Cari Disini

Minggu, 04 Februari 2018

REVIEW PRINSIP ANALISIS JABATAN

Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor penting dalam organisasi. Sumber daya manusia adalah potensi manusiawi  sebagai penggerak organisasi dalam mewujudkan eksistensinya. Dalam perkembangannya, organisasi akan menghadapi berbagai permasalahan SDM yang kompleks, oleh karena itu diperlukan adanya suatu sistem pengelolaan yang menangani SDM atau dengan kata lain Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM).

Hal yang menjadi fokus utama dalam MSDM yaitu meningkatkan kinerja organisasi baik dari segi produktivitas, pelayanan maupun kualitas untuk mencapai tujuan utama organisasi. Maka dalam implementasinya, MSDM akan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang akan mendukung tercapainya tujuan organisasi. Salah satu kegiatan yang memiliki peranan penting dalam MSDM yaitu analisis jabatan. Menurut Dale Yonder, analisis jabatan adalah suatu prosedur untuk memperoleh informasi jabatan secara sistematis. Dalam melaksanakankan analisis jabatan ada beberapa prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan, yaitu:

    Proses analisis jabatan dilakukan untuk memahami tanggung jawab pada setiap jabatan dan kontribusi hasil jabatan tersebut terhadap pencapaian hasil atau tujuan organisasi.
    Objek dari kegiatan analisis ini adalah jabatan, bukanlah si pemegang jabatan yang memangku jabatan tersebut. Meskipun data diperoleh dari si pemegang jabatan (incumbent) melalui pengamatan, wawancara atau pun kuesioner/angket, produk yang menjadi hasil analisis jabatan adalah berupa uraian jabatan (job description) atau spesifikasi jabatan (specifications of the job), bukan suatu uraian tentang orang (description of the person).
    Jabatan yang akan dideskripsikan kedalam uraian jabatan merupakan jabatan yang sesuai dengan struktur organisasi pada saat ini.

Hasil dari analisis jabatan yaitu berupa uraian jabatan (job description) dan spesifikasi jabatan (job spesification). Uraian jabatan adalah uraian tentang informasi dan karakteristik jabatan yang akan membedakan antara satu jabatan dengan jabatan lainnya, misalnya nama jabatan, uraian tugas, hasil kerja, bahan kerja, tanggung jawab dan wewenang jabatan. Sementara spesifikasi jabatan adalah kualifikasi yang harus dipenuhi untuk menduduki suatu jabatan, seperti pendidikan, pelatihan, pengalaman kerja, bakat dan temperamen. Uraian jabatan dan spesifikasi jabatan inilah yang kemudian dijadikan landasan dalam MSDM lainnya, diantaranya sebagai landasan untuk melakukan evaluasi jabatan, rekruitmen, seleksi, pelatihan, promosi, penempatan pegawai baru,  dan menentukan standar hasil kerja seseorang serta merencanakan perubahan-perubahan dalam organisasi.

Pelaksanaan analisis jabatan yang tepat akan menghasilkan standar suatu jabatan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Hasil dari analisis jabatan akan membantu SDM dalam memahami jabatan yang akan atau sedang diduduki, selain itu juga memudahkan organisasi dalam menempatkan SDM pada suatu jabatan, serta me

Definisi ETNIK

Pada awalnya istilah etnik hanya digunakan untuk suku-suku tertentu yang dianggap bukan asli Indonesia, namun telah lama bermukim dan berbaur dalam masyarakat, serta tetap mempertahankan identitas mereka melalui cara-cara khas mereka yang dikerjakan, dan atau karena secara fisik mereka benar-benar khas. Misalnya etnik Cina, etnik Arab, dan etnik Tamil-India. Perkembangan belakangan, istilah etnik juga dipakai sebagai sinonim dari kata suku pada suku-suku yang dianggap asli Indonesia. Misalnya etnik Bugis, etnik Minang, etnik Dairi-Pakpak, etnik Dani, etnik Sasak, dan ratusan etnik lainnya. Malahan akhir-akhir ini istilah suku mulai ditinggalkan karena berasosiasi dengan keprimitifan (suku dalam bahasa inggris diterjemahkan sebagai ‘tribe’), sedangkan istilah etnik dirasa lebih netral. Istilah etnik sendiri merujuk pada pengertian kelompok orang-orang, sementara etnis merujuk pada orang-orang dalam kelompok. Dalam buku ini keduanya akan digunakan secara bergantian tergantung konteksnya.
Dalam Ensiklopedi Indonesia disebutkan istilah etnik berarti kelompok sosial dalam sistem sosial atau kebudayaan yang mempunyai arti atau kedudukan tertentu karena keturunan, adat, agama, bahasa, dan sebagainya. Anggota-anggota suatu kelompok etnik memiliki kesamaan dalam hal sejarah (keturunan), bahasa (baik yang digunakan ataupun tidak), sistem nilai, serta adat-istiadat dan tradisi.
Menurut Frederich Barth (1988) istilah etnik menunjuk pada suatu kelompok tertentu yang karena kesamaan ras, agama, asal-usul bangsa, ataupun kombinasi dari kategori tersebut terikat pada sistem nilai budayanya. Kelompok etnik adalah kelompok orang-orang sebagai suatu populasi yang :
Dalam populasi kelompok mereka mampu melestarikan kelangsungan kelompok dengan berkembang biak.
Mempunyai nila-nilai budaya yang sama, dan sadar akan rasa kebersamaannya dalam suatu bentuk budaya.
Membentuk jaringan komunikasi dan interaksi sendiri.
Menentukan ciri kelompoknya sendiri yang diterima oleh kelompok lain dan dapat dibedakan dari kelompok populasi lain.
Definisi etnik diatas menjelaskan pembatasan-pembatasan kelompok etnik yang didasarkan pada populasi tersendiri, terpisah dari kelompok lain, dan menempati lingkungan geografis tersendiri yang berbeda dengan kelompok lain. Seperti misalnya, etnik Minang menempati wilayah geografis pulau Sumatera bagian barat yang menjadi wilayah provinsi Sumatera Barat saat ini dan beberapa daerah pengaruh di provinsi sekitar. Lalu etnik Sunda menempati wilayah pulau jawa bagian barat. Dan etnik Madura menempati pulau madura sebagai wilayah geografis asal.

Sabtu, 03 Februari 2018

RESENSI BUKU KERAJAAN-KERAJAAN di INDONESIA

RESENSI BUKU

A.  IDENTITAS BUKU

Nama                    : KERAJAAN-KERAJAAN di INDONESIA
Pengarang            : Sulistiani
Penerbit                : PT. Widya Duta Grafika
Edisi / Cetakan     : Cetakan 1 tahun 2010
Jumlah Halaman  : 64 Halaman
Harga                   : RP.24.000
                                                                 




B.  SINOPSIS BUKU
Sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk pada 17 Agustus 1945, terlebih dahulu berdiri kerajaan – kerajaan di berbagai daerah di Nusantara. Kerajaan- kerajaan tersebut dapat dibedakan menjadi kerajaan yang bercorak agama Hindu, kerajaan yang bercorak agama Buddha, serta kerajaan yang bercorak agama Islam. Kehidupan kerajaan pada masa itu masih terpecah- pecah, bahkan saling bermusuhan. Kerajaan terbesar yang pernah menguasai wilayah Nusantara, antara lain, Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Kedua kerajaan itu berperan besar dalam pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Meskipun kerajaan – kerajaan di Indonesia sudah tidak ada lagi, namun keberadaannya telah mewariskan kebudayaan dan peninggalan sejarah yang tidak ternilai harganya dan peninggalan sejarah yang tidak ternilai harganya. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk melestarikan peninggalan budaya dan sejarah bangsa di masa lalu.




C.  KELEBIHAN BUKU
Kelebihan buku ini adalah memberikan wawasan tentang kerajaan- kerajaan yang berada di Indonesia baik Hindu, Buddha, dan Islam. Buku ini juga mudah untuk dipahami. Buku ini sangat cocok untuk para pemula yang ingin mengetahui kerajaan kerajaan di Indonesia.


D.  KEKURANGAN BUKU
Kekurangan dari buku ini adalah terdapat beberapa kerajaan yang memiliki penjelasan kurang lengkap.


Lihat dan baca juga Resensi bertemakan Sejarah disini

ALIRAN FISIOKRAT. (Boisguilbert,Laffemas,Quesnay,Turgot,The Tableau) dan pengaruhnya

ALIRAN FISIOKRAT.

            Pemikir ekonomi Aliran Fisiokrat berpandangan bahwa sumber kekayaan Negara dan masyarakat adalah kekayaan alam. Pemikir aliran ini percaya bahwa alam diciptakan oleh Tuhan penuh dengan keseimbangan dan keharmonisan yang bersifat kosmopolit. Atas dasar itu, maka berikanlah kebebasan pada manusia untuk melaksanakan apa yang terbaik untuk dirinya masing-masing. Pemerintah tidak perlu campur tangan dalam mengatur perekonomian. Pemikiran ini menjadi cikal bakal doktrin “Laizzes faire-laizzes passer”. Tanpa intervensi pemerintah maka semua aktivitas manusia akan berjalan secara seimbang, otomatis serta bersifat mengatur sendiri.
Abad delapan belas menonjolkan dua gagasan ekonomi, yaitu fisiokrat dan klasik. Fisiokrat menguasai Prancis, klasik Skotlandia dan Inggris. Fisiokrat mendapat pengaruh penting dari Adam Smith, peletak dasar sistem klasik. Bodin dan Boisguilbert adalah dua figur pemimpin ajaran ekonomi Perancis sebelum adanya fisiokrat.
Laffemas
Secara keseluruhan, merkantilisme Prancis lebih bekerja dengan pekerja dari pada pemikir, dan hanya beberapa penulis yang meminta perhatian. Barthelemy de Laffemas (1545-1611), penjahit Huguenot dan valet de chambre Raja Henry IV, yang olehnya dia meraih jabatan sebagai menteri keuangan. Laffemas mendiskusikan masalah ekonomi dalam beberapa tulisan dimana dia menggarisbawahi pentinganya manufaktur.
Penulis lainnya yaitu Antoine de Montchretien (c.1575-1621), seorang penyair dan hardware manufacturer yang siap disebut sebagai penulis buku yang memuat tulisan ‘ekonomi politik’ pada tahun 1615. Dia menitikberatkan kebutuhan peraturan dan pendidikan industri. Ia mengulangi observasi Montaigne mengenai jika satu orang untung maka satu orang lainnya akan rugi, dan diaplikasikan secara spesifik ke dalam perdagangan internasional.
Colbert
Peraturan negara dan kemajuan manufaktur dicapai pada masa Jean Baptiste Colbert (1619-83), menteri keuangan dibawah Raja Louis XVI, yang diingat sebagai salah satu praktisi kebijakan merkantilis. Dia memberi nama sistem ini dengan nama Colbertisme, dimana manufaktur yang didorong oleh subsidi dan perlindungan tarif. Colbertisme juga membawa jaringan kerja dari peraturan terperinci yang bertujuan pada kualitas dan kontrol harga dari produk manufaktur dan pertanian serta mengurangi rintangan pada perdagangan dalam negeri Perancis. Colbert juga mencari atau mengadakan reformasi fiskal, tetapi usahanya tersebut digagalkan oleh ketidakmaluan pengadilan dan biaya peperangan raja.
Marshal Vauban (1633-1707), ahli militer hebat pada zamannya, juga mencoba memecahkan masalah ekonomi, pendekatan yang digunakan adalah ‘political arithmetic.’ Secara lebih spesifik dia mengajukan reformasi fiskal yang mengganti dengan sejumlah pajak oleh bangsawan, semacam pajak pribadi yang akan didasarkan pada pendapatan dari segala sumber dan siapa yang mempunyai proporsi lebih, maka batas tertinggi pajak adalah sepuluh persen.


Boisguilbert
Pierre le Pesant de Boisguilbert (1646-1714), anggota kehakiman Perancis dan seorang tuan tanah, menerbitkan beberapa buku. Bukunya yang pertama Le detail de la France in 1695 dan yang terakhir Factum de la France in 1706, dan dia juga membuat empat rangkaian gagasan yang ditujukan untuk membantu menteri keuangan.
Boisguilbert mangklaim bahwa pertanian dan kehidupan pedesaan adalah beberapa cara terbaik untuk manufaktur dan bahwa manufaktur sebaiknya tidak dipromosikan pada biaya populasi pedesaan. Dia juga mengumumkan rumusan laissez faire ketika dia membela kebebasan export gandum, dia mengidentifikasikan pendapatan nasional dengan pengeluaran konsumsi.
Quesnay
Pemimpin aliran fisiokrat adalah Francois Quesnay (1694-1774), dokter pribadi Louis XV dan Madam de Pompadour. Belajar ekonomi adalah fase terdahulu dari karir intelektualnya. Dan memutuskan untuk tetap pada investigasi matematika hingga akhir hidupnya.
Turgot
Setelah Quesnay, fisiokrat terbaik yang diingat sekarang ini adalah Anne Robert Jacques Turgot (1727-81), yang setelah berjasa pada posisi pemerintah Peranci tertinggi menjadi menteri keuangan pada rezim ancien.
Sistem fisiokrat memerlukan rekonstruksi ekonomi yang lengkap sejak mereka menyobek keseluruhan cataan tentang ajaran merkantilisme. Tujuan fisiokrat adalah untuk mengorganisasikan kembali ekonomi Perancis melalui reformasi pajak dan mempromosikan sistem efisien, skala yang lebih besar bertani.
Fisiokrat digambarkan seperti diatur oleh prinsip-prinsip individualisme. Turgot berpendapat bahwa individualisme adlaah hakim terbaik dari keuntungan sendiri. Aliran ini mempostulatkan sebuah kesesuaian yang sempurna dari keuntungan individu sama baiknya denga keuntungan raja. Individualisme ini diimplementasikan dalam pemilikan pribadi.
The Tableau
Hubungan antara tiga kelas yang digambarkan Quesnay dalam tableau economique yang terkenal, model terbaru dari aliran melingkar ’pendapatan nasional’ dan reproduksi tahunannya. Ada beberapa jenis tableau, yang semuanya sesuai dengan dua pola dasar. Pertama menggambarkan pengeluaran berturut-turut dan lainnya meringkas hasil yang dicapai.

Pengaruh Fisiokrat
Hubungan tertutup Fisiokrat dengan pengadilan Prancis dan dukungan mental dari monarki absolut berhasil untuk membuat sesuatu impresi yang sangat besar ke luar negri, khususnya pada ‘kebenaran raja yang lalim’ pada saat itu. Saat itu dunia melihat peradaban Prancis dan semua tentang Prancis sebagai model yang paling jelek dari kekaguman dan emulasi. Ada pertimbangan bunga dalam doktrin physiokrat pada negara asing, tapi mengumumkan individualisme dari pemikiran mereka yang tidak semuanya cocok yang kemudian mengalami wilayah ‘underdevelopment’ dari pusat dan Eropa bagian timur.
Pernyataan tambahan mereka mengenai laissez faire, Fisiokrat berani pada kepercayaan mereka akan kebaikan monarki absolut sebagai bentuk pemerintahan yang terbaik. Mereka juga ingat dengan baik tentang penekanan pada pertanian yang akhirnya menyebabkan munculnya revolusi industri. Oposisi mereka pada ekspor manufaktur melawan trend perekonomian Perancis yang telah memproduksi ekspor dalam kelebihan pertanian sejak pertengahan abad 18.
Teknik eonomi fisiokrat berbeda dari kebijakan dan filosofi mereka, didesak pengaruh gagasan ekonomi di masa depan. Pemikiran Adam Smith telah dipengaruhi oleh ini, khususnya kontribusi Turgot, walaupun dia tidak mengembangkan usaha selanjutnya pada suatu bentuk teori subjektif nilai. Marx yang memberikan banyak perhatian pada tableau menemukan dalam hal ini dan pada penekanan fisiokrat pada surplus produksi oleh pada suatu kelas penting menginspirasikan pada sistem miliknya dari pemikiran yang pusatnya adalah suatu surplus.
Tokoh-tokoh pemikir Aliran Fisiokrat yang dominan kontribusinya terhadap perkembangan pemikir ekonomi adalah sebagai berikut :
1.         Franscois Quesnay (1694-1774)
Quesnay lahir tahun 1694 di desa Mere, sekitar 15 mil sebelah barat Versailles. Ayahnya “adalah seorang petani dan penjaga tokoh, sehingga ia hanya sedikit mendapatkan pendidikan formal. Pada usia 17 tahun Quesnay memutuskan untuk menjadi seorang ahli bedah, kemudian ia melanjutkan pendidikannya di bidang kedokteran.
Quesnay terkenal sebagai pencipta model ekonomi “Tableau Economique” yang dikembangkan lebih lanjut oleh Leontief sebagai Tabel Input-Output dan sebagai pemimpin aliran Fisiokrat. Ia juga terkenal dengan usulannya “Laizzes faire”, analisis distribusi surplus ekonomi dan visinya tentang ekonomi sebagai suatu rangakaian yang terintegrasi antara satu dengan yang lainnya. Ia menganalisis proses ekonomi sebagai siklus aliran uang, barang dan orang dari satu sektor ke sektor lainnya yang menyerupai aliran darah dalam tubuh manusia.
Quesnay berpendapat bahwa hanya tanah yang bersifat produktif, sehingga para petani dan penambang dianggapnya sebagai kelompok masyarakat produktif. Kemudian ia menyarankan bahwa setiap kebijakan ekonomi yang diambil harus ditujukan terutama untuk meningkatkan taraf hidup para petani.
Para tuan tanah dianggapnya sebagai “penghisap belaka” karena mereka ini hanya memperoleh hasil tanpa kerja. Kegiatan industri dan perdagangan juga dianggapnya tidak produktif, sebab kegiatan industri hanya mengubah bentuk dan sifat barang, sementara perdagangan hanya memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain.
Kekuatan atau nilai positif pemikiran Quesnay adalah sebagai berikut :
1)         Intervensi pemerintah dalam perekonomian hanya akan merusak keseimbangan yang sudah tercipta secara alami.
2)         Karyanya berupa “Tableau Economique” merupakan cikal bakal lahirnya Tabel I-O dan pengukuran aktivasi ekonomi secara agregat.
3)         Sumber kekayaan Negara dan masyarakat adalah tanah dan lahan.
4)         Melihat bahwa perekonomian adalah suatu rangkaian yang saling terkait satu dengan yang lainnya, artinya sektor-sektor ekonomi yang membangun suatu struktur ekonomi adalah saling terkait antar satu dengan yang lainnya.
Sedangkan kelemahan atau nilai negatif yang terdapat dalam pemikiran Quesnay adalah sebagai berikut :
1)      Ia mengabaikan campur tangan pemerintah, sehingga para pelaku ekonomi/usaha akan bersaing secara yang tidak sehat yang pada akhirnya akan merugikan pengusaha lainnya terutama di negara-negara yang sedang berkembang.
2)      Alam bukanlah satu-satunya faktor produksi yang produktif, ini terbukti bahwa sebagian Negara didunia tidak mengandalkan sumber daya alam dalam memacu pertumbuhan ekonominya.
3)      Anggapannya bahwa sektor perdagangan dan industri adalah sektor yang tidak produktif adalah keliru.
4)      Kebijakan pemerintah lebih diarahkan peningkatan kesejahteraan petani, tanpa memperhatikan pekerja di sektor lain.
Beberapa pemikiran Quesnay yang masih relevan dengan kondisi terkini adalah : (i) Perekonomian merupakan rangkaian yang terintegrasi antara satu dengan yang lainnya. (ii) Doktrin laizzes faire-laizzes passer dalam perekonomian yang makin mengglobal. (iii) Pemikiran bahwa pertanian perlu mendapat perhatian yang cukup dari pemerintah karena sekitar 85% penduduk Indonesia hidup dan bermata pencaharian di sektor pertanian atau hidup sebagai petani.

2.      Sir William Petty (1623-1687)

Petty adalah orang yang pertama kali memikirkan dan menulis secara sistematis tentang ekonomi dan salah seorang yang menerapkan prinsip-prinsip ekonomi dalam dunia nyata. Karyanya memberikan pencerahan dalam sifat dan sewa tanah (rent) dan pajak. Ia berusaha menjadikan ilmu ekonomi sebagai ilmu yang kuantitatif dan staistikal melalui istilah “aritmatika politik”. Untuk membuktikan bahwa London itu makmur dan berkembang secara ekonomi, Petty menunjukkan bagaimana London memiliki banyak penduduk dan perumahan (realstate) dibanding Paris.

Petty memberikan sumbangsih terhadap perkembangan teori ekonomi, Petty adalah ekonom pertama kali yang mendefinisikan gagasan surflus dan ahli ekonomi pertama yang menjelaskan tanah berdasarkan gagasan surflus. Dia juga memikirkan secara mendalam tentang keuangan publik.

Dalam karyanya yang berjudul “A Treatise of Taxes and Contribution”, ia menyatakan bahwa : (i) Bukan jumlah hari kerja yang menentukan nilai suatu barang, melainkan biaya yang diperlukan untuk menjaga agar para pekerja tetap bekerja. (ii) Uang diperlukan dalam jumlah secukupnya dan apabila lebih atau kurang dari yang diperlukan maka dapat mendatangkan kemudharatan.

           

Kekuatan atau nilai positif pemikiran William petty, antara lain :
1)      Ia telah menggunakan statistika dan matematika dalam analisisnya, sehingga analisisnya lebih tajam dibanding dengan ekonomi lainnya.
2)      Ia telah memberikan pencerahan terhadap sifat sewa tanah dan pajak.
3)      Ia mendukung penerapan pajak secara progersif.
            Sedangkan kelemahan atau nilai negatif pemikiran William Petty, antara lain :
1)      Ia memandang pajak sebagai sesuatu yang buruk dan merusak perekonomian, Karena akan mengurangi insentif bagi rakyat yang bekerja keras.
2)      Menganggap bahwa pajak sebagai faktor penghambat dinamika atau perkembangan perekonomian Inggris.
3)      Analisis ekonominya terlalu berorientasi pada pendekatan kuantitatif, sehingga tidak menggambarkan kenyataan yang ada.

3.      John Locke (1632-1704)
John Locke yang akrab dengan panggilannya Locke lahir di Somerset Inggris tahun 1632 dari keluarga kaya yang moderat. Ayahnya adalah pengacara dan pemilik tanah yang sangat luas. Ia mendapat beasiswa ke Universitas Oxford dan masuk ke gereja Kristen di Oxford pada tahun 1659. Kemudian ia menjadi dosen di Universitas Oxford, dia mengajar matakuliah sejarah Yunani dan reteorika.
Locke sangat terpesona dengan penemuan Petty bahwa darah mengalir ke seluruh tubuh dan ia mau melakukan studi kedokteran di waktu luang. Ia menjadi dokter pribadi Lord Ashley, seorang kanselir di Excherquer dan segera menjadi asisten pribadinya. Dari hubungan itu ia lalu belajar tentang isu-isu ekonomi yang penting pada saat itu, misalnya kegiatan perdagangan dengan koloni-koloni Inggris dan suku bunga.
Locke memberikan lima kontribusi terhadap perkembangan ilmu ekonomi, tiga buah bersifat filosofis dan dua bersifat ekonomi. Ia memberikan justifikasi filosofis untuk kepemilikan pribadi dan Negara. Ia mengembangkan metodologi yang membantu ekonomi menjadi “ilmiah”. Sumbangan Locke untuk perkembangan ilmu ekonomi lainnya adalah teori yang berkaitan dengan uang dan bunga. Ia menentang peraturan pemerintah tentang tingkat suku bunga dan menentang pemerintah mendevaluasi mata uang Inggris, karena akan berakibat buruk terhadap perekonomian.
Sumbangannya di bidang filsafat adalah justifikasinya bagi hak-hak individu atas milik pribadi. Pada abad ke 17 di Inggris kegiatan komersil meningkat dengan besar dan menimbulkan konflik dengan institusi feodal dan keagamaan. Waktu itu di akui bahwa Tuhan memberikan alam ini kepada manusia seluruhnya. Menguasai atau memonopoli sumber-sumber alam berarti sumber-sumber tersebut tidak tersedia bagi orang lain.
Pemikiran John Locke mengandung beberapa kekuatan atau nilai positif, antara lain :
1)      Pemikirannya tentang teori uang dan bunga yang menjadi cikal bakal pengembangan teori ekonomi moneter oleh ekonom-ekonom pada periode selanjutnya.
2)      Pemikirannya tentang dampak buruk kebijaksanaan devaluasi terhadap perekonomian secara makro.
3)      Pemikirannya tentang kepemilikan pribadi dan Negara.
Disamping kekuatan tersebut, pemikiran John Locke juga mengandung kelemahan atau sisi negatif, antara lain :
1)      Pemikirannya terlalu berorientasi pada penguasaan materi atau kebendaan.
2)      Uang atau modal diakui sebagai atau merupakan hasil dari kerja sebelumnya, sehingga kepemilikannya dapat dibenarkan.
3)      Uang membuat manusia dapat mengumpulkan kekayaan lebih banyak lagi karena uang tidak rusak sebelum digunakan.
Pemikiran Locke yang masih relevan dengan kondisi terkini adalah : (i) Pemikiran tentang perlunya kebijakan moneter yang dikelola secara bijaksana dan mempertimbangkan kebijakan makro ekonomi lainnya, misalnya kebijakan fiscal atau APBN, pemerintah tidak boleh serta merta melakukan kebijakan devaluasi karena akan merugikan perekonomian. (ii) Pemikiran tentang perlunya kejelasan antara kepemilikan pribadi dan kepemilikan Negara. Dan (iii) Sumber tertinggi dari penguasa politik adalah individu.









KESIMPULAN.

Adapun kesimpulan yang dapat saya tarik dari uraian para pemikir ekonomi aliran yunani ( klasik ),adalah misalkan jika kita melihat kebelakang dari akar rumput timbulnya aliran ekonomi.
Sejarah Perkembangan Teori Ekonomi adalah suatu pemikiran kapitalisme yang terlebih dahulu yang harus dilacak melalui sejarah perkembangan pemikiran ekonomi dari era Yunani kuno sampai era sekarang. Aristoteles adalah yang pertama kali memikirkan tentang transaksi ekonomi dan membedakan diantaranya antara yang bersifat "natural" atau "unnatural". Transaksi natural terkait dengan pemuasan kebutuhan dan pengumpulan kekayaan yang terbatasi jumlahnya oleh tujuan yang dikehendakinya. Transaksi un-natural bertujuan pada pengumpulan kekayaan yang secara potensial tak terbatas. Dia menjelaskan bahwa kekayaan unnatural tak berbatas karena dia menjadi akhir dari dirinya sendiri ketimbang sebagai sarana menuju akhir yang lain yaitu pemenuhan kebutuhan. Contoh dati transaksi ini disebutkan adalah perdagangan moneter dan retail yang dia ejek sebagai "unnatural" dan bahkan tidak bermoral. Pandangannya ini kelak akan banyak dipuji oleh para penulis Kristen di Abad Pertengahan.
Aristotles juga membela kepemilikan pribadi yang menurutnya akan dapat memberi peluang seseorang untuk melakukan kebajikan dan memberikan derma dan cinta sesama yang merupakan bagian dari “jalan emas” dan “kehidupan yang baik ala Aristotles.
Kemudian dikembangkan oleh beberapa ahli.selanjutnya jika kita melihat dari pandangan KALASIK.,Adam smith berpendapat bahwa pembagian kerja sangat berguna dalam usaha meningkatkan produktivitas. Pembagian kerja akan mengembangkan spesialisasi. Pertambahan penduduk berarti meningkatkan tenaga kerja, dan hal ini akan meningkatkan permintaan dan perluasan pasar dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, pembagian kerja juga mempunyai kerugian sosial, oleh karena suasana kerja yang monoton. Beberapa pemikiran Smith mengalami ketidaktaatan asas, dan justru hal ini menjadi tugas ahli-ahli dan pemikir berikutnya untuk memperbaiki, dan mengembangkannya.
Tokoh pemikir Islam juga memberikan sumbangsih pada pemahaman di bidang ekonomi. ibn Khaldun dari Tunis (1332–1406) menulis masalah teori ekonomi dan politik dalam karyanya Prolegomena, menunjukkan bagaimana kepadatan populasi adalah terkait dengan pembagian tenaga kerja yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi yang sebaliknya mengakibatkan pada penambahan populasi dalam sebuah lingkaran. Dia juga memperkenalkan konsep yang biasa disebut dengan Khaldun-Laffer Curve (keterkaitan antara tingkat pajak dan pendapatan pajak dalam kurva berbentuk huruf U).
Perintis pemikiran barat di bidang ekonomi terkait dengan debat scholastic theological selama Middle Ages. Masalah yang penting adalah tentang penentuan harga barang. Penganut Katolik dan Protestan terlibat dalam perdebatan tentang apa itu yang disebut “harga yang adil” di dalam ekonomi pasar. Kaum skolastik Spanyol di abad 16 mengatakan bahwa harga yang adil tak lain adalah harga pasar umum dan mereka umumnya mendukung filsafat laissez faire.
pada era Reformation pada 16th century, ide tentang perdagangan bebas muncul yang kemudian diadopsi secara hukum oleh Hugo de Groot atau Grotius. Kebijakan ekonomi di Europe selama akhir Middle Ages dan awal Renaissance adalah memberlakukan aktivitas ekonomi sebagai barang yang ditarik pajak untuk para bangsawan dan gereja. Pertukaran ekonomi diatur dengan hukum feudal seperti hak untuk mengumpulkan pajak jalan begitu juga pengaturan asosiasi pekerja (guild) dan pengaturan religious dalam masalah penyewaan. Kebijakan ekonomi seperti itu didesain untuk mendorong perdagangan pada wilayah tertentu. Karena pentingnya kedudukan sosial, aturan-aturan terkait kemewahan dijalankan, pengaturan pakaian dan perumahan meliputi gaya yang diperbolehkan, material yang digunakan dan frekuensi pembelian bagi masing-masing kelas yang berbeda.
Selanjutnya,analisis yang dapat di tarik dari pemikiran aliran klasik dengan yang sekarang yaitu.ilmu ekonomi ,sebagaimana yang diketahui hari ini mulai terbentuk di eropa selama abad ke delapan belas.akan tetapi,analisis ekonomi sesungguhnya mempunyai hubungan kekerabatan yang lebih panjang .mayoritas sarjana barat mengabaikan literatur-literatur yang di tulis oleh sarjana muslim di abad pertengahan dan menganggap dunia pada saat itu mengalami kegelapan intelektualitas seperti yang terjadi di eropa.mereka menganggap bahwa tulisan ekonomi yang relevan dengan konstruksi ekonomi modern . dengan melihat keadaan ekonomi Indonesia yang sekarang.maka memang pada dasarnya para pemikir ekonomi bangsa saat-saat ini masih kurang memperhatikan tentang nasib keadaan bangsa pada umumnya dan masyarakat Indonesia pada khususnya.di karenakan sampai detik ini juga pengagguran masih bergejolak dan kemiskinan di mana-mana. berangkat dari literatur indicator sebuah Negara.bahwa,melaksanakan pembangunan secara berkesinambungan dan mengentaskan kemiskinan itu masih sangat jauh dari harapan kita.
Para aparatur Negara atau yang dikenal dengan sapaan para ELIT BANGSA, kadang masih memikirkan kantong sendiri Dari pada kebutuhan masyaraktnya. Sementara itu kasus korupsi dimana-mana yang telah membuat bangsa ini melarat adalah merupakan suatu bentuk ketidak adilan terhadap hak asasi manusia dan keboblosan para elit bangsa ini.
Perbandingan aliran klasik dengan aliran modern saat ini.menurut saya tidak jauh beda.dalam artian bahwa ketidakadilan jauh dari harapan bangsa yang dari dulu mengalami krisis multidimensi.bahkan era reformasi juga masih belum bisa menjawab apa yang ada di benak kita sesungguhnya.karna pada intinya pentolan orde lama saja masih di angkat menjadi anggota pemikir ekonomi bangsa yang di ambil dan di terapkan pemikirannya.padahal sudah secara nyata pada zaman sebelum orde baru ini mereka sudah dikatakan gagal dalam memperbaharui keadaan bangsa.
Oleh karena itu,kita sebagai asset pembangunan atau para pemikir yang akan datang seharusnya dan sepantasnya memberikan suatu sumbangsi pemikiran baik lisan maupun tulisan kepada bangsa yang di ralat atau di geluti lingakaran setan kemiskinan ini.dan menyemprnakan hasil-hasil atau literatur-literatur para pemikir yang dulu maupun pada zaman reformasi sekarang.




Kamis, 01 Februari 2018

RESENSI BUKU RORO JONGGRANG

 I. Identisas Buku.

Judul                     : Roro Jonggrang
Penulis                  : Tira Ikranegara
Tahun terbit          : 2007
Jumlah Halaman  : 112

II.Ringkasan.

Pada zaman dahulu berdiri dua kerajaan besar yaitu kerajaan pengging yang dipimpin oleh prabu damar moyo dengan putranya bandung bondowoso dan keraton boko yg dipimpin oleh prabu boko yang mempunyai putri cantik bernama roro jonggrang. Ia juga memiliki patih raksasa yaitu patih gupolo. Keraton boko ingin menguasai kerajaan pengging, dengan mengumpulkan kekuatan akhirnya keraton boko menyerang kerajaan pengging.
Mengetahui rakyatnya menderita, prabu damar moyo mengutus anaknya bandung bondowoso untuk membalaskan dendamnya kepada keraton boko. Dan terjadilah perang yang sangat sengit antara Bandung Bondowoso melawan Prabu Boko. Karena kesaktian Bandung Bondowoso prabu Boko dapat dibinasakan. Melihat rajanya tewas maka patih Gupolo melarikan diri dan Raden Bandung Bondowoso mengejar patih ke kerajaan kraton Boko.
Setelah Patih Gupolo melaporkan pada Putri Roro Jonggrang maka menangislah putri,sedih hatinya karena ayahnya tewas,dan Patih Gupolo pun pergi meninggalkan Kerajaan Kraton Boko. Sesampainya Bandung Bondowoso di Kraton Boko terkejutlah ia melihat Putri yang cantik jelita.
Seketika bandung bondowoso lupa akan tujuannya pergi ke keraton boko karena melihat kecantikan roro jonggrang, ia ingin menikahi putri roro ronggrang.
Tetapi, Putri roro jonggrang tidak semudah itu menerima bandung bondowoso, ia ingin dibuatkan 1000 candi dalam waktu 1 malam. Bandung bondowosopun menyanggupinya dan meminta bantuan pada jin. Saat bandung bondowoso mulai mengerjakan 1000 candi itu, roro jonggrang juga meminta bantuan dari gadis desa untuk menumbuk padi dengan lesung agar suasana cerah seperti pagi. Setelah para gadis menumbuk dan ayam berkokok para jin pergi, jin hanya sanggup menyelesaikan 999 candi.
Bandung bondowoso merasa curiga pada roro jonggrang, akhirnya ia mengetahui bahwa roro jonggrang telah berbuat licik dan terkutuklah putri roro jonggrang oleh bandung bondowoso menjadi candi yang ke-1000 dan para gadis yang ikut membantu juga dikutuk menjadi perawan tua.

Kekurangan: 
   Buku ini tidak disertakan gambar, sehingga kurang menarik untuk dibaca kalangan anak anak. Serta jenis kertas Yang digunakan kurang bagus.
Kelebihan:

   Ceritanya sistematis sehingga mudah dipahami oleh para pembaca.


----Lihat dan baca juga Resensi bertemakan Sejarah disini
----Baca juga Naskah Drama Roro Jonggrang Disini

Rabu, 31 Januari 2018

Resensi Buku Pelukis S . Sudjojono

Nama: Adelya Shafa Salsabila
Kelas:  X IPS 4
No: 01

·        Judul Buku           : Pelukis  S . Sudjojono
·        Penulis Buku        : Ajip Rosidi
·        Tahun Terbit         : 2000
·        Hak Penerbitan     : PT. Dunia Pustaka Jaya
·        Dicetak Oleh        : PT . Refika
·        Kota Terbit           : Bandung
·        Kelebihan Buku   : “ Ukuran tulisan sangat pas untuk dibaca . Bahasanya  mudah dimengerti. Buku ini membahas tentang biografi seorang pelukis yang bernama S . Sudjojono . Kertasnya berwarna putih polos.”
·        \Kekurangan Buku : “ Didalam buku terdapat gambar lukisan , tetapi sayang lukisannya berwarna hitam putih (monokrom) sehingga kesannya kurang menarik. Buku ini membahas biografi pelukis , tetapi tanggal,bulan,bahkan tahun kelahirannya tidak dicantumkan.”

Rangkuman buku :
Buku ini membahas tentang biografi pelukis yang bernama S . Sudjojono yang dilahirkan di Kisaran,Tebing Tinggi, Sumatra Utara. Sudjojono lahir dari keluarga transmigran asal pulau Jawa. ayahnya yang bernama Sindu Darmo, adalah mantri kesehatan di perkebunan karet Kisaran, Sumatra Utara , beristrikan seorang dukun yang mengobati berbagai macam penyakit . Ia lalu dijadikan anak angkat oleh seorang guru HIS, Yudhakusuma. Oleh bapak angkat inilah , Sudjojono diajak ke Jakarta pada tahun 1925. Ia menamatkan HIS di Jakarta , lalu memlanjutkan SMP di Bandung, dan menyelesaikan SMA diperguruan Taman Siswa Yogyakarta. Di Yogyakata itulah ia sempat belajar montir sebelum belajar melukis pada R.M.Pringade selama beberapa bulan . Sewaktu di Jakarta , ia belajar pada pelukis Jepang , Chioji Yazaki.

          Sudjojonosempat menjadi seorang guru di Taman siswaseusai lulus dari Taman Guru di perguruan yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantaraitu . Ia ditugaskan oleh Ki Hajar Dewantara untuk membuka sekolah baru di Rogojampi, Banyuwangitahun1931. Namun ia kemudian memutuskan untuk menjadi pelukis. Pada tahun 1937 ia ikut pameran bersama pelukis dari Eropa di Kunstring Jakarya , Jakarta. Inilah awal namanya dikenal sebga pelukis. Pada tahun itu juga ia menjadi pinoir mendirikan Persatuan Ahli Gambar Indonesia (PERSAGI). Oleh karena itu, masa itu disebut tonggak awal seni lukis modern berciri Indonesia. Ia sempat menjabat sebagai sekertaris dan jubir PERSAGI. Selain sebagai pelukis, ia juga dikenal sebagai kritikus seni rupa pertama di Indonesia.

Lihat dan baca juga Resensi bertemakan Sejarah disini



Sabtu, 29 Maret 2014

Jersey, Dari Sejarah Hingga Merchandise Para Penikmat Sepakbola



Apa yang ada di pikiranmu ketika mendengar kata jersey? Sepakbola kah? Kalau iya, itu memang hal yang wajar. Sepakbola memang identik dengan jersey. Pakaian yang digunakan para pemain bola saat mereka bertanding ini punya daya tarik tersendiri di mata para pecinta sepakbola.
Jersey ini sekarang menjadi pakaian wajib yang dimiliki setiap supporter bola, masing-masing pecinta bola biasanya mempunyai 1 atau lebih dari jersey tim kesayangannya. Bahkan mungkin identitas seorang supporter setia klub sepakbola bisa langsung kita ukur cukup dengan melihat jersey apa yang digunakannya.
Jersey ini juga menjadi merchandise favorit di nyaris seluruh dunia bagi para penikmat sepakbola, harga dan tipe-tipe jersey nya pun kini semakin variatif, lihat saja di Indonesia, mulai dari jersey original, jersey KW, jersey grade ini lah, itulah, semuanya mempunyai peminatnya tersendiri, lahan usaha baru yang cukup populer saat ini di Indonesia.
Seperti yang kita tahu, dalam jersey itu sendiri biasanya terdapat lambang klub, sponsor, dan nomor punggung serta nama masing-masing pemain yang menjadi ciri khas suatu klub sepakbola. Tapi, apa kamu tahu awal mula penggunaan unsur-unsur dalam jersey tersebut terutama soal nomor punggung dan sponsor? Kalau belum, simak ulasan yang satu ini, ya!
Nomor punggung
Nomor punggung yang sekarang menjadi ciri khas seorang pemain ini ternyata pertama kali digunakan pada tanggal 25 Agustus 1928 pada pertandingan Arsenal melawan Sheffield Wednesday (dahulu The Wednesday) dan Chelsea melawan Swansea Town.
Penggunaan nomor punggung pada jersey ini memang menimbulkan pro-kontra. Namun, setelah beberapa kali percobaan, Inggris memutuskan untuk menggunakan nomor punggung sebagai bentuk permanen dari kostum pemain bola.
Pada awalnya, sebelas pemain starting memakai pakaian bernomor punggung yang berurutan dari angka 1 sampai 11. Para pemain itu pun dapat menggunakan nomor punggung berbeda dalam satu musim. Tetapi, sejak tahun 1965 saat sistem pergantian pemain diperkenalkan dalam sepakbola, nomor 12 dan seterusnya pun mulai digunakan untuk para pemain cadangan. Uniknya, nomor punggung 13 tidak boleh dipergunakan karena pada masa itu angka tersebut masih dianggap membawa sial.
Akhirnya, pemakaian nomor punggung yang ditetapkan secara pasti pada tiap pemain dalam sebuah skuad diperkenalkan pada Piala Dunia tahun 1954. Setiap pemain dari masing-masing negara yang masuk dalam daftar 22 pemain, memakai nomor punggung tertentu dan sama sepanjang turnamen berlangsung. Hasilnya, nomor punggung 12 hingga 22 bisa diberikan pemain lainnya di dalam skuad, tanpa perlu memperhatikan posisi pemain yang bersangkutan di lapangan. Tetapi, FIFA menetapkan sebuah peraturan yaitu nomor punggung 1 hanya boleh digunakan oleh seorang kiper.

Sponsor
Munculnya konsep sponsor ini dimulai sekitar tahun 1950-an dimana negera-negara seperti Denmark, Austria, dan Perancis mulai menampilkan nama sponsor di jersey klub-klub mereka. Hal ini mereka lakukan untuk mendapatkan tambahan pendapatan. Namun, tidak semua klub Eropa melakukan hal ini loh, karena banyak juga liga di benua biru ini yang melarang penggunaan nama sponsor.
Era baru sponsorship pada kaos jersey bola akhirnya terjadi pada tahun 1973. Mast Günter lah sosok pioner yang memiliki ide untuk mensponsori klub sepak bola di tahun tersebut. Saat itu, Mast Günter menjalin kerja sama sponsorship dengan sebuah klub bernama Eintracht Braunschweig. Mast Günter menempatkan logo Jagermeister pada kaos klub yang bermain di Bundesliga ini. Jagermeister  sendiri adalah merek minuman beralkohol yang merupakan produk utama dari perusahaan Mast-Jägermeister AG yang berbasis di Jerman.
Awalnya, asosiasi sepak bola Jerman tidak meluluskan permintaan Eintracht Braunschweig untuk memakai kaos jersey yang terdapat logo sponsor. Hanya saja, ketika semua pemain klub ini memilih untuk mengganti logo tradisional mereka dengan logo Jagermeister, liga pun tidak dapat berbuat apa-apa.
Eintracht Braunschweig mengenakan seragam barunya ini pada tanggal 23 Maret 1973. Tujuh bulan kemudian, sponsor pada kaos jersey bola resmi dilegalkan oleh Bundesliga.
Lain halnya dengan Bundesliga,  Liga Inggris masih tidak memperbolehkan klub-klubnya untuk mencantumkan logo sponsor di jersey mereka. Bahkan, Liga Inggris mengancam akan menjatuhkan sanksi berupa denda yang besar pada klub yang mengenakan seragam yang memuat tulisan atau logo dari perusahaan sponsor. Tetapi, empat tahun setelah Bundesliga mengizinkan penggunaan logo sponsor ini, akhirnya Liga Inggris pun melegalkan klub-klub Inggris untuk mencantumkan logo sponsor pada jersey klub mereka.
Ternyata butuh waktu yang cukup lama dan proses yang tidak mudah ya unsur-unsur jersey tersebut untuk akhirnya “nampang” di jersey klub-klub sepakbola.