Cari Disini
Sabtu, 03 Agustus 2013
Sejarah Asal - Usul sepatu sepak bola
Sepatu bola adalah salah satu hal yang harus diperhatikan oleh seorang pemain sepak bola, Karena sepatu bola adalah salah satu hal yang menentukan permainan sepak bola seorang pemain. Dan asal kamu tahu, ternyata penggunaan sepatu sepak bola mempunyai sejarah dan asal-usul yang panjang.
Dulu pada masa awal sepakola diperkenalkan di Inggris (sekitar pertengahan abad 18), pemain bola boleh mengenakan kasut jenis apa pun di lapangan. Sepatu dengan alas polos dan sering dipakai untuk kerja pun diperbolehkan. Sepatu wanita dengan hak agak tinggi bahkan pernah digunakan lelaki di lapangan hijau.
Kemudian, keluarlah peraturan FIFA pada 1863. Salah satunya berbunyi, "Yang tidak memakai paku menonjol, lempengan besi, atau getah karet pada sol sepatunya diperbolehkan bermain”.
Aturan itu memunculkan gairah tukang sepatu di Inggris dan Eropa untuk membuat sepatu khusus sepak bola. Sebelum industri massal dimulai, tukang sepatu kebanyakan membuatnya dalam skala rumah tangga.
Pada 1895, Joe dan Jeff Foster mendirikan J.W. Foster and Sons di Bolton, Inggris, sebelum mengubahnya menjadi Reebok pada 1958. Sejak Januari 1905, Herman Jansen membuat toko sekaligus bengkel kasut di rumahnya di Kota Hengelo, Provinsi Gelderland, Belanda timur. Pada tahun yang sama, muncul pula pembuat sepatu Gola di Inggris.
Industri sepatu kian menggeliat ketika adik-kakak Adolf dan Rudolf Dassler membuka pabrik dengan nama Gebruder Dassler Schuhfabrik pada 1924. Dua bersaudara itu akhirnya pecah kongsi pada 1947. Adolf membentuk Adidas dan Rudolf menelurkan Puma.
Mulai tahun 1910-an, sepatu dengan nama Cup Final Specials mendunia berkat "gigi-gigi" kayu di bagian bawah agar pemain mudah mencengkeramkan kakinya ke tanah. Ujung sepatu dibuat dengan pola anyaman agar pemain mudah menggerakkan jari kakinya selama mengontrol bola. Bentuk gigi itu seperti tabung dengan tiga paku kecil berujung tajam. Pemain harus memakukkan "kuku" itu ke sol dengan palu kecil.
Ukuran gerigi itu pun bervariasi. Pemain akan memilih gigi lebih panjang untuk bermain di lapangan becek agar tidak mudah terpeleset. Salah satu tugas wasit dan asistennya adalah mengecek sol itu sebelum pemain masuk ke lapangan. Jika gigi sepatu terlalu tajam dan menonjol, pemain tak diperbolehkan masuk.
Kasut-kasut masa silam itu dibuat dari bahan kulit tipis tapi berat. Modelnya berupa lars panjang atawa boot agar bisa melindungi engkel pemain dari sepakan lawan. Sepatu baru umumnya keras dan kaku sehingga sering membuat kaki pemakainya cedera. Agar lebih lentur dan enak dipakai, sepatu direndam dulu selama beberapa jam sebelum dikenakan, lalu dijemur sebentar agar kandungan air tidak memberatkan sepatu.
Di era 1920-an, sepatu bola mulai diproduksi secara massal. Salah satu yang terkenal di era itu adalah Manfield Hotspur. Sepatu kulit ini tidak hanya diproduksi untuk pemain dewasa, tapi juga untuk semua umur termasuk anak-anak.
Sepuluh tahun kemudian, muncullah variasi warna tali sepatu. Selain hitam, ada pula putih, merah, dan lainnya. Di lapangan, pemain kerap menggonta-ganti tali ini karena proses rendam-jemur sepatu membuat tali mudah rusak.
Pada 1951, perusahaan sepatu mulai mengendus bisnis baru. Mereka mencatut nama pemain terkenal untuk nama produknya. Bintang Inggris saat itu, Stanley Matthews, menjadi nama sepatu keluaran CWS. Ia mencatatkan diri sebagai pemain pertama yang disewa sebagai bintang iklan sepatu. Maka, dimulailah komersialisasi sponsor oleh produsen sepatu kepada pemain, yang saat itu mendapat gaji maksimal 20 poundsterling.
Selain Matthews, pemain-pemain lain mulai mendapat tempat khusus di hati produsen. Sepatu Bobby Charlton, contohnya, beredar pada 1964. Dua tahun kemudian, muncul kasut bernama Pele, yang dibuat sesuai tuntutan gaya main lincah ala pemain Brasil itu.
Matthews juga menjadi salah satu pengguna sepatu Continental, seri terbaru dari Manfield Hotspur dan dikenakan pemain-pemain di Eropa serta Brasil. Sepatu ini dibuat pada 1950-an hingga 1960-an. Pada masa itu, sol sepatu juga dibuat dengan bahan karet, plastik, atau logam dengan pengait sekrup.
Selama itu sepatu sepak bola identik dengan kombinasi warna hitam atau cokelat dengan strip putih. Puma pernah membuat sepatu putih pada 1958, tapi baru dipertontonkan oleh pemain Inggris, Alan Ball, satu dekade kemudian. Kelir lain mulai bermunculan pada 1998, salah satunya dikenakan oleh pemain Maroko, Moustafa Hadji.
Pada 1995, mantan pemain Liverpool, Craig Johnston, mendesain sepatu bernama Predator yang diproduksi oleh Adidas. Sepatu ini menggunakan kulit kanguru sebagai lapisan luarnya yang diklaim mempermudah lengkung arah bola. Klaim ini membuat sepatu itu laris manis dan antara lain dipakai eksekutor seperti Zinedine Zidane, David Beckham, dan Steven Gerrard.
Saat ini produsen membuat beragam sepatu dengan teknologi mutakhir sesuai kebutuhan pemakainya. Bentuk, desain, dan bahannya dibuat agar pemain bisa menggerakkan kakinya senyaman mungkin dan aman. Kuku-kuku di solnya pun tak selalu berjumlah sama satu dengan yang lain. Gigi-gigi yang awalnya berbentuk bulat berubah menjadi pilih dan ini sering dianggap gampang melukai lawan.
fakta ritual-ritual aneh para aktor lapangan hijau
Ritual Unik Bintang Sepak Bola
Apa rahasia John Terry, bek tengah Chelsea hingga selalu tampil tangguh
di lapangan? Selalu memilih toilet yang sama sebelum bertanding.
Rupanya, ritual unik ini juga dimiliki beberapa bintang sepak bola lainnya, termasuk sang legenda, Pele. Nah, ayo kita lihat siapa saja dan apa saja kebiasaan aneh tersebut.
Foto: soccerjones.com
Selain kebiasaannya seperti yang sudah disebutkan: selalu buang air di
toilet yang sama sebelum bertanding, dia juga selalu duduk di tempat
yang sama di bus tim, mendengarkan CD Usher yang sama saat menuju tempat
latihan (wow, Terry penggemar Usher), dan selalu memarkir mobil di
tempat yang sama.
"Bahkan dia rela menunggu jika urinal itu sedang dipakai orang, padahal yang lain kosong," kata Lampard.
Mario Gomez
Foto: spox.com
Hampir serupa dengan Terry, demikian juga Mario Gomez Garcia - ujung
tombak klub Bayern Muenchen sekaligus pemain timnas Jerman keturunan
Spanyol - selalu memilih toilet yang posisinya paling kiri.
Hmmm, apa jadinya bila hanya ada 1 toilet di stadion tersebut?
David James
Foto: dailymail.co.uk
Jangan coba-coba ajak ngobrol atau wawancara David James sebelum
pertandingan. Kiper Bristol City yang juga sudah melalang-buana ke
berbagai tim (juga mantan kiper timnas Inggris) ini bakal diam seribu
bahasa.
Memang begitu ritual uniknya, James selalu 'puasa' bicara mulai dari H-1 pertandingan hingga peluit panjang dibunyikan.
Tambahan, James juga hanya akan kencing di saat toilet tidak ada satu orang pun. Ritual dilanjutkan dengan meludah di dinding.
Hey, para pesepak bola... ada apa dengan toilet sehingga begitu penting?
Frank Lampard
Foto: thisislondon.co.uk
Gelandang timnas Inggris dan Chelsea ini punya kebiasaa berbeda. Dia
selalu memakai sepatu dan pelindung lutut sebelah kanan terlebih dulu
dan memakai rute yang sama kala menuju ruang makan sebelum pertandingan.
Ketika timnya kalah, Lampard akan membuang sepatu yang tadi dipakainya.
Duh, kalau mau sepatu bola gratis harus mengekor Lampard setiap bertanding dan berdoa semoga timnnya kalah :P
Gary Neville
Foto: telegraph.co.uk
Pemain ini punya banyak ritual. Mulai dari menggunakan ikat pingang yang sama, sepatu yang sama, arftershave juga selama satu musim penuh. Kabarnya, Gary neville berusaha mengurangi ritualnya itu sekarang ini.
Pele
Foto: suaramerdeka.com
Pele (nama lengkap: Edison Arantes do Nasciment), sang legenda dari Brazil yang ternyata juga punya kepercayaan unik.
Dia punya keyakinan, jika ingin terus menunjukkan penampilan terbaik
maka harus bermain dengan jersey tim yang sama.Pernah pada suatu ketika
dia secara tidak sadar memberikan kaosnya itu ke seorang fans.
Sadar telah membuat kesalahan, Pele meminta seseorang untuk mancari kaos
tersebut. Penampilan Pele sendiri saat itu tidak karuan. Seminggu
kemudian kaos Pele ditemukan dan dia bisa tampil baik lagi.
Rupanya, teman Pele yang memberi kaos tersebut tidak mengatakan jika kaos yang diberikannya itu adalah kaos lain. Ada-ada saja.
Selain kebiasaan unik, dua pemain di bawah ini bisa dibilang punya sisi
religiositas yang teramat tinggi. Pastinya, banyak pesepak bola juga
punya iman nan kuat. Setidaknya, sementara diwakili oleh:
Kaka
Foto: blog.beliefnet.com
Kabarnya, Kaka pemain bola yang selalu memperlihatkan simbol- simbol keyakinannya ke tengah lapangan.
Kaka pernah menjahitkan kalimat "God is Faithful" di lidah sepatunya.
Lalu, dalam selebrasi kemenangan 4-1 Brasil atas Argentina di final
Piala Konfederasi 2005, ia dan beberapa rekannya memakai baju
bertuliskan “Jesus Loves You“ dalam berbagai bahasa.
Franck Ribery
Foto: 3.bp.blogspot.com
Frank Ribery adalah simbol paling terkenal saat ini sebagai salah satu legion muslim di lapangan hijau.
Pria Prancis yang menjadi muslim sejak menikah dengan wanita keturunan
Maroko itu selalu mengangkat kedua tangannya dan berdoa di tengah
lapangan, lalu mengusapkannya ke wajah, sebelum kickoff.
fakta unik dibalik julukan pemain bola
Mereka
setidaknya mempunyai satu nama julukan yang disematkan oleh fans dan
para pengamat sepakbola karena tingkah laku unik nya.
Nama-nama julukan seperti Peter Pan, Manusia Kaca, atau Sang Ember adalah beberapa contoh dari sekian banyak julukan unik para pemain sepakbola dunia.
Berikut ini adalah 10 pemain dengan julukan unik beserta asal-usul mengapa julukan itu diberikan kepada pemain yang bersangkutan.
1. Yasar Duran - The Bucket (Sang Ember)
Nama-nama julukan seperti Peter Pan, Manusia Kaca, atau Sang Ember adalah beberapa contoh dari sekian banyak julukan unik para pemain sepakbola dunia.
Berikut ini adalah 10 pemain dengan julukan unik beserta asal-usul mengapa julukan itu diberikan kepada pemain yang bersangkutan.
1. Yasar Duran - The Bucket (Sang Ember)

Penjaga gawang Turki di era 80an ini mendapat ejekan (yang akhirnya menjadi nama julukan untuk dirinya) saat Turki dikalahkan Inggris dengan skor telak 8 gol tanpa balas.
2. Edson Arantes do Nascimento - Pele

Nama Pele sudah disematkan kepada legenda hidup Brasil ini saat dirinya masih anak-anak dikarenakan Pele selalu berpura-pura bermain bola sebagai kiper dengan nama 'Bile'. Namun karena ia selalu salah ucap, maka nama 'Bile' itupun menjadi 'Pele'.
3. Naohiro Takahara - The Sushi Bomber

Takahara mendapat julukan ini ketika dirinya bermain untuk klub Bundesliga Jerman Hamburg SV dan Eintracht Frankfurt. Ketajaman striker Jepang ini tidak perlu diragukan lagi. Takahara mencetak 23 gol dari 57 penampilannya dengan timnas Jepang.
4. Rene Higuita - El Scorpion (Si Kalajengking)

Julukan ini disematkan kepada Higuita setelah dirinya melakukan aksi penyelamatan yang unik mirip seekor kalajengking saat timnas Kolombia melawan Inggris di tahun 1995.
5. Arjen Robben - The Man of Glass (Manusia Kaca)

Dibalik skill nya yang menawan, Robben memiliki kelemahan yaitu dirinya terlalu mudah mendapatkan cedera. Karena itulah winger asal Belanda ini dijuluki The Man of Glass.
6. Stuart Pearce - Psycho (Si Gila)

Pearce terkenal dengan sliding tackle-nya yang berbahaya nan ganas ketika dirinya masih menjadi pemain sepakbola. Sering kali pemain lawan menjadi korban akibat tekelnya yang keras, bahkan rekan satu tim nya pun pernah merasakan tekel Pearce.
Karena itulah Pearce yang saat ini menjadi pelatih timnas Britania Raya di ajang olimpiade mendapat julukan 'Si Gila' ketika dirinya masih beraksi sebagai pemain di lapangan hijau.
7. Richard Wright - Richard Wrong

Wright adalah kiper yang pernah membela Arsenal dan Ipswich Town. Namun peforma Wright sangat jauh dari harapan para fans. Seringkali Wright melakukan kesalahan-kesalahan yang berakibat fatal bagi klubnya. Karena penampilannya yang selalu ceroboh maka fans membuat plesetan dari namanya yaitu 'Richard Wrong', dan nama itu pun akhirnya menjadi julukan bagi dirinya.
8. Antonio Cassano - Peter Pan

Tidak ada yang meragukan skill Cassano. Striker asal Bari ini merupakan salah satu talenta terbaik yang dimiliki oleh Italia.
Namun Cassano juga memiliki perangai buruk. Tak jarang Cassano bersikap liar dan kekanak-kanakan. Karena sikap inilah Cassano mendapat julukan Peter Pan, seorang pria yang tidak pernah bisa menjadi dewasa.
9. Jason McAteer - Trigger

Trigger adalah salah satu tokoh dalam sitkom Inggris yang cukup terkenal yaitu Only Fools and Horses. Para fans merasa bahwa karakter Trigger yang konyol dan bodoh sangatlah pas untuk McAteer.
Aksi bodoh McAteer yang paling terkenal adalah 'Tragedi Pizza' dimana ia meminta pelayan untuk memotong satu porsi pizza menjadi 4 bagian saja karena dirinya tidak terlalu lapar dan takut tidak bisa menghabiskan pizza tersebut.
10. Gennaro Gattuso - Braveheart atau Rino

Gattuso merupakan tipe gelandang pekerja keras yang tak kenal lelah. Dia merupakan pemain yang bertugas untuk merusak permainan tim lawan dengan mengandalkan fisik nya yang keras.
Dikarenakan permainannya itu tak jarang Gattuso dianggap mirip dengan karakter yang diperankan oleh Mel Gibson dalam film Braveheart.
Selain itu, Gattuso juga mendapat julukan 'Rino' atau badak.
Profile - Marc Marquez
Nama : Marc Marquez Alenta
Nomor : 93
Tanggal Lahir : 17 Februari 1993
Tinggi : 168 cm
Berat : 59 kg
Biodata dan Perjalanan Karir Marc Marquez
Marc Márquez
lahir di Spanyol 17 Februari 1993. dia mengawali debut pertamanya
sebagai pembalap kelas 125cc pada tahun 2008. podium pertama nya dia
peroleh pada saat balapan berlangsung di Donington Park, Inggris. dan
sekaligus menjadi orang termuda Spanyol (15 tahun dan 127 hari) untuk
mendapatkan podium, mengalahkan Rekor yang Dibuat oleh Dani Pedrosa.
Pada tahun 2009 ia menjadi pembalap termuda Spanyol yang mendapat posisi
pole pada Grand Prix Prancis (16 tahun dan 89 hari). Dan untuk pertama
kalinya menang tahun 2010 di sirkuit Mugello, Italia. Pemilik nomor
motor 93 ini juga merupakan calon juara Moto 2 kelas 500 cc yang
diunggulkan pada musim 2012 ini.
“Bersaing di MotoGP adalah impian
saya, ada banyak pembalap terbaik di sana seperti Dani Pedrosa, Jorge
Lorenzo dan Valentino Rossi.
Saya harap Rossi masih tetap bertahan di sana saat saya bergabung di
kelas itu karena dia adalah salah satu rider terbaik dalam sejarah
MotoGP dan saya akan senang sekali jika bisa membalap dengan dia,” tutur
Marquez dikutip motogp.com.
Marquez sempat menjadi kandidat juara dunia Moto2 musim 2011.
Sayang, ambisinya untuk merengkuh gelar dalam debutnya di kelas tersebut
harus pupus. Ini karena absen pada seri terakhir di Valencia, menyusul
gangguan pada matanya akibat kecelakaan saat latihan pada seri
sebelumnya, di Sepang, Malaysia.
Marc Marquez telah menanda tangani kontrak dengan Repsol Honda Team
untuk jangka waktu dua tahun kedepan bersama tim pabrikan Honda
menggantikan juara dunia MotoGP dua kali Casey Stoner yang telah pensiun
tahun ini sekaligus menjadi rekan setim dengan Dani Pedrosa.marc Marquez juga merupakan seorang cules atau pecinta barcelona ini terbukti dengan marc majang sepatu bola pemberian pique di atas tempat tidurnya.
prestasi dari marc marquez
2008 : World Championship debut
13th 125cc World Championship
2009 : 8th 125cc World Championship
2010 : 125cc World Champion
2011 : 2nd Moto2 World Championship
2012 : Moto2 World Champion
Jumat, 02 Agustus 2013
Kamis, 01 Agustus 2013
Puisi - Maaf
Maafkan aku yang tak bisa tuk bersamamu
Tak akan ada yang baik dalam sebuah kebohonngan dalam
hubungan
Aku menyadari aku tak bisa setya
Dan aku juga takut aku tak bisa tuk setya
Suatu hubungan yang tak
akan bernah bisa bersatu
Bila hubungan itu tak pernah dilandasi oleh suka sama suka
Perassan itu sangat lah mahal tuk mengatakan bahkan tuk
menerima cinta
Dalam keidahan, dalam kedamaain antara ku dan dirimu hanya
ada sebuah pertemanan Tak kan pernah bisa melebihi itu Jadi maafkan lah diriku hanya bisa menemanimu dan tak kan
pernah bisa memberikan hatiku
Galau Bola
Oh..jadi skr kamu milih dia yg Tajir di banding kesetiaan yg udah kita bina. Udah deh kamu bukan Falcao / Cavani...
Posisi midfielder "menstabilkan stiap lini layaknya menstabilkan perasaan hati pasangannya ketika pasang surut
Gareth Bale mungkin saja menolak 81 juta pound dari Real Madrid, tetapi menolak wanita kaya kamu? Mana bisa!
Plis deh ga usah maksa-maksa kalo gamau.. kamu bukan madrid!!
Kamu itu boros deh kaya PSG, semua yang bagus-bagus dibeli
CHELSEA maennya ga fullteam tapi aku sih selalu fullheart untuk mencintaimu sayang
Posisi midfielder "menstabilkan stiap lini layaknya menstabilkan perasaan hati pasangannya ketika pasang surut
Gareth Bale mungkin saja menolak 81 juta pound dari Real Madrid, tetapi menolak wanita kaya kamu? Mana bisa!
Plis deh ga usah maksa-maksa kalo gamau.. kamu bukan madrid!!
Kamu itu boros deh kaya PSG, semua yang bagus-bagus dibeli
CHELSEA maennya ga fullteam tapi aku sih selalu fullheart untuk mencintaimu sayang
Letusan Maha Dahysat Krakatau 1883
Krakatoa
atau jika diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia yaitu Krakatao adalah
suatu pulau Vulkanis yang terbentuk dari lava yang terletak di selat
Sunda antara pulau jawa dan Sumatera. Nama tersebut digunakan kedalaman
grup kepulauan, pulau utama yang disebut Rakata dan pulau lain yang
terdapat gunung apinya. Masih sangat
sedikit orang awam yang menyadari betapa terkenalnya Indonesia dimata
dunia, bukan hanya iklim pariwisata dan pemandangan yang indah di
jajaran puluh ribuan pulau hijau yang terbentang digaris katulistiwanya,
namun juga karena gunung api yang terkenal sangat aktif di dunia salah
satunya adalah Gunung Krakatoa. Jika kita cermati dan lihat secara
seksama maka akan muncul beberapa pertanyaan: Sudah berapa buah paper
serta jurnal Internasional yang membahas letusan maha dasyat Krakatoa
dan Tambora? Sudah berapa banyak film documenter yang diluncurkan
sebagai hasil dari penelitian para peneliti Luar negeri tentang
sebab-sebab letusan Krakatoa? Sudah berapa universitas geosciences luar
negeri yang sudah meneliti tentang letusan ini? Sudah berapa buku
science internasional yang terbit untuk membahas tentang letusan dasyat
Krakatoa?. Lalu pertanyaan selanjutnya adalah : sudah seberapa banyak
kita sebagai warga Negara Indonesia as The owner of that Source of
disaster mengetahui, mempelajari dan bahkan memahami tentang Letusan
maha Dasyat yang disebabkan oleh gunung Api Krakatoa?. Saya agak
tercengang ketika saya mengunjungi earth explorer di kota
Oostende,Belgium yang menyuguhkan tentang Ilmu pengetahuan kebumian,
saya melihat miniatur lengkap dengan keterangan dan kronologis kejadian
tentang letusan gunung Krakatoa,Indonesia. Selain itu, saya juga pernah
membaca beberapa artikel tentang Krakatoa dan Tambora di Majalah
science National Geographic serta beberapa buku yang berhubungan tentang
ilmu bumi dan global warming yang juga membahas tentang Krakatoa. Dalam
tulisan saya kali ini, saya merangkum beberapa informasi tentang
Krakatoa yang saya peroleh dari beberapa artikel wikipedia dan paper
internasional serta film dokumenter dari National Geograpic.
Lokasi Gunung Krakatoa
Letusan Gunung Krakatau yang terjadi pada tahun 1883 berawal dengan aktifitas gunung api yang meningkat sejak bulan mei. Titik kulminasi atau titik puncak terjadinya letusan gunung krakatoa adalah pada 27 Agustus 1883. Kemudian aktivitas gunung api minor terus terjadi hingga bulan Februari 1884.Fase awal Pada satu tahun menjelang titik puncak terjadinya letusan gunung krakatoa, aktivitas seismic yang berupa gempa bumi minor sering terjadi dan bahkan ada yang terasa juga di Australia. Pada tanggal 20 May 1883, 3 bulan sebelum terjadinya letusan yang sangat dasyat itu, debu vulkanik sudah tampak menyembur sedikit demi sedikit. Erupsi dan keluarnya debu tersebut terasa hingga jarak 6 km (20000 ft) dan letusan tersebut terdengar hingga Batavia (Jakarta sekarang) yang berjarak 160 km (99mil). Aktivitas gunung api tersebut mulai terlihat berhenti pada akhir bulan May dan dilaporkan berhenti beraktivitas hingga pertengahan Juni. Aktivitas erupsi mulai terjadi lagi pada tanggal 16 June, ketika itu gemuruh yang kencang terdengar dari puncak gunung krakatoa dan debu tebal serta pekat menutupi pulau tersebut selama hampir 5 hari. Pada 24 June, angin timur meniup kencang awan pekat tersebut dan dua kolom abu tebal malah semakin nampak dari Krakatoa sehingga sedikit banyak merubah bentuk krakatoa. Perubahan bentuk gunung akibat adanya erupsi sebelumnya tersebut menyebabkan terbentuknya sumber lubang magma yang terletak antara Perbuatan dan Danan, dekat dengan kawah anak krakatao. Erupsi yang terjadi tersebut juga menyebabkan kenaikan muka air laut dari biasanya yang dibuktikan dengan semakin panjangnya rantai penghubung angkur dengan perahu akibat kenaikan elevasi muka air laut. Kejadian-kejadian gempa disekitar lokasi mulai terasa sampai ke Anyer (Jawa) dan juga ditanggap oleh perahu yang berlayar di Samudra Hindia hingga ke Barat.Pada 11 Agustus, H.J.G. Ferzenaar melakukan investigasi terhadap pulau tersebut. Dia mencatat bahwa sumber abu yang utama (di lokasi yang baru terbentuk di Danan, yang menutupi bagian barat dari pulau tersebut (karena ngin bertiup dari timur di masa itu), dan asap berasal dari sekitar 8 lubang lainnya yang kebanyakan berada di Danan dan Rakata. Pada saat dia berada dilokasi tersebut, Dia menemukan lapisan abu setebal 0.5 meter (1ft 8 in), semua vegatasi kecil dan sudang sudah hancur dan yang tertinggal hanyalah pohon-pohon besar. Hari berikutnya, perahu berlayar melewati daerah utara dari lokasi dan melaporkan adanya lubang sumber keluarnya abu volkanik yang baru yang hanya berjarak beberapa meter diatas muka air laut. Aktivitas gunung berapi berlanjut sampai pertengahan Agustus.
Fase Klimaks
Tanggal 25 Agustus, terjadi peningkatan aktivitas gunung krakatoa. Pada pukul 13.00 (WIB) tanggal 26 Agustus, gunung api mengalami fase Paroxysmal (fase dimana terjadi perubahan aktivitas yang mendadak) dan pada pukul 14.00 dapat dilihat bahwa abu tebal pekat mencapai ketinggian 27 km (17 mi). Pada kondisi ini erupsi terjadi secara terus menerus hingga dapat didengar gemuruhnya setiap 10 menit sekali. Perahu yang berada 20 km (12 mi) dari lokasi gunung api melaporkan bahwa abu tebal dan sangat pekat mulai terlihat dan mengganggu sistem navigasi, dengan beberapa batu panas dengan diameter sekitar 10 cm yang diyakini berasal dari muntahan gunung api tersebut jatuh di dek kapal perahu mereka. Kemudian, Tsunami kecil terjadi di sepanjang pantai Jawa dan Sumatera sepanjang 40 km yang terjadi kira-kira pukul 18.00-19.00.
Tanggal 27 Agustus terjadi 4 letusan mayar dan dasyat yang terjadi pada pukul 05.30, 06.44, 10.01 dan 10.41 waktu setempat. Letusan yang terjadi dilaporkan sangat dasyat hingga terdengar pada 3500 km dari lokasi yaitu di Perth, Australia Barat dan pada kepulauan di Samudra Hindia yang terletak pada jarak 4800 km dari lokasi letusan. Kejadian tersebut di ikuti dengan Tsunami yang sangat besar yang memiliki ketinggian 30 meter yang berawal dari laut di sekitar lokasi letusan gunung Krakatao. Area disekitar selat sunda tersebut dan beberapa tempat di sepanjang pesisir Sumatera mengalami aliran Pyroclastic yang bersumber dari gunung api tersebut. Letusan gunung api tersebut memiliki nilai Volcanic Explosivity Indes (VEI) sebesar 6 dimana erupsi tersebut bernilai sama dengan 200 mega ton TNT (jenis bahan peledak pembuat bom) atau sekitar 13000 kali ledakan nuclear yang terjadi di Hirosima jepang ketika perang dunia II terjadi.
Penyebaran suara yang terdengar hingga ke beberapa negara di dunia
Tekanan gelombang yang terjadi disebabkan oleh raniasi letusan gunung api dari Krakatoa yang memilki kekuatan sebesar 1086 km/h (675 mph) (Winchester, 2003, p.248). Kekuatan tersebut sangat besar sekali sehingga dapat merusak gendang telinga para pelaut yang ketika itu sedang melintas di sekitar selat Sunda (Winchester, 2003, p.235) dan dapat menghasilkan sekitar dua setengah inchi percury (ca 85 hPa) yang terekam dari alat pengukur tekanan di Jakarta. Gelombang tekanan tersebut mengahasilkan radiasi di semua belahan dunia dan terekam pada alat Barographs seluruh dunia hingga 5 hari setelah terjadinya letusan. Barograph melaporkan bahwa gelombang (shock wave) yang terjadi menggema di seluruh belahan bumi hingga total sebanyak 7 kali. Debu gunung krakatoa mencapai ketinggian 80 km (50mi).Erupsi yang terjadi berangsur-angsur berkurang dan benar-benar diam tanpa aktivitas pada 28 Agustus pagi hari. Erupsi-erupsi kecil yang kebanyakan memuntahkan lumpur terjadi kemudian berlangsung hingga bulan Oktober, dilaporkan juga erupsi kecil terus terjadi hingga bulan Februari 1884.
Pada siang hari tanggal 27 Agustus, hujan abu panas akibat muntahan gunung krakatoa terjadi di Ketimbang (Lampung sekarang). Sekitar seribu penduduk meninggal yang bukan diakibatkan oleh tsunami yang terjadi setelah letusan, tetapi karena debu yang panas dan tebal. Verbeek (peneliti) meyakini bahwa kejadian unik ini (yaitu meninggalnya penduduk karena abu vulkanik) adalah disebabkan oleh letusan lateral atau Pyroclastic surge (sama dengan kejadian letusan gunung api St. Helens pada tahun 1980), yang juga terjadi di suatu pulau yang dikelilingi oleh lautan seperti Krakatoa. Kombinasi bencana yang terjadi yaitu, aliran Pyroclastic, debu vulkanik dan Tsunami terjadi yang merenggut korban jiwa sebanyak 3000 penduduk di Pulau Sebesi, yang terletak 13 km dari Krakatoa. Pyroclastic Flows membunuh sekitar 1000 orang di Ketimbang, yang terletak di 40 km sebelah utara Krakatoa. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Pemerintahan belanda, Korban tewas dalam bencana ini adalah 36417 jiwa dan ada sumber lain yang mengestimasi jumlah korban jiwa sebanyak 120000 bahkan lebih. Beberapa kawasan di pulau Sumatra maupun jawa hancur tidak berbekas, termasuk Teluk betung dan Lampung di Sumatra, Sirik dan Serang di Pulau Jawa. Area di kawasan Banten, jawa dan Lampung, Sumatera juga mengalami rusak parah. Laporan lain mengatakan bahwa terdapat banyak mayat yang mengapung di Samudra Hindia. Selain itu, juga ditemukan batuan yang kandungannya hampir sama dengan yang dimiliki oleh gunung krakatoa di sepanjang pesisir pantai timur benua Afrika. Beberapa kawasan yang rusak akibat letusan tersebut tidak di perbaiki, namun dibiarkan sebagai hutan salah satunya adalah Taman Nasional Ujung Kulon.
Pyroclastic Flows yang terjadi di Krakatoa
Tsunami dan efeknya
Perahu yang ketika itu berlayar di sekitar area tersebut rusak karena terhantam Tsunami, dan tubuh perahu tersebut ditemukan mengambang di samudra seminggu setelah kejadian. Tsunami yang datang setelah Erupsi diyakini terjadi akibat adanya aliran Pyroclastic yang maha dasyat di lautan. Satu diantara empat letusan besar pada erupsi Krakatoa menyebabkan terjadinya Aliran Pyroclastic yang besar sebagai akibat dari gaya grafitasi yang colaps akibat kejadian erupsi gunung krakatoa. Keluarnya material gunung api yang berjumlah sangat besar dan dimuntahkannya ke laut, menyebabkan terjadinye perpindahan volume air laut akibat bertambahnya material gunung api tersebut. Sehingga kenaikan muka air laut dan Tsunamipun terjadi. Kota Merak yang terletak di Ujung barat pulau Jawa rusak parah akibat hempasan Tsunami setinggi 46 meter.
Kawasan yang berdampak Tsunami akibat Letusan Krakatoa
Beberapa aliran Pyroclastic terjadi juga di sepanjang pesisir pantai Sumatera kira-kira 40 km, yang disebabkan oleh abu vulkanik dan material gunung yang meluncur ke lautan dan menyebabkan terjadinya hempasan gelombang yang menyapu pesisir pantai terdekat. Terdapat indikasi bahwa aliran pyroclastic yang terjadi di laut juga menghempas beberapa pesisir yang terletak sekitar 15 km dari gunung api tersebut.
Pada film dokumentasi tentang letusan gunung Krakatoa yang dibuat oleh team ahli dari University of Kiel, Germany, Aliran Pyroclastic bergerak melewati air. Dari test menunjukkan bahwa abu panas berjalan melewati air dan diikuti dengan aliran Pyroclastic setelah menyeberangi air tersebut. Kontak antara abu panas dalam jumlah yang sangat besar tersebut dengan air laut menyebabkan terjadinya Tsunami. Gelombang yang lebih kecil terrekam pada alat pengukur gelombang di English Channel (Press Frank, November 1956). Hai Ini terjadi terlalu cepat untuk suatu tsunami awal, dan mungkin disebabkan oleh gelombang udara concussive dari letusan. gelombang udara ini mengitari dunia beberapa kali dan masih terdeteksi dengan menggunakan barographs lima hari kemudian.
Efek Geografis
Pulau yang hilang akibat letusan Krakatoa
Setelah kejadian letusan yang dasyat tersebut, pulau gunung krakatoa yang terletak di selat sunda tersebut dilaporkan hilang, kecuali sebagian dari pulau yang terletak di bagian selatan Rakata. Pada bagian selatan dua per tiga dari pulau tersebut yang tersisa hanya pulau batuan saja yaitu Bootsmansrots sedangkan pulau lainyya hilang juga akibat letusan.Sebagai Hasil dari hilangnya material deposit yang sangat besar akibat letusan gunung api tersebut, dasar laut sekitar gunung berapi berubah sangat drastis. Diestimasikan, sebanyak 18-21 km kubik ignimbrite terdeposit pada area 1100000 km persegi dengan ketebalan rata-rata timbunannya adalah 30-40 meter pada kedalaman laut sekitar gunung api tersebut. Masa daratan Verlaten dan Lang meningkat, sama halnya juga terjadi pada bagian barat dari Rakata. Banyak material gunung api yang terkikis, tetapi abu gunung api yang tersendap tersebut menjadi bagian dari komposisi geologi pada pulau tersebut.Pulau pasir (yang biasa disebut Steers dan Calmeyer sesuai nama pelaut yang menemukan pulau ini) terbentuk seperti pulau akibat dari tumpukan debu gunung api yang teramat banyak dan kemudian lama kelamaan terkikis oleh air laut. Air laut yang berada disekitar deposit dari abu vulkanik panas di dua pulau pasir ini memumculkan asap tebal ketika terkena air laut sehinnga pada masa itu orang-orang yang meilihatnya menganggap bahwa pulau pasir itu adalah semburan gunung api kecil yang baru, tetapi nyatanya bukan.
Efek Global yang terjadi.
Semburan debu vulkanis menyebabkan warna langit berubah menjadi hitam pekat hingga jangka waktu beberapa tahun dan matahari yang nampak tenggelam dalam jangka waktu beberapa bulan di hampir seluruh belahan dunia. Seorang seniman British William Ashcroft mengabadikan peristiwa tersebut kedalam sebuah lukisan yang digambarkan pendaran ribuan cahaya terjadi di sekitar Krakatoa beberapa tahun setelah kejadian Erupsi tersebut. Kronologi kejadian dan sebab-sebab terjadinya letusan gunung api Krakatoa ini menjadi incaran peneliti luar negeri untuk diteliti lebih dalam. Ada beberapa teori utama yang kemudian berkembang antara lain:
Peneliti meyakini bahwa lubang gunung api sudah berada dibawah muka air laut pada tanggal 27 Agustus pagi dan menyebabkan masuknya air laut membanjiri bagian dalam kawah tersebut sehingga menyebabkan kejadian yang sangat besar dan berbahaya yaitu letusan Phreatic akibat interaksi antara air tanah dengan magma).
Air laut dapat mendinginkan Magma, menyebabkan terbentuknya kerak dan menghasilkan efek “pressure cooker” yang terjadi hanya pada saat gunung api tersebut meletus.
Kedua teori diatas mengasumsikan bahwa pulau tersebut hilang sebelum letusan terjadi, tetapi bukti-bukti yang ada tidak mendukung kesimpulan tersebut dan deposito batu apung dan Ignimbrit yang ditemukan di dasar laut tersebut bukan dari jenis yang konsisten dengan interaksi magma-air laut. Letusan final yang terjadi bisa jadi disebabkan oleh magma yang bercampur yang disebabkan oleh masuknya magma basaltic panas kedalam magma yang dingin dan tidak pekat kedalam ruangan dibawah gunung api. Hal tersebut menghasilkan peningkatan nilai tegangan yang berkelanjutan sehingga dapat menyebabkan terjadinya letusan yang bersifat cataclysmic. Bukti dari teori ini adalah jenis batu apung yang ditemukan dilokasi tersebut yang bersifat tidak pekat dan bermaterial gelap, material gelap tersebut bersifat panas. Namun, beberapa material yang ditemukan dilokasi berjumlah kurang dari 5% dari content ignibrite yang sama dengan jenis di Krakatoa dan para ahli kemudian mengganggap bahwa teori ini belum layak dijadikan kesimpulan dalam investigasi letusan tanggal 27 Agustus ini.
Letusan Krakatoa yang terjadi sebelum 1883
Tahun 416 M. Tertuang dalam Buku Pustaka Raja dengan angka tahun 338 saka (416 M).Tertulis bahwa terdengar suatu letusan yang berasal dari gunung Batuwara (Pulosari sekarang, atau gunung api Bantam yang terletak dekat dengan selat sunda), yang dianggap sama dengan suara yang berasal dari Kapi yang terletak disebelah barat dari Bantam (Bantam terletak di sebelah barat pulau jawa yang dianngap lokasinya sama dengan lokasi gunung Krakatoa). Dalam Pustaka tersebut juga tercatat adanya kenaikan elevasi air laut dan hilangnya pulau tersebut akibat suatu ledakan. Namun, belum ada bukti geologis yang menunjukkan seberapa dasyat ledakan yang terjadi ketika itu dan seberapa besar efek yang terjadi akibat letusan tersebut. Ada juga yang mengatakan bahwa letusan yang terjadi kala itu memisahkan pulau jawa dan sumatera dan terbagi oleh selat yaitu selat sunda.
Tahun 535 Masehi. David Keys, Ken Wohletz dkk menyatakan bahwa kejadian letusan gunung api Krakatoa yang terjadi pada tahun 535 merupakan penyebab terjadinya perubahan iklim dunia yang sangat besar pada era tahun 535-536. Keys membuat sebuah buku Catastrophe : An Investigation into the Origins of the Modern World yang menjelaskan tentang kejadian vulkanis yang terjadi pada abad ke-6 masehi. Thornton ( p.47) menyebutkan bahwa Krakatoa yang dikenal dengan Gunung api Aktif pada masa dinasti Sailendra berkuasa, mencatat adanya 7 kejadian vulkanis yang terjadi antara abad ke 9 sampai dengan abad ke-16 dengan tahun kejadian 850 M, 950 M, 1050 M, 1150 M, 1320 M dan 1530 M.
Tahun 1680 M. Yang ditulis dalam buku harian Johann Wilhelm Vogel, seorang Engineer pertambangan asal Belanda ketika berlayar melewati selat Sunda pada tahun 1681. Vogel kembali ke Amsterdam pada tahun 1688 dan kemudian pada 1690 memlakukan publikasi jurnalnya yang menceritakan tentang eruspi krakatoa yang terjadi antara 1680-81.
Lokasi Gunung Krakatoa
Letusan Gunung Krakatau yang terjadi pada tahun 1883 berawal dengan aktifitas gunung api yang meningkat sejak bulan mei. Titik kulminasi atau titik puncak terjadinya letusan gunung krakatoa adalah pada 27 Agustus 1883. Kemudian aktivitas gunung api minor terus terjadi hingga bulan Februari 1884.Fase awal Pada satu tahun menjelang titik puncak terjadinya letusan gunung krakatoa, aktivitas seismic yang berupa gempa bumi minor sering terjadi dan bahkan ada yang terasa juga di Australia. Pada tanggal 20 May 1883, 3 bulan sebelum terjadinya letusan yang sangat dasyat itu, debu vulkanik sudah tampak menyembur sedikit demi sedikit. Erupsi dan keluarnya debu tersebut terasa hingga jarak 6 km (20000 ft) dan letusan tersebut terdengar hingga Batavia (Jakarta sekarang) yang berjarak 160 km (99mil). Aktivitas gunung api tersebut mulai terlihat berhenti pada akhir bulan May dan dilaporkan berhenti beraktivitas hingga pertengahan Juni. Aktivitas erupsi mulai terjadi lagi pada tanggal 16 June, ketika itu gemuruh yang kencang terdengar dari puncak gunung krakatoa dan debu tebal serta pekat menutupi pulau tersebut selama hampir 5 hari. Pada 24 June, angin timur meniup kencang awan pekat tersebut dan dua kolom abu tebal malah semakin nampak dari Krakatoa sehingga sedikit banyak merubah bentuk krakatoa. Perubahan bentuk gunung akibat adanya erupsi sebelumnya tersebut menyebabkan terbentuknya sumber lubang magma yang terletak antara Perbuatan dan Danan, dekat dengan kawah anak krakatao. Erupsi yang terjadi tersebut juga menyebabkan kenaikan muka air laut dari biasanya yang dibuktikan dengan semakin panjangnya rantai penghubung angkur dengan perahu akibat kenaikan elevasi muka air laut. Kejadian-kejadian gempa disekitar lokasi mulai terasa sampai ke Anyer (Jawa) dan juga ditanggap oleh perahu yang berlayar di Samudra Hindia hingga ke Barat.Pada 11 Agustus, H.J.G. Ferzenaar melakukan investigasi terhadap pulau tersebut. Dia mencatat bahwa sumber abu yang utama (di lokasi yang baru terbentuk di Danan, yang menutupi bagian barat dari pulau tersebut (karena ngin bertiup dari timur di masa itu), dan asap berasal dari sekitar 8 lubang lainnya yang kebanyakan berada di Danan dan Rakata. Pada saat dia berada dilokasi tersebut, Dia menemukan lapisan abu setebal 0.5 meter (1ft 8 in), semua vegatasi kecil dan sudang sudah hancur dan yang tertinggal hanyalah pohon-pohon besar. Hari berikutnya, perahu berlayar melewati daerah utara dari lokasi dan melaporkan adanya lubang sumber keluarnya abu volkanik yang baru yang hanya berjarak beberapa meter diatas muka air laut. Aktivitas gunung berapi berlanjut sampai pertengahan Agustus.
Fase Klimaks
Tanggal 25 Agustus, terjadi peningkatan aktivitas gunung krakatoa. Pada pukul 13.00 (WIB) tanggal 26 Agustus, gunung api mengalami fase Paroxysmal (fase dimana terjadi perubahan aktivitas yang mendadak) dan pada pukul 14.00 dapat dilihat bahwa abu tebal pekat mencapai ketinggian 27 km (17 mi). Pada kondisi ini erupsi terjadi secara terus menerus hingga dapat didengar gemuruhnya setiap 10 menit sekali. Perahu yang berada 20 km (12 mi) dari lokasi gunung api melaporkan bahwa abu tebal dan sangat pekat mulai terlihat dan mengganggu sistem navigasi, dengan beberapa batu panas dengan diameter sekitar 10 cm yang diyakini berasal dari muntahan gunung api tersebut jatuh di dek kapal perahu mereka. Kemudian, Tsunami kecil terjadi di sepanjang pantai Jawa dan Sumatera sepanjang 40 km yang terjadi kira-kira pukul 18.00-19.00.
Tanggal 27 Agustus terjadi 4 letusan mayar dan dasyat yang terjadi pada pukul 05.30, 06.44, 10.01 dan 10.41 waktu setempat. Letusan yang terjadi dilaporkan sangat dasyat hingga terdengar pada 3500 km dari lokasi yaitu di Perth, Australia Barat dan pada kepulauan di Samudra Hindia yang terletak pada jarak 4800 km dari lokasi letusan. Kejadian tersebut di ikuti dengan Tsunami yang sangat besar yang memiliki ketinggian 30 meter yang berawal dari laut di sekitar lokasi letusan gunung Krakatao. Area disekitar selat sunda tersebut dan beberapa tempat di sepanjang pesisir Sumatera mengalami aliran Pyroclastic yang bersumber dari gunung api tersebut. Letusan gunung api tersebut memiliki nilai Volcanic Explosivity Indes (VEI) sebesar 6 dimana erupsi tersebut bernilai sama dengan 200 mega ton TNT (jenis bahan peledak pembuat bom) atau sekitar 13000 kali ledakan nuclear yang terjadi di Hirosima jepang ketika perang dunia II terjadi.
Penyebaran suara yang terdengar hingga ke beberapa negara di dunia
Tekanan gelombang yang terjadi disebabkan oleh raniasi letusan gunung api dari Krakatoa yang memilki kekuatan sebesar 1086 km/h (675 mph) (Winchester, 2003, p.248). Kekuatan tersebut sangat besar sekali sehingga dapat merusak gendang telinga para pelaut yang ketika itu sedang melintas di sekitar selat Sunda (Winchester, 2003, p.235) dan dapat menghasilkan sekitar dua setengah inchi percury (ca 85 hPa) yang terekam dari alat pengukur tekanan di Jakarta. Gelombang tekanan tersebut mengahasilkan radiasi di semua belahan dunia dan terekam pada alat Barographs seluruh dunia hingga 5 hari setelah terjadinya letusan. Barograph melaporkan bahwa gelombang (shock wave) yang terjadi menggema di seluruh belahan bumi hingga total sebanyak 7 kali. Debu gunung krakatoa mencapai ketinggian 80 km (50mi).Erupsi yang terjadi berangsur-angsur berkurang dan benar-benar diam tanpa aktivitas pada 28 Agustus pagi hari. Erupsi-erupsi kecil yang kebanyakan memuntahkan lumpur terjadi kemudian berlangsung hingga bulan Oktober, dilaporkan juga erupsi kecil terus terjadi hingga bulan Februari 1884.
Pada siang hari tanggal 27 Agustus, hujan abu panas akibat muntahan gunung krakatoa terjadi di Ketimbang (Lampung sekarang). Sekitar seribu penduduk meninggal yang bukan diakibatkan oleh tsunami yang terjadi setelah letusan, tetapi karena debu yang panas dan tebal. Verbeek (peneliti) meyakini bahwa kejadian unik ini (yaitu meninggalnya penduduk karena abu vulkanik) adalah disebabkan oleh letusan lateral atau Pyroclastic surge (sama dengan kejadian letusan gunung api St. Helens pada tahun 1980), yang juga terjadi di suatu pulau yang dikelilingi oleh lautan seperti Krakatoa. Kombinasi bencana yang terjadi yaitu, aliran Pyroclastic, debu vulkanik dan Tsunami terjadi yang merenggut korban jiwa sebanyak 3000 penduduk di Pulau Sebesi, yang terletak 13 km dari Krakatoa. Pyroclastic Flows membunuh sekitar 1000 orang di Ketimbang, yang terletak di 40 km sebelah utara Krakatoa. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Pemerintahan belanda, Korban tewas dalam bencana ini adalah 36417 jiwa dan ada sumber lain yang mengestimasi jumlah korban jiwa sebanyak 120000 bahkan lebih. Beberapa kawasan di pulau Sumatra maupun jawa hancur tidak berbekas, termasuk Teluk betung dan Lampung di Sumatra, Sirik dan Serang di Pulau Jawa. Area di kawasan Banten, jawa dan Lampung, Sumatera juga mengalami rusak parah. Laporan lain mengatakan bahwa terdapat banyak mayat yang mengapung di Samudra Hindia. Selain itu, juga ditemukan batuan yang kandungannya hampir sama dengan yang dimiliki oleh gunung krakatoa di sepanjang pesisir pantai timur benua Afrika. Beberapa kawasan yang rusak akibat letusan tersebut tidak di perbaiki, namun dibiarkan sebagai hutan salah satunya adalah Taman Nasional Ujung Kulon.
Pyroclastic Flows yang terjadi di Krakatoa
Tsunami dan efeknya
Perahu yang ketika itu berlayar di sekitar area tersebut rusak karena terhantam Tsunami, dan tubuh perahu tersebut ditemukan mengambang di samudra seminggu setelah kejadian. Tsunami yang datang setelah Erupsi diyakini terjadi akibat adanya aliran Pyroclastic yang maha dasyat di lautan. Satu diantara empat letusan besar pada erupsi Krakatoa menyebabkan terjadinya Aliran Pyroclastic yang besar sebagai akibat dari gaya grafitasi yang colaps akibat kejadian erupsi gunung krakatoa. Keluarnya material gunung api yang berjumlah sangat besar dan dimuntahkannya ke laut, menyebabkan terjadinye perpindahan volume air laut akibat bertambahnya material gunung api tersebut. Sehingga kenaikan muka air laut dan Tsunamipun terjadi. Kota Merak yang terletak di Ujung barat pulau Jawa rusak parah akibat hempasan Tsunami setinggi 46 meter.
Kawasan yang berdampak Tsunami akibat Letusan Krakatoa
Beberapa aliran Pyroclastic terjadi juga di sepanjang pesisir pantai Sumatera kira-kira 40 km, yang disebabkan oleh abu vulkanik dan material gunung yang meluncur ke lautan dan menyebabkan terjadinya hempasan gelombang yang menyapu pesisir pantai terdekat. Terdapat indikasi bahwa aliran pyroclastic yang terjadi di laut juga menghempas beberapa pesisir yang terletak sekitar 15 km dari gunung api tersebut.
Pada film dokumentasi tentang letusan gunung Krakatoa yang dibuat oleh team ahli dari University of Kiel, Germany, Aliran Pyroclastic bergerak melewati air. Dari test menunjukkan bahwa abu panas berjalan melewati air dan diikuti dengan aliran Pyroclastic setelah menyeberangi air tersebut. Kontak antara abu panas dalam jumlah yang sangat besar tersebut dengan air laut menyebabkan terjadinya Tsunami. Gelombang yang lebih kecil terrekam pada alat pengukur gelombang di English Channel (Press Frank, November 1956). Hai Ini terjadi terlalu cepat untuk suatu tsunami awal, dan mungkin disebabkan oleh gelombang udara concussive dari letusan. gelombang udara ini mengitari dunia beberapa kali dan masih terdeteksi dengan menggunakan barographs lima hari kemudian.
Efek Geografis
Pulau yang hilang akibat letusan Krakatoa
Setelah kejadian letusan yang dasyat tersebut, pulau gunung krakatoa yang terletak di selat sunda tersebut dilaporkan hilang, kecuali sebagian dari pulau yang terletak di bagian selatan Rakata. Pada bagian selatan dua per tiga dari pulau tersebut yang tersisa hanya pulau batuan saja yaitu Bootsmansrots sedangkan pulau lainyya hilang juga akibat letusan.Sebagai Hasil dari hilangnya material deposit yang sangat besar akibat letusan gunung api tersebut, dasar laut sekitar gunung berapi berubah sangat drastis. Diestimasikan, sebanyak 18-21 km kubik ignimbrite terdeposit pada area 1100000 km persegi dengan ketebalan rata-rata timbunannya adalah 30-40 meter pada kedalaman laut sekitar gunung api tersebut. Masa daratan Verlaten dan Lang meningkat, sama halnya juga terjadi pada bagian barat dari Rakata. Banyak material gunung api yang terkikis, tetapi abu gunung api yang tersendap tersebut menjadi bagian dari komposisi geologi pada pulau tersebut.Pulau pasir (yang biasa disebut Steers dan Calmeyer sesuai nama pelaut yang menemukan pulau ini) terbentuk seperti pulau akibat dari tumpukan debu gunung api yang teramat banyak dan kemudian lama kelamaan terkikis oleh air laut. Air laut yang berada disekitar deposit dari abu vulkanik panas di dua pulau pasir ini memumculkan asap tebal ketika terkena air laut sehinnga pada masa itu orang-orang yang meilihatnya menganggap bahwa pulau pasir itu adalah semburan gunung api kecil yang baru, tetapi nyatanya bukan.
Efek Global yang terjadi.
Semburan debu vulkanis menyebabkan warna langit berubah menjadi hitam pekat hingga jangka waktu beberapa tahun dan matahari yang nampak tenggelam dalam jangka waktu beberapa bulan di hampir seluruh belahan dunia. Seorang seniman British William Ashcroft mengabadikan peristiwa tersebut kedalam sebuah lukisan yang digambarkan pendaran ribuan cahaya terjadi di sekitar Krakatoa beberapa tahun setelah kejadian Erupsi tersebut. Kronologi kejadian dan sebab-sebab terjadinya letusan gunung api Krakatoa ini menjadi incaran peneliti luar negeri untuk diteliti lebih dalam. Ada beberapa teori utama yang kemudian berkembang antara lain:
Peneliti meyakini bahwa lubang gunung api sudah berada dibawah muka air laut pada tanggal 27 Agustus pagi dan menyebabkan masuknya air laut membanjiri bagian dalam kawah tersebut sehingga menyebabkan kejadian yang sangat besar dan berbahaya yaitu letusan Phreatic akibat interaksi antara air tanah dengan magma).
Air laut dapat mendinginkan Magma, menyebabkan terbentuknya kerak dan menghasilkan efek “pressure cooker” yang terjadi hanya pada saat gunung api tersebut meletus.
Kedua teori diatas mengasumsikan bahwa pulau tersebut hilang sebelum letusan terjadi, tetapi bukti-bukti yang ada tidak mendukung kesimpulan tersebut dan deposito batu apung dan Ignimbrit yang ditemukan di dasar laut tersebut bukan dari jenis yang konsisten dengan interaksi magma-air laut. Letusan final yang terjadi bisa jadi disebabkan oleh magma yang bercampur yang disebabkan oleh masuknya magma basaltic panas kedalam magma yang dingin dan tidak pekat kedalam ruangan dibawah gunung api. Hal tersebut menghasilkan peningkatan nilai tegangan yang berkelanjutan sehingga dapat menyebabkan terjadinya letusan yang bersifat cataclysmic. Bukti dari teori ini adalah jenis batu apung yang ditemukan dilokasi tersebut yang bersifat tidak pekat dan bermaterial gelap, material gelap tersebut bersifat panas. Namun, beberapa material yang ditemukan dilokasi berjumlah kurang dari 5% dari content ignibrite yang sama dengan jenis di Krakatoa dan para ahli kemudian mengganggap bahwa teori ini belum layak dijadikan kesimpulan dalam investigasi letusan tanggal 27 Agustus ini.
Letusan Krakatoa yang terjadi sebelum 1883
Tahun 416 M. Tertuang dalam Buku Pustaka Raja dengan angka tahun 338 saka (416 M).Tertulis bahwa terdengar suatu letusan yang berasal dari gunung Batuwara (Pulosari sekarang, atau gunung api Bantam yang terletak dekat dengan selat sunda), yang dianggap sama dengan suara yang berasal dari Kapi yang terletak disebelah barat dari Bantam (Bantam terletak di sebelah barat pulau jawa yang dianngap lokasinya sama dengan lokasi gunung Krakatoa). Dalam Pustaka tersebut juga tercatat adanya kenaikan elevasi air laut dan hilangnya pulau tersebut akibat suatu ledakan. Namun, belum ada bukti geologis yang menunjukkan seberapa dasyat ledakan yang terjadi ketika itu dan seberapa besar efek yang terjadi akibat letusan tersebut. Ada juga yang mengatakan bahwa letusan yang terjadi kala itu memisahkan pulau jawa dan sumatera dan terbagi oleh selat yaitu selat sunda.
Tahun 535 Masehi. David Keys, Ken Wohletz dkk menyatakan bahwa kejadian letusan gunung api Krakatoa yang terjadi pada tahun 535 merupakan penyebab terjadinya perubahan iklim dunia yang sangat besar pada era tahun 535-536. Keys membuat sebuah buku Catastrophe : An Investigation into the Origins of the Modern World yang menjelaskan tentang kejadian vulkanis yang terjadi pada abad ke-6 masehi. Thornton ( p.47) menyebutkan bahwa Krakatoa yang dikenal dengan Gunung api Aktif pada masa dinasti Sailendra berkuasa, mencatat adanya 7 kejadian vulkanis yang terjadi antara abad ke 9 sampai dengan abad ke-16 dengan tahun kejadian 850 M, 950 M, 1050 M, 1150 M, 1320 M dan 1530 M.
Tahun 1680 M. Yang ditulis dalam buku harian Johann Wilhelm Vogel, seorang Engineer pertambangan asal Belanda ketika berlayar melewati selat Sunda pada tahun 1681. Vogel kembali ke Amsterdam pada tahun 1688 dan kemudian pada 1690 memlakukan publikasi jurnalnya yang menceritakan tentang eruspi krakatoa yang terjadi antara 1680-81.
Rabu, 31 Juli 2013
Langganan:
Postingan (Atom)











