Jika Presiden Soekarno bisa memutar balik waktu, mungkin beliau akan
mengubah tandatangannya di naskah Proklamasi. Saat sudah menjabat
sebagai Presiden, Soekarno mengubah penulisan namanya menjadi Sukarno.
Ia sangat membenci ejaan “oe” yang dianggapnya warisan penjajah Belanda.
Sayangnya, naskah Proklamasi tidak boleh dirubah sama sekali.
Soekarno sendiri
dilahirkan dengan nama Kusno Sosrodihardjo, sebelum dirubah ayahnya
menjadi Soekarno karena sering sakit-sakitan saat kecil dulu. Terbukti
saat menyandang nama Soekarno ia berjaya, persis seperti “Karna”,
pahlawan dalam kisah Mahabrata yang mengilhami namanya. Namun ketika ia
merubah lagi namanya menjadi Sukarno, nasibnya menjadi buruk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar