisi Brasilia Modern, Puisi Cina Klasik dan Puisi Parsi Klasik yang ditulis dalam bahasa Inggris. Selain itu dia juga menerjemahkan karya asing seperti karya Hemmingway The Old Man and the Sea, Daisy Manis (Henry James), semuanya pada 1970-an. Juga, sekitar 20 naskah drama seperti Syakuntala karya Kalidasa, Murder in Cathedral karya TS Elliot, dan Morning Become Electra trilogi karya Eugene O’neil.

Sumbangsih Sapardi juga cukup besar kepada budaya dan sastra, dengan melakukan penelitian, menjadi narasumber dalam berbagai seminar dan aktif sebagai administrator dan pengajar, serta menjadi dekan Fakultas Sastra UI periode 1995-1999. Dia menjadi penggagas pengajaran mata kuliah Ilmu Budaya Dasar di fakultas sastra.

Dia menyadari bahwa menjadi seorang sastrawan tidak akan memperoleh kepuasan finansial. Kegiatan menulis adalah sebagai waktu istirahat, saat dia ingin melepaskan diri dari rutinitas pekerjaannya sehari-hari. Menikah dengan Wardiningsih, ia dikaruniai dua anak, Rasti Suryandani dan Rizki Henriko.

Profil Ahmad Tohari

gambar ahmad tohari
ahmad tohari
Ahmad Tohari lahir di Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah, 13 Juni 1948. Ia menamatkan SMA di Purwokerto. Namun demikian, ia pernah mengenyam bangku kuliah, yakni Fakultas Ilmu Kedokteran Ibnu Khaldun, Jakarta (1967-1970), Fakultas Ekonomi Universitas Sudirman, Purwokerto (1974-1975), dan Fakultas Sosial Politik Universitas Sudirman (1975-1976).
Ronggeng Dukuh Paruk, Lintang Kemukus Dini Hari, dan Jantera Bianglala adalah novel trilogi, yang melukiskan dinamika kehidupan ronggeng di desa terpencil, Dukuh Paruk. Trilogi itu sangat terkenal. Ia pernah bekerja di majalah terbitan BNI 46, Keluarga, dan Amanah. Ia mengikuti International Writing Program di Iowa City, Amerika Serikat (1990) dan menerima Hadiah Sastra ASEAN (1995).

Karyanya
Kubah (novel, 1980)
Ronggeng Dukuh Paruk (novel, 1982)
karya ahmad tohari
Buku Ronggeng dukuh paruk
Lintang Kemukus Dini Hari (novel, 1985)
Jantera Bianglala (novel, 1986)
Di Kaki Bukit Cibalak (novel, 1986)
Senyum Karyamin (kumpulan cerpen, 1989)
Bekisar Merah (novel, 1993)
Lingkar Tanah Lingkar Air (novel, 1995)
Nyanyian Malam (kumpulan cerpen, 2000)
Belantik (novel, 2001)
Orang Orang Proyek (novel, 2002)
Rusmi Ingin Pulang (kumpulan cerpen, 2004)
Ronggeng Dukuh Paruk Banyumasan (novel bahasa Jawa, 2006) meraih Hadiah Sastera Rancagé 2007

contoh conversetion via phone (contoh dialog percakapan lewat telepon)

Zamroni :”Hello,can I speak with Irfan?”
Irfan         :”Yes, it”s me. Who are you?”
Zamroni :”I am Zamroni. Would you accompany me tomorrow?”
Irfan         :”Where will go tomorrow?”
Zamroni :”I want go to watching football competition in Diponegoro Stadion. Do you want                                         accompany me?”
Irfan :”what’s time we going?”
Zamroni :”At 03.00 pm.”
Irfan :”Where I see with you?”
Zamroni :”I will came to your home tomorrow by motorcycle.”
Irfan :”Ok...See you tomorrow.”
Zamroni :”Ok...See you.”

COMPETENCE EDUCATION TECHNOLOGI

There are some competencies that can be obtained by a student to become a scholar of Technology Education. Competence refers to the area that must be mastered undergraduate Technology Education. AECT definition of educational technology by the year 2004, states that educational technology is the theory and practice in designing, developing, utilizing, managing and evaluating the process and learning resources.

Based on the TP region, an educational technology graduate can work as follows:
• Designer of the process and learning resources; where the scope of work includes the design of learning systems, message design, learning strategies and learner characteristics

• Development of processes and learning resources; where the scope of work includes the development of printing technology, audiovisual technology, computer-assisted technology and other integrated technologies.

• Utilization / user process and learning resources; where the scope of work includes pemnafaatan instructional media, the diffusion of educational innovation, implementation and institutionalization of educational innovation models, as well as the implementation of educational policies and regulations.

• Managing processes and learning resources; the scope of work includes project management, managing a variety of learning resources, management of delivery systems, and management of information systems education.

• The evaluator / researcher learning processes and resources; the scope of work includes analyzing the problem, the measurement reference benchmark, formative evaluation, summative evaluation lanilla education and research area.

The main purpose of education technology not only solves the problem of learning but also enhance performance. This definition is more clear that educational technology jobs is wide enough, not only limited in the environment even further schooling alone but also includes non-school environment as organizations in all sectors both public and private as far as resolving an issue related to performance improvement through the learning process (instrcutional proceses).

Prof. Yusufhadi Miarso, dividing the area of arable fields of educational technologists to six, where he added the study area after area of evaluation. It seems clear that the competence of S1, with more emphasis on area utilization / usage. Meanwhile, for the S2 more emphasis on management functions, evaluation and research in addition to the design (design) are equivalent under S3. For S3, focuses more on assessment and research design as well. The results of this survey has provided for the education institutions porgram studies of educational technology in developing curriculum and resource requirements to support the education laninnya S1, S2 and S3.

By profession he explained some of the undergraduate educational technology either S1 or S2 are linear TP is currently netted, among others:

• As a designer of training and curriculum for the Center of Education and Training as the Ministry of Religious Affairs, Education Quality Assurance Agency, the National Family Planning Coordinating Board, the Army Training Center in Bandung

• For customer service at Bank Rakyat Indonesia

• Working in the field of television (boardcasting), radio, newspapers

• Power up to elementary level educators began to Higher Education

• Entrepreneurial field of screen printing, film and print washing

• And various other professions.

But the development of educational technology at this time is slightly shifted towards information and communication technology, given the need for teachers to IT & C subjects at school. For this scholarship more focused educational technology again, despite the fact that there are scholarship technology education alone is very good and promising.

In details, the current IT & C is the concentration of Educational Technology, which means they are still under the auspices of the TP, where the percentage of his courses 80% of the TP and the remaining 20% of ICT, differentiated only a few computer courses only. Currently if you look at job opportunities teachers union still covers the IT & C, but the one time where the concentration of IT & C it becomes its own program of study the position of the TP's degree as a teacher of IT & C in order to shift or compete with its own enclosure.

For that to students / graduates of Educational Technology you spare yourself discouraged and confused, a key to success is confidence and achieve all seriousness. Undergraduate life and take heart and Technology Education students.

DIAGNOSTIK KESULITAN BELAJAR

Dalam mengajar dan mendidik, Seorang Guru tidak hanya memberikan atau menyampaikan pelajaran, mengevaluasi hasil belajar dan terkadang menghukum peserta didik yang tidak mengerjakan tugasnya. Seorang bukan hanya melakukan pendekatan dengan pendekatan instruksional tetapi harus melakukan pendekatan yang bersifat pribadi. Dengan melakukan pendekatan secara pribadi Guru akan jauh lebih dekat, lebih akrab dengan peserta didik dan mengenal peserta didik lebih dalam. Agar bimbingan belajar lebih terarah dalam upaya membatu siswa menghadapi kesulitan belajaranya.

A.    Pengertian Diagnosis dan Kesulitan Belajar
Diagnotik merupakan istilah yang diadopsi dari bidang medis. Menurut Thorndik E dan Hagen (Abin S. M. 2002 :307), Diagnosis dapat diartikan sebagai:
1.      Upaya atau proses menemukan kelemahan atau penyakit (Weaknes, disease) apa yang dialami seseorang dengan melalui pengujian dan studi yang seksama mengenai gejala-gekalanya (symtoms) ;
2.      Studi yang seksama terhadap fakta tentang suatu hal untuk menemukan karakteristik atau kesalahan-kesalahan dan sebagainya yang esensial ;
3.      Keputusan yang dicapai setelah dilakukan suatu studi yang seksama atas fakta-fakta tentang suatu hal.

Dari  ketiga pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Diagnotik bukan hanya sekedar mengidentifikasi jenis, cirinya, latar belakanag dari suatu kelemahan atau penyakit tertentu, melainkan juga mengimplikasikan suatu upaya untuk membuat kemungkinan dan menyarankan tindakan pemecahannya.
Kesulitan Belajar adalah gejala yang tampak  pada peserta didik yang ditandai dengan   menurunnya prestasi atau prestasi rendah atau dibawah rata-rata yang telah ditetapkan. Prestasi belajar lebih rendah dibandingkan prestasi peserta didik lain atau lebuh rendah dibandingkan prestasi beljaar sebelumnya.
Dalam resume ini Diagnostik berkaitan dengan Diagnostik kesulitan belajar, maka disebut diagnotik kesulitan belajar. Jadi, diagnosis kesulitan belajar gejala-gejala, ciri-ciri yang menunjukan adanya kesulitan belajar diidentifikasi, dicari factor yang melatarbelakangi kesulitan belajar dan diupayakan jalan keluar untuk pemecahan masalah kesulitan belajar yang dihaadapi peserta didik.
B.     Permasalahan Belajar yang dihadapi Peserta Didik
1.      Menurut Warkitri
1.       Learning Disorder (Kekacauan Belajar) Belajar anak terganggu karena adanya respon yang bertentangan sehingga anak bingung untuk memahami pelajaran.
2.      Learning Disability  (Ketidakmampuan Belajar) atau anak tidak mampu belajar atau menghindari kegiatan belajar dengan berbagai sebab dan alasan.
3.      Learning Disfunftion adalah proses belajar anak tidak berfungsi dengan baik meskipun anak normal.
4.      Under Achiever adalah prestasi belajar anak rendah tetapi potensi intelektualnya di atas normal.
5.      Slow Learner (Lambat Belajar) adalah anak lambat dalam proses belajarnya sehingga membutuhkan waktu lebih lama dalam memahami pelajaran.
2.      Menurut Sumadi Suryobrata
a.       Grade Level : anak tidak naik kelas sampai dua kali
b.      Age Level             : umur anak tidak sesuai dengan kelasnya
c.       Intelegence Level : anak mengalami prestasi belajar yang rendah tetapi potensi intelektualnya di atas normal
d.      General Level : anak mengalami gangguan dalam beberapa mata pelajaran.
Dari beberapa pendapat para ahli mengenai permasalahan kesulitan belajar peserta didik dapat disimpulkan menegnai ciri-ciri peserta didik yang mengalami kesulitan belajar yakni sebagai berikut :
a.       Peserta didik yang mengalami kesulitan belajar memiliki prestasi yang rendah bahkan di bawah kriteria minimal karena merasa tidak memahami pelajaran yang disampaiakan Guru tidak ia pahami dan lama memahaminya.
b.      Tidak mengemukakan pertanyaan saat ada yang tidak dipahami dalam materi yang disampaiakn
c.       Usaha yang dilakukannya tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh
d.      Meremehkan tugas dan lambat mengerjakan tugas
e.       Merasa malas jika harus mengikuti pelajaran dan saat mendapat nilai yang jelek atau rendah tidka menyesal
f.       Menunjukan perilaku menyimpang. Contohnya saat ujian atau ulangan ia akan mencontek temannya atau mencontek buku.
g.      Emosional (mudah marah, tersinggung, rendah diri dan lain-lain)
C.    Faktor-Faktor Penyebab Kesulitan Belajar
Menurut Burton, sebagaimana yang dikutip oleh Abin S. M (2002 : 325-326). Faktor-faktor yang  menyebabkan kesulitan belajar individu dapat disebabkan oleh Faktor Internal dan factor Eksternal.
Factor Internal adalah factor yang berasal dari dalam dirinya sendiri. Factor ini dapat dibedakan menjadi dua, factor kejiwaan dan factor kejasmanian.
Faktor Kejiwaan seperti minat terhadap pelajaran kurang, motif belajar rendah, kurang percaya diri, disiplin diri rendah, sering meremehkan persoalan, sering mengalami konflik psikis dan integritas kepribadian rendah.
Faktor Kejasmanaian memiliki keadaan fisik yang lemah (mudah terserang penyakit), memiliki penyakit yang sulit disembuhkan, adanya gangguan pada fungsi indra, merasa lelah secara fisik.
Faktor Eksternal adalah factor yang berasal dari luar diri individu (lingkungannya). Factor ini dibedakan menjadi dua yakni factor instrumental dan factor lingkungan.
Faktor Instrumental factor yang dapat menyebabkan kesulitan belajar peserta didik seperti kemampuan professional Guru yang tidak memadai. Kurikulum yang diarasa peserta didik terlalu berat, program belajar yang tidak tersusun dengan baik.
Faktor Lingkungan meliputi lingkungan social dan lingkungan fisik. Seperti Disintegrasi atau kurang harmonisasi dengan anggota keluarga, Lingkungan sekolah yang dirasa tudak kondusif, teman-teman yang bergaul tidak baik.
Faktor Kependidikan, adanya Guru yang sering meremehkan peserta didik, guru yang tidak memmotivasi peserta didik untuk lebih giat lagi belajar, guru yang membiarkan peserta didik melakukan hal-hal yang slaah, guru yang tidak pernah memeriksa pekerjaan peserta didik, sekolah yang membiarkan peserta didik  bolos tanpa ada sanksi tertentu. Hal tersebut merupaka contoh dari factor-faktor penyebab kesulitan belajar peserta didik yang akan menghambat keberhasilan peserta didik tersebut.
D.    Prosedur Diagnosis Kesulitan Belajar
Diagnosis Kesulita Belajar merupakan suatu prosedur dalam memecahkan kesulitan belajar yang dialami peserta didik. Sebagai prosedur maka Doagnosis memiliki langkah-langkah yang tersusun secara sistematis. Menurut Ross dan Stanley dikutip Abin S. M 2002 : 309, tahapan-tahapan diagnosis belajar adalah sebagai jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut :
1.       Who are the pupils having trouble ? (siapa siswa yang mengalami gangguan dalam belajar ?)
2.      Where are the errors located? (di maankah kelemahan-kelemahan tersebut dapat dikategorikan ?)
3.      Why are the errors occur ? (mengapa kelemahan-kelemahan itu terjadi? )
4.      How can errors be prevented ? (bagaimana kelemahan-kelemahan itu dapat dicegah? )
Pendapat menurut Ross dan Stanley dapat dilakukan dalam memcahkan masalah-masalah yang dihadapi peserta didik dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:
1.      Mengidentifikasi Peserta Didik yang diduga  mengalami kesulitan Belajar yang dilakukan dengan :
1.      Menganalisis Prestasi Belajar
Peserta didik yang mengalami kesulitan belajar dilihar dari prestasi belajarnya memiliki prestasi yang rendah atau di bawah rata-rata yang ditentukan. Adanya penurunan prestasi dari rpestasi sebelumnya. Dan prestasi yang dicapai di bawah kemampuannya.
2.      Menganalisis perilaku yang berhubungan dengan proses belajar
 Dalam menganalisi kesulitan belajar dapat dilakukan dnegan cara membandingkan peserta didik yang bersangkutan dengan peserta didik lainnya yang berasal dari tingkat yang sama. Dan membandingkan perilaku peserta didik yang bersangkutan dan peserta didik yang diharapkan oleh lembaag pendidikan.
3.      Menganalisis hubungan social
Manusia adalah makhluk social dimana di dalamnya ada interaksi antara satu individu dengan individu lain, individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok. Terlihat dari individu yang terisolasi dari kelompoknya dan hal ini merupaka gejala adanya kesulitan belajar.
2.      Melokalisasi letak kesulitan belajar
Setelah data yang peserta didik yang mengalami kesulitan belajar didapat, maka langkah selnjutnya adalah menelaah fakotr apa yang melaatrbelakangi kesulitan belajar.
1.      Mata pelajaran apa yang dirasa peserta didik terjadi kesulitan dalam mempelajarinya.
2.      Aspek tujuan pembelajaran mana yang terjadi kesulitan
3.      Ruanglingkup kesulitan atau materi apa yang mengalami kesulitan
3.      Mengidentifikasi factor-faktor penyebab kesulitan Belajar
Pada tahap ini semua factor yang diduga sebagai penyebab kesulitan belajar diungkap, menurut para ahli tahap ini merupakan tahap yang paling sulit mengingat penyebab kesulitan belajar itu kompleks, sehingga tidak dapat dipahami secara sempurna, jika tidak ada pendekatan khusus dalam mengungkapnya. Factor penyebab kesulitan belajar dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya : 1) observasi; 2) wawancara; 3) kuesioner; 4) sikap; 5) tes; dan 6) pemeriksaan secara medis.
4.      Memperkirakan alternative pertolongan
Hal-hal yang perlu dilakukan atau dipertimbangkan secara matang dalam tahap ini adalah sebagai berikut :
1.      Teknik apa yang harus dilakukan dalam membantu kesulitan belajar siswa yang bersangkutan
2.      Kapan dan dimana proses bantuan tersebut dilakukan
3.      Siapa saja yang terlibat dalam proses pemberiaan bantuan

5.      Menetapkan kemungkinan teknik mengatasi kesulitan belajar
Tahap ini merupakan tahap penyusunan rencana yang meliputi : teknik-teknik yang dipilih untuk mengatasi kesulitan belajar dan tekni-u=teknin yang dipilih untuk mencegah kesulitan belajar.
6.      Pelaksanaan pemberian bantuan
Tahap ini adalah tahap pemberian bantuan terhadap peserta didik yang bersangkutan. Seperti sub judul selanjutnya yakni di bawah ini.

E.     Upaya yang dilakukan dalam membantu kesulitan Belajar
Untuk memperbaiki kesulitan-kesulitan belajar peserta didik yang mengalami kesulitan belajar akan ditempuh dengan usaha-usaha sebaai berikut :
1.      Memberikan informasi bimbingan belajar berupa :
a.       Informasi tentang teknik belajar yang baik terutama tentang cara belajar yang efektif dan efisien serta penggunaan waktu luang termasuk cara membagi waktu belajar
b.      Informasi mengenai pemahaman diri dan lingkungannya
c.       Memberikan informasi tentang  nilai, moral dan etika
2.      Memberikan bantuan konseling berupa :
a.       Memberikan pemahaman kepada peserta didik  yang bersangkutan tentang bagaimana untuk terbuka dan menyelesaikan maslaah yang dihadapinya agar dapat diselesaikan secara mandiri
b.      Mengajak peserta didik yang bersangkutan agar dapat menerima kelebihan dan kekurangannya serta mengembangkan sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya.
3.      Memperbaharui cara mengajar yang lebih melibatkan motorik peserta didik
4.      Guru atau Guru BK atau Sekolah menemui orang tua peserta didik yang bersangkutan  untuk merundingkan usaha-usaha yang sebaiknya dilakukan untuk kemajuan anaknya.


Setelah tahap-tahap di atas dilakukan Guru, Orang Tua dan peserta didik yang bersangkutan melakukan evaluasi terhadap perkembangan permasalahan kesulitan Belajar yang dihadapi peserta didik yang bersifat berkelanjutan untuk mengetahui sudah sejauh mana perkembangan usaha yang telah dilakukan dalam membantu peserta didik yang mengalami kesulitan belajar.
Sudah seharusnya guru memberikan kasih sayang, kesabaran, ketekunan dan ketalentaan para guru sanagt diharapkan dalam menangani peserta didik yang mengalami kesulitan belajar. Guru dapat menyarankan orang tua peserta didik untuk memberikan tambahan pelajaran khusus di sore hari untuk peserta didik yang lambat memahami pelajaran.


DAFTAR PUSTAKA
______ Kuntjojo. (2009). Diagnosis Kesulitan Belajar. [online]. Tersedia
http://ebekunt.wordpress.com [April 2012]
______ Shadiq. Fadjar. (2007). Faktor-Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Siswa. [online].
Tersedia http://fadjarp3g.files.wordpress [April 2012]
______ Sumarno. Alim. (2011). Cara mengatasi Kesulitan Belajar. [online]. Tersedia
http://blog.elearning.unesa.ac.id [April 2012]
______ Taher. (2010). Kesulitan Belajar dan Cara Mengatasinya. [online]. Tersedia
http://pgribanjarsari.wordpress.com [April 2012]
______ Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya. (2011). Cara Mengatasi
Kesulitan belajar.[online]. Tersedia http://blog.tp.ac.id [April 2012]
http://www.scribd.com [April 2012]
______ Utama.Arya. (2011). Kesulitan Belajar Siswa. [online]. Tersedia
http://ilmupsikologi.wordpress.com
______ Wijayacipta. Aswidy. (2010). Diagnostik Kesulitan Belajar. [online]. Tersedia
http://www.scribd.com [April 2012]

Contoh Surat Ijin Observasi

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
FAKULTAS  ILMU  PENDIDIKAN
Kampus Sekaran Gd. A2. Telp/Fax. 024-8508019 Gunungpati  Semarang  50229
Laman : http://fip.unnes.ac.id

Nomor  :            /UN37.1.1/PP/2012                                              23 November 2012
Lamp    : -                                          
Hal      :  Ijin Observasi
                             


Kepada,
Yth. Kepala SD Lab Scholl Unnes

di tempat


Dengan hormat,
Dalam rangka pendalaman mata kuliah Survey Permasalahan BK mahasiswa yang namanya tersebut dibawah ini :
Nama              :  Nur Izza Edyati                   1301410001
                             Finda Marsetyana              1301410013
                             Fitriani Chairunnisak         1301410023
                              Izzun Nahdhoh                   1301410042
Jurusan           :  Bimbingan dan Konseling
bermaksud mengadakan observasi di sekolah Bapak/Ibu yang rencananya dilaksanakan bulan November-Desember 2012.
Sehubungan dengan hal tersebut diatas mohon Bapak/Ibu berkenan memberi ijin mahasiswa tersebut.
Demikian atas perhatian dan kerjasama Bapak/Ibu kami sampaikan terima kasih.
                                                                                    
                                                                                                An. Dekan
                                                                                                    Pembantu Dekan Bidang Akademik,





               Prof. Dr. Haryono, M.Psi
                                                                                                 NIP. 19620222 198601 1 001


Chord serempet Gudal - Selaput dara


intro : Am G F (4x) Fm

Am                                Dm          G                           C
hanya kecewa yang aku rasakan , ternyata dirimu tak perawan
Dm         G               Em       Am    Dm         Fm                C
di balik wajah manismu yang lugu , kegadisanmu kau gadaikan
Dm      G                  Em    Am   Dm                             G
entah hilangnya mengapa siapa , tuluskah kau melakukannya

Reff :
F         G   C       G/B          Am
sayang ku bukan orang pertama
 Dm                                 G                              C
yang nikmati melodi harmoni tubuhmu yang tlah berlalu
F           G    C      G/B             Am
ku menangis deras dan tak terhenti
             Dm                          G           E               Am
ingin ku mencoba mengulang s'galanya ... ku tak bisa

interlude : Am G F (4x) Fm

Am                               Dm            G                          C
begitu mudah pecah selaput dara , mahkotamu kini tlah tiada
Dm      G            Em       Am  Dm            Fm           C
relakan kesucianmu ternoda , engkau berikan semuanya
Dm      G                  Em    Am   Dm                              G
entah hilangnya mengapa siapa , tuluskah kau melakukannya

back to Reff

Am G F (4x) Fm

C                         Dm                  F                Fm         C        G
Bukan maksudku sengaja buatmu kecewa ku begini adanya
C                         Dm                  F               Fm          C
bukan maksudku sengaja buatmu kecewa karena selaput dara    .......    2x

Back to Reff

Ending : Am G F (4x) Fm

Chord (kunci gitar) Backstreet boys - Shape of my heart



Intro: Dsus-D-Dsus-D-D-A-G

Hmm..yeah..yeah...

Verse 1:
Dsus-D Dsus D A G
Baby please try to forgive me
Dsus-D Dsus-D A G
Stay here don't put out the glow

Bridge 1:
Dsus D Dsus D
Hold me now, don't bother
A G
If every minute it makes me weaker
Bm E
You can save me from the man that I've become
G
Oh yeah


Chorus:
D G
Lookin' back on the things I've done
A F#m
I was trying to be someone
Bm (/A) E
Play my part and kept ya in the dark
G A G (Break)
Now let me show you the shape of my heart

Verse 2:
Dsus-D Dsus-D
Sadness is beautiful
A G
Loniness is tragical
Dsus-D Dsus-D A G
So help me, I can't win this war, oh no

Bridge 2:
Dsus D Dsus D
Touch me now, don't bother
A G
If every second it makes me weaker
Bm A E G
You can save me from the man I've become

(Repeat Chorus)

Refrain:
A G
I'm here with my confession
Bm A D G
Got nothing to hide no more
Em F#
I don't know where to start
G F# Bm
But to show you the shape of my heart
E A B
I'm looking back on things I've done
G#m C#m
I never wanna play the same old part
F#
Keep you in the dark
A B
Now let me show you the shape of my heart

(Repeat Chorus 2X -2 Fets Higher: From D to E)

E A
Lookin' back on the things I've done
B G#m
I was trying to be someone
C#m (/B) F#
Play my part and kept ya in the dark
A B
Now let me show you the shape of my heart

Ending:
A B E
Show you the shape of my heart

Senin, 12 Februari 2018

Makalah Hubungan Internasional



TUGAS SEJARAH 
HUBUNGAN INTERNASIONAL





NAMA : YUPRAHIDIN
NIM     :    3101411119



FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2012


Judul Buku :   “HUBUNGAN INTERNASIONAL DALAM PERSPEKTIF
                      SEJARAH”
Penulis         :  Drs. Subagyo,M.Pd.
Cetakan         :  Februari 2010
Penerbit         :  Fakultas Ilmu Sosial (UNNES), Widya Karya Semarang
Tebal :  viii+279 halaman ukuran 20,5 x 14,5


















BAB I
KONSEP DASAR DAN RUANG LINGKUP

A. Konsep Hubungan Internasional 
Interaksi suatu bangsa dengan bangsa lain dapat berlangsung secara baik maupun secara kekerasan (perang) dan dalam mengajarkan disiplin “hubungan internasional” kepada mahasiswa atau murid tidak boleh ditekankan pada persahabatan dan pengertian antar bangsa saja tetapi juga pada segi politik kekuatan dengan segala akibatnya, misalnya perang. Perang tidak akan terjadi selama kekuatan berimbang, maka perdamaian dapat terjaga. 
B. Ruang Lingkup Hubungan Internasional
Hubungan  antarbangsa atau hubungan internasional dapat berwujud dalam berbagai bentuk yaitu : 
Hubungan Individu → mereka yang mempunyai kepentingan yang tersebar di dunia ini, mengadakan kontak-kontak pribadi sehingga timbul lepentingan timbal balik diantara mereka. [mahasiswa, turis, pedagang
Hubungan antar Kelompok → misalnya lembaga-lembaga sosial, keagamaan dan perdagangan.
Hubungan antar Negara → yang menjadikan sebagai salah satu unsur negara terikat karena adanya rasa solidaritas dan didasarkn kepada bahasa yang sama, keturunan yang sama (suku bangsa),disamping itu karena kesamaan latar belakang sejarah, tradisi kebudayaan dan tanah air.

C. Asas Dan Latar Belakang Sejarah Hubungan Internasional
1. Asas Hubungan Internasional
City State (kota yang merdeka) di Italia pada abad XII dapat dikatakan sebagai permulaan dan dasar-dasar praktek hubungan dan hukum modern. Terdapat tiga asas, yang satu sama lain pengaruh mempengaruhi yaitu; Asas Teritorial, Asas Kebangsaan, dan Asas Kepentingan Umum. 
Latar Belakang Sejarah
Zaman Kuno ;
Abad ke-14 SM di daerah Timur Tengah Imperium Mesir, dan Kerajaan di Asia telah terjalin hubungan Internasional yang bersifat perdagangan dan komersil. Bangsa Yahudi membina hubungan dengan bangsa-bangsa lain yang bukan musuh bebuyutanya
Bangsa Yahudi Percaya bahwa di hari kemudian bangsa-bangsa di dunia harus bersatu dalam suasana damai, namun mereka tidak pernah menuju realisasi dari idealisme tersebut.
Bangsa Yunani merupakan pelopor dalam menyusun hubungan antar kelompok yang didasarkan pada ketentuan adat istiadat, kebiasaan dan kaidah yang disetujui bersama. Hubungan antarbangsa dalam naungan bangsa Romawi terdapat pola yang tersusun  menjadi beberapa bagian.
Abad Pertengahan ;
Pada abad ke-4 sampai abad ke-8 adalah periode anarki dimana tiap golongan hanya mementingkan kepentingan kelompoknya. Sejak abad ke-16 terdapat kontak-kontak rapat dengan adanya perjanjian-perjanjian yang disebut Capitulations. Misalnya, Sulaiman yang cakap (Sultan Turki 1520 1566) pernah mengadakan kapitulasi dengan raja Francois I dari Prancis pada tahun 1535 mengenai hubungan perdagangan antara Prancis dan Turki. Abad ke-15 bangsa Protugis, Spanyol kemudian di ikuti Belanda,Inggris, Prancis, dan bangsa-bangsa Eropa Barat lainya menjalin hubungan internasional yang mencakup seluruh permukaan bumi.
Periode antarnegara modern 
Pembentukan negara-negara besar
Gagasan mengenai asas keaulatan
Pelopor hubungan Internasional
Prancis abad ke-20 (super state-state)
Periode ini merupakan periode revolusioner dalam hubungan antarbangsa. Dua Konperensi perdamaian di Den Hang  (Belanda) pada tahun 1899 dan 1907 merupakan tonggak konsepsi-konsepsipergaulan dunia yang baru, sampai terjadinya Perang Dunia I.

BAB II
NEGARA, BANGSA, DAN NEGARA BANGSA

A. Evolusi Negara-Bangsa Sampai Tahun 1870
Pada akhir abad ke-18 pandangan merkantilisme tidak populer lagi karena digantikan dengan sistem perdagangan internasional. Sistem kenegaraan menjadi sesuatu yang dipermasalahkan, dan daerah koloni menjadi kurang penting, terlebih setelah pecahnya revolusi Prancis dan oleh “Revolution of spring” Napoleon. Jawaban atas permasalahan ini adalah perjanjian Westphalia dimana kekuasaan ada di tangan raja. Ucapan raja adalah hukum. Ungkapan ini tercemin pada raja Louis XIV “I’etat, c’est moi”.

B. Evolusi Negara Bangsa Modern 
1684 Perjanjian Westphalia membentuk sistem negara modern
Abad 16,17,dan 18 Negara-negara Eropa mengembangkan kekuasaan kolonial,
khususnya di Amerika Utara ; ini merupakan perputaran pertama
1775-1780 Revolusi Amerika dan Prancis merupakan tantangan bagi kekuasaan
Raja
1804-1815 Kekuasaan Napoleon di Prancis merubah sistem kekuasaan di Eropa
1815-1870 Negara Amerika membagi Afrika dan sebagian Timur Tengah dan
Asia dalam putaran kekuasaan kedua. Amerika dan Jepang juga
mulai menanamkan kekuasaan kolonial di daerah sebrang lautan.
1914-1918 Perang Dunia I merubah sistem negara didunia
1870-1930 Sejumlah negara di Eropa tumbuh dari 15 menjadi 35
1918-1939 Munculnya kekuatan Bolshewiks di Rusia dan Nazi di Jerman, yang
merupakan tantangan terhadap legitimasi sistem kenegaraan.
1939-1945 Perang Dunia II
1945-kini Perkembangan kehidupan kenegaraan menggantikan sistem kolonial
modern. Negara-negara bertambah dari 45pada 1945 menjadi sekitar 170 pada tahun 1986. Perkembangan politik pada masa ini juga ditandai dengan masalah antara kekuatan besar, yang sulit untuk menyatakan bahwa dunia dalam keadaan damai yang mutlak

B. Negara Bangsa dan Perimbangan Kekuatan ( Balance of Power )
Perimbangan kekuatan dilakukan dalam hubungan antarnegara. Dalam sebuah kasus perimbangan kekuatan diartikan sebagai adanya ketidak seimbangan. Perhatikan gambar-gambar dan istilah yang digunakan dibawah ini, menurut Daniel Tapp,1988 :









BAB III
ILMU DAN SISTEM HUBUNGAN INTERNASIONAL

A. Ilmu Hubungan Internasional
Memasuki abad XX, dengan diawali perang yang melanda seluruh dunia, muncul dan berkembag secara meluas hubungan internasional sebagai “disiplin ilmu”.
A.1. Lahirnya ilmu hubungan internasional
Pecahnya perang dunia yang kedua dan lahirnya perserikatan bangsa-bangsaserta badan-badan khusus lainnya mendorong lahir dan berkembang ilmu ini dan menuntut terselenggaranya negara dunia  (world government).
A.2.  Ilmu-ilmu dasar hubungan internasioal 
Dalam ilmu-ilmu dasar hubungan internasional sekurang-kurangnya delapan disiplin yang mendasari hubungan internasional yaitu ; hukum internasional, sejarah diplomatik, ilmu perang, politik internasional, organisasi internasional, perdagangan internasional serta pemerintahan jajahan .
A.3. Ilmu-ilmu yang menunjang
Lebih singkatnya ilmu hubungsn internasional bertujuan membentuk warganegara yang baik, pemimpin yang berkualitas ketrampulan yang tinggi dan pengetahuan yang mendalam tentang kemaanusiaan yang merupakan modal dasar untuk pengembangan individu,bangsa dan dunia.
A.4. Pendidikan internasional
Pendidikan internasional merupakan suatu ilmu yang mengembangkan sikap, pengetahuan, saling pengertian serta ketrampilanuntuk dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia dan menerima masyarakat dunia kedalam pola hidup manusia yang beradap. 

B. Sistem Kegiatan Hubungan Internasional
Pada zaman Yunani, terdapat hubungan antar polis dan pada zaman pertengahan terdapat hubungan antar Paus dan para raja.
B.1. Hubungan kegitan diplomatik
Pada zaman modern, sejak perang dunia pertama terdapat kencendrungan melakukan proses diplomasi terbuka. Mengenai hal ini diccantumkan di dalam ketentuan liga bangsa-bangsa pasal 18 yang mendasarkan bahwa smua perjanjian dan persetujuan internasional dari anggota liga segera didaftar untuk dipublikasikan agar mempunyai kekuatan yang mengikat. Perubahan strategi sistem dalam hubungan  internasional membawa dampak baru terhadap kegiatan diplomasi. 
B.2. Hukum internasional
Hukum internasional merupakan ketentuan atau hukum yang berlaku untuk bangsa-bangsa. Schwarcenberger mengemukakan tiga prinsip utama yang dibutuhkan di dalam proses pembentukan hukum internasional sbb :
Harus merupakan prinsip umum dari hukumserta lebih luas dari peraturan undang-undang yang ruang lingkup dan fungsinya terbatas.
Diterima dan diakui oleh bangsa-bangsa beradab
Disusun oleh tokoh-tokoh beradab dan dapat dibuktikan sekurang-kurangnya sebagai prinsip hukum yang mendasar bagi dunia.
B.3. Ekonomi internasional
Perkembangan ekonomi suatu bangsa merupakan bagian dari perkembangan ekonomi dunia. Bila suatu masalah mempengaruhi dunia internasional, maka pemecahanya harus dilakukan secara bersama dan menyeluruh. Organisasi-organisasi internasional banyak yang dibentuk untuk menanganinya.

C. Perkembangan ilmu hubungan internasional 

C.1. Ruang lingkup hubungan internasional
Sejauh ini baru diuraikan ruang lingkup hubungan antar manusia sebagai makhluk internasional. Krisis perdamaian dengan demikian dapat diamati juga dalam bidang ekonomi,ilmu dan teknologi, informatik dan kebudayaan, serta hubungan sosial antarnegara. 
C.2. Koneksitas : hubungan internasional, politik internasional dan politik luar negeri.

BAB IV
SASARAN DAN SISTEM INTERNASIONAL

A. Sasaran hubungan inteernasional : Perdamaian Dunia
Seorang jendral Cina dari zaman dinasti Han yang dikenal dengan nama Chao-Chao (155-220),namun nama resminya Wu Wei Ti dengan dalilnya “Barang siapa Cuma mengandalkan perang sebagai sarana, ia akan musnah, dan barang siapa Cuma mengadalkan cara damai sebagai sarana, ia akan binasa”.
A.1. Berbagai aliran pemikiran mengenai masalah perdamaian dunia :
Aliran Idealisme 
Aliran Realisme
Neo- Realisme dari Edward Hallett Carr
A.2. Palemologi (studi perdamaiaan)
Palemologi adalah disiplin ilmu yang sangat muda dan berkembang pada sekitar peralihan1950-an ke dekade 1960-an, merupakan reaksi dari perlombaan senjata. Persoalan perdamaiaan hanya dapat dijelaskan, bilamana manusia sudah lebih dulu dapat menjelaskan logika dari ideologi.
A.3. Perdamaian dan Ideologi 
Sebabnya mengapa ideologiharus diletakkan disamping kepentingan nasional sebagai faktor yang utama menentukan sistem internasional yang berlaku semenjak berakhirnya Perang Dunia II
Sistem Internasional 
Kerangka analisis sistem internasional
Sistem negara setalah abad ke-17
Sistem internasional pasca perang dinia II

BAB V
Masyarakat Internasional

A. Pendekatan Dasar Masyarakat Internasionalnal, 
Ditekankan bahwa, menurut pendekatan Masyarakat Internasional, masalah intervensi dan hak asasi manusia dapat dipelajari secara normatif, yaitu secara filosofis, historis dan hukum. Masalah ini tidak dapat dipelajari secara ilmiah karena pada dasarnya merupakan persoalan manusia dan karenanya mengandung nilai.

B. Tiga Tradisi : Teori
Realisme adalah doktrin yang disitu persaingan dan konflik antar negara “melekat” didalam hubungan mereka.
Rasionalis adalah mereka para teoritisi yang yakin bahwa manusia selalu memakai akal pikiran, dapat mengenali hal benar yang untuk dilakukan, dan dapat belajar dari kesalahan yang dilakukanya dan dari yang lainya (Wight, 1991:14-24).
Revolusionis adalah mereka para teoritisi yang menunjukan dirinya dengan rasa kemanusiaan dan yakin pada “persatuan moral” dari masyarakat dunia diluar negara (Wight, 1991:8-12).
C. Tiga Tradisi : Praktek

Tanggung jawab nasional 
Negarawan dan tangung jawab
Tanggung jawab kemanusian
Kritik Terhadap masyarakat internasional
BAB VI
EKONOMI POLITIK INTERNASIONAL


A. APA EKONOMI POLITIK INTERNASIONAL ITU?
1. MERKANTILISME
Merkantilisme adalah pandangan dunia tentang elit-elit politik yang berada pada garis depan pembangunan negara modern.
2. LIBERALISME EKONOMI
Liberalisme ekonomi muncul sebagai kritik terhadap kontrol politik dan pengaturan permasalahan ekonomi yang menyeluruh yang mendominasi pembentukan negara Eropa di abad keenambelas dan ketujuhbelas,yakni merkantilisme. Kaum ekonomi leberal berpendapat bahwa perekonomian pasar merupakan suatu wilayah otonom dari masyarakat yang berjalan menurut hukum ekonominya sendiri.
3. MARXISME
Dapat diringkas pendekataan kaum Marxis sebagai berikut, Perekonomian adalah tempat eksploitasi dan perbedaan antar kelas sosial, khususnya kaum borjuis dan kaum proletar.
4. PERDEBATAN TENTANG STABILITAS HEGEMONI AS
Hegemoni AS selalu sedikit lebih bijaksana daripada teori yang hendak kita yakini. Ketika Perang Dingin mulai, AS memiliki kepentingan keamanan yang jelas dalam mengikat Eropa Barat dan Jepang lebih dekat ke dalam kelompok liberal

5. PEMBANGUNAN DAN KETERBELAKANGAN DI DUNIA KETIGA
Teori ketergantungan memiliki tujuan ketika mereka menekankan bagaimana hubungan ketergantungan membentuk dan mempengaruhi pembangunan di Dunia Ketiga.
6. GLOBALISASI EKONOMI DAN PERANAN NEGARA YANG BERUBAH
Perdebatan tentang globalisasi ekonomi tidaklah mudah diselesaikan sebab masing-masing tiga posisi teoretis yang diuraikan diatas dapat menunjukan beberapa bukti empiric yang mendukung pandangannya. Pandangan kaum liberal,dan kaum neo-Marxis sama-sama ada benarnya juga.

BAB VII
KEKUATAN NASIONAL DAN POLA HUBUNGAN INTERNASIONAL
A. Unsur-Unsur Kekuatan Nasional :
1. Rakyat dan sumber daya manusia
2. Pemerintah
3. Wilayah dan sumber daya alam

B. Pola sikap Hubungan Internasional
1. Politik tidak memihak
2. Politik isolasi
3. Netralitas dan netralisme
4. Kooperasi
5. Kerjasama Universal 
6. Kerjasama Regional
7. Kerjasama Fungsional
8. Kerjasama Ideologis
9. Konfrontasi
BAB VIII
DIPLOMASI
A. Perkembangan di India Kuno
B. Perkembangan di Yunani
C. Perkembangan Romawi Kuno
D. Perkembangan di Zaman Byzantium
E. Perkembangan Sesudah Renaissance :
1. Periode Italia
2. Sistem diplomasi Perancis
3. Transisi Diplomasi Lama ke Baru

BAB IX
ORGANISASI ANTAR BANGSA
A. Landasan Umum 
Proses pertumbuhan organisasi internasional 
Penggolongan, Klasifikasi Organisasi Internasional 
1. Keanggotaan 
2. Klasifikasi berdasarkan Lingkup kawasan geografi
3. Klasifikasi atas landasan Fungsi
Status Organisasi Internasional
B. Perserikatan Bangsa-Bangssa (PBB)
1. Langkah-langkah
2. Struktur Organisasi PBB
3. Tujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa
4. Keanggotaan PBB
5. Badan kelengkapan PBB
6. Dewan Keamanan 
Dewan Ekonomi Sosial 
Badan-Badan Tambahan 
Dewan perwalian 
Mahkamah internasional
Sekretariat PBB
C. Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Indonesia
1. Sengketa Indonesia Belanda (UNCI)
2. PBB dalam masalah Irian Barat (UNTEA)
3. PBB dan masalah Timor Timur





BAB X
PERAN INDONESIA DI DUNIA INTERNASIONAL

A. Bidang Politik dan keamanan 
Usaha nyata pemerintah Indonesia dalam penyelesaiaan permasalahan politik global sebagai berikut :
1. Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan keamanan PBB
2. Pengiriman Kontingen Garuda (kontingen I-XXII/A)
3. Peran Indonesia dalam menyelesaikan konflik internasional ;
a. Konflik Timur Tengah
b. Krisis di Myanmar
c. Peran Indonesia dalam Penanggulangan Terorisme
B. Bidang ekonomi
hubungan ekonomi antarnegara memegang peran penting muncul adanya Perdagangan bebas 
a. perdagangan bebas tingkat global
b. perdagangan bebas tingakat regional
serta berdirinya APEC (asian Pacific Economic Cooperation) yang berdiri pada bulan november 1989. Peran indonesia salah satunya ialah  Negara Indonesia adalah salah satu negara pendiri WTO  dan APEC
C. Bidang kebudayaan
Bangunan-bangunan bersejarah yang ada di indonesia pada era global tidak hanya menjadi kebanggaan bangsa indonesia tetapi juga dunia, akibatnya masyarakat turut membantu usaha-usaha pelestarian. Kesenian daerah dapat mejadi identitas bangsa pada era global, maka dari itu tentang hak cipta asal usul kesenian harus tetap dijaga agar tidak diklaim oleh negara lain terutama Malaysia.
D. Bidang lingkungan hidup
Bentuk peran aktif Indonesia dalam bidang lingkungan hidup yaitu dengan menjadi tuan rumah konferensi perubahan iklim yang dilaksanakan PBB. 
Dampak Keaktifan dalam pergaulan antar bangsa 
a. Dampak positih
1. Masyarakat makin maju
2. Kebudayaan indonesia makin maju
3. Meningkatnya kepercayaan dunia internasional
4. Etos kerja masyarakat indonesia meningkat dll.
b. Dampak negatif
1. Berlangsunganya neokolonialisme 
2. Lapangan kerja semakin sempit
3. Berkembangnya pola hidup konsumtif (wismulyani,2008)
4. Terkikisnya nilai-nilai kebersamaan,dll.











Pembanding :

Judul Buku :   “HUBUNGAN INTERNASIONAL DAN PERANAN BANGSA
                              INDONESIA SUATU PENDEKATAN SEJARAH”
Penulis        :  Frans S. Fernandes
Cetakan        :  Januari- Mei 1988
Tebal        :  ix+211 halaman
















HUBUNGAN INTERNASIONAL DAN PERANAN BANGSA
INDONESIA SUATU PENDEKATAN SEJARAH

Hubungan Internasional merupakan kegiatan interaksi manusia bangsayang satu dengan manusia dari bangsa lainnya, baik secara mandiri, maupun secara kelompok. Hal ini dapat dilakukan dengan kontak tatap muka, malah lebih melalui komunikasi tak langsung. Hubungan antarbangsa dapat terjadi atas prakarsa individu , organisasi-organisasi non pemerintah ataupun melalui kegiatan atau organisasi yang secara resmi diatur oleh pemerintah atau negara.
Pelaksanaan hubungan antarbangsa dalam pengertian modern, berawal dengan timbulnya negara-negara modern yang dilandasi nasionalisme pada abad XVIII. Bangsa merupakn kelompok manusia yang berdiam pada kawasaan geografis tertentudibawah suatu pemerintahan yang berdaulat. Di dalam bangsa tercakup element-elemen utama seperti : 
a. Persatuan kesatuan
b. Kepentingan dan cita-cita serta
c. Tradisi budaya yang mengikat masa lampau dan masa datang
Aspirasi yang didasari kesatuan kemerdekaan, kebebasan dan kepribadiaan serta keamanan. Hal ini bukanlah berarti bahwa sebelum terbentuknya bangsa negara modern,belum terjadi kontak atau hubungan antarnegara.
Kemajuan ilmu dan teknologi perkembangan sarana-prasarana komunikasi, transportasi sangat besar pengaruhnya dalam menjembatani hubungan saling ketergantungan antar bangsa dalam dunia modern. Kompleksitas masyarakat modern mendorong bangsa-bangsa didunia untuk membentuk berbagai lembaga, organisasi, ketentuan hukum dan sebagainya yang merupakan bentuk-bentuk kerja sama dalam rangka menunjang kegiatan hubungan antar bangsa.
Liga bangsa-bangsa yang dibentuk setelah pearang dunia pertama dan Perserikatan Bngsa-Bangsa yang lahir setelah perang dunia kedua, merupakan sumber inspirasi pembentukan organisasi-organisasi dunia selanjutnya yng mencakup beberbagai aspek kehidupan. Selain organisasi, pahit getirnya perang mendorong para ahli, filsuf,negarawan untuk mengambil langkah baru dalam rangka menanamkan rasa slaing pengertian antarbangsa di dunia. Kebutuhan ini, dalam proses perkembangan selanjutnya melahiekan hubungan Internasional dan pendidikan internasional, yang didasari dan ditunjang oleh disiplin-disiplin ilmu lainya.
Indonesia sebagai sebuah negara,memilii cita-cita dan kepentingannya sendiri, yang dalam usaha mencapainya menggunakan strategi serta landasan sendiri. Wawasan nusantara merupakan landasan strategi nasional. Hubungan luar negeri yang telah dimainkan bangsa indonesia telah tercatat dalam instrkripsi-instrkripsi historis. Sejak proklamasi, hubungan internasional ditandaskan di dalam undang-undang dasar 1945 alenia ke empat. Penjabaran serta pelaksanaan hubungan luar negeri berpegang pada prinsip “bebas aktin”. Memasuki pemerintah orde baru, partisipasi indonesia dalam hubungan internasional semakin besar , terutama dalam bentuk organisasi kerja.sama regional yang diprakarsai indonesia.Organisasi ini semakin luas dan semakin berkembangcsesuai dengan perkembangan konstalasi politik dunia.